
"Eh?apaan itu,kau mau menembakku ya.Mainnya jarang curang dong."Ucap Roman dengan nada santai.
"Tenang anak muda,aku sudah memberikan armor proteksi perlindungan kepadamu.Kau nikmati saja permainanmu."Ucap Axzel didalam tubuhnya.
"Yahh...Ayo kalau berani sini tembak dong."
"Siall anak laknat!!!"
"DORR!!!"
Peluru pun dilontarkan tepat dikeningnya,tetapi pelurunya itu memantul dan jatuh.
"Ehh?kenapa gak sakit.Ayo lagi dong.Gak kerasa nih."Ucap Roman sambil mendekati Todo.
Roman pun menggunakan kekuatan mencurinya dan mengambil pistol dan mendorong Todo hingga tersungkur ketanah.
"Kalau kau hanya diam tidak seru lohh,aku pinjam pistolnya ya.Kalau mau yang ada rasanya tuh kaya gini."
Roman pun menodorkan pistol itu kepaha Todo yang ketakutan.
"Tidakk...tidakk...maafkan aku...Ampuni aku..."
"DORRR!!!"
Peluru pistol itu masuk kedalam paha Todo dan keluar pendarahan.
"Dah,sudah dulu ya.Aku mau main game.Bermain sama kalian sudah bosen nih.Dadahh."Ucap Roman yang meninggalkan geng berandalan tersebut.
Setelah membeli video game tersebut dan membeli satu kotak pizza dan burger,Roman kembali ke apartemennya.
"Huuh,tadi seru sekali ya Axzel.Aku tak pernah sebahagia ini.Ternyata jadi jahat itu sangat menyenangkan ya."
"Tentu saja,kau bisa puas menikmati hidupmu tanpa diganggu siapapun.Dan kau pun tidak usah melihat kebelakang mulai sekarang."
"Yaa benar,untuk apa aku melakukan hal bodoh seperti itu.Hidupku lebih baik daripada melihat kebelakang."
Setelah bermain game cukup lama dan menghabiskan makanan yang dia beli.Dia ingin kembali keliling kota.
"Game yang bagus,aku ingin membeli Smartphone.Supaya aku bisa bermain game yang aku tinggalkan dirumah.Siall!badanku lengket sekali.Aku mandi dulu saja."Gumamnya dan beranjak kekamar mandi.
Setelah sudah siap,dia pun pergi meninggalkan apartemen dan berkeliling kota.
__ADS_1
"Smartphone sudah,mungkin aku akan membeli sedikit pakaian.Aku betah tinggal disini.Hahaha...hahahahaha"
Setelah membeli Kaos,celana dan lain-lain.Roman tiba-tiba melihat Ayahnya yang sedang pergi ke bar.
"Bukankah itu Ayah?dia dikelilingi wanita?"
"Kau ingin menyelinap?"Tanya Axzel pada Roman.
"Bagaimana caranya?"
"Kau bodoh ya?Akan kuberikan kekuatan menyamar.Kau akan menjadi pelayan dibar itu."
"Yahh,lakukanlah...Tak kusangka keparat itu membodohi Ibu dan Kaguya."
Setelah menyelinap dan memakai baju pelayan.Dia melihat Ayahnya yang bersenang-senang dengan perempuan sambil menengguk Whisky yang berada dimejanya.
"Sialll keparat itu,sudah tidak ingat keluarga!Kurasa dia tidak bekerja.Dia hanya berfoya-foya saja."
"Apa kau tidak mau melakukan sesuatu untuknya?"Tanya Axzel dalam dirinya.
"Aku tidak bisa,bagaimana pun juga dia orang yang membesarkanku!"
"Kalau begitu kenapa kau tidak bertemu dan bertanya apa yang terjadi.Kau bisa melakukan apapun yang kau mau.Jika itu menyakitkan bagimu,Kau bisa memberikan dia sedikit pelajaran."
Jam sudah menunjukkan 1 pagi.Terlihat Ayahnya Roman sudah keluar dari bar dengan keadaan mabuk berat.
"AYAHHH!!!"Panggil Roman dengan nada keras.
"Ahh kau??Roman kan?kenapa kau ada disini."
Roman pun menggenggam jas ayahnya dan bertanya apa yang sedang dia lakukan.
"Kenapa kau tega sekali hah??kau sudah menyakiti Ibu!!!"
"Kenapa??kau yang kenapa bodoh!!!kenapa kau ada disini!?"
"Itu bukan urusanmu!kau bermain dengan wanita dan minum.Ibu pasti tidak akan memaafkanmu!"
"Wanita itu tidak bisa memberikanku keturunan!dia tidak pernah hamil.Aku tidak mencintainya!"
"Hah!!!apa maksudnya!"
__ADS_1
"Kau dan Kaguya hanya anak panti Asuhan yang kami ambil karena Ibumu tidak bisa memberikanku keturunan!Ibumu pura-pura hamil kaguya.Tanpa diketahui olehmu,dia mengambil anak dipanti agar dia tidak mengecewakanmu!Kau bukan anakku!menepilah!"
"A...A...apa?kenapa bisa seperti itu?Aku bukan anak dari siapapun!Kaguya juga bukan adik kandungku?Kenapa??kenapa??tidak ada yang memberitahuku?"Ucap Roman yang depresi akan kenyataan yang pahit tersebut.
Dia tidak menyangka kalau dia bukan anak dari siapapun,dia semakin depresi dan kehilangan mentalnya.
"Siapa Ibuku yang sebenarnya?Dan siapa Ibu Kaguya?Aku tak memiliki siapapun."Gumamnya yang sudah putus asa akan hidupnya.
Roman pun kembali ke apartemen,dia hanya bermain game,makan dan terus mencuri.Dia sudah tidak mempunyai arah hidup.Dia hanya menikmati hidupnya dengan beranggapan tidak memiliki apapun untuk disayangi kecuali hidup barunya.
Setelah sudah satu minggu lamanya,Sagiri merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan.Dia pun ingin pergi kerumah Roman.Tapi sampai disana,Sagiri tidak tau kalau Roman kabur dari Rumah.Ibunya Roman hanya bisa bersedih.Tidak ada yang tau keberadaanya.
"Maafkan saya tante,bolehkah saya melihat kamar Roman?"
"Boleh,temui petunjuk apapun disana."
"Sudah tante jangan menangis,aku akan mencari Roman sampai ketemu kok."
Terlihat dia menemukan handphone dikasurnya Roman dan membuka lemari yang ada kotak handphone tersebut.Didalamnya ternyata ada surat kecil.
*Mungkin yang membaca ini adalah Sagiri.
Aku pergi menikmati hidup baruku.Mungkin saja aku akan mendapatkan kepercayaan disana.
By:Roman*.
Sagiri pun menangis membaca kertas itu,dia menyesal telah menampar Roman dan tidak mendengarkan alasannya terlebih dahulu.
"Maaf...Roman...Aku salah,aku akan mencarimu apapun caranya.Tunggulah Roman.
***
Matahari sudah muncul dari timur,Roman pun terbangun.Dia tidak berencana akan keluar rumah.Dia hanya bermain smartphone dan memakan mie cup selama seharian.Karena depresi berat akan kenyataan hidupnya.
"Apa kau baik-baik saja anak muda?"Tanya Axzel dalam tubuhnya.
"Aku sedang depresi.Aku bukan anak dari siapapun,aku tidak memiliki keluarga."
"Begitu ya,apa kau akan tetap seperti ini terus?"
"Berikan aku waktu,jika sudah tenang kau boleh berbicara denganku."
__ADS_1
"Huhh,ya sudah.Nikmati hidupmu."
Sagiri,Linda,Rhafi,Siska,dan Ariel berencana mencari Roman disekitar kota.Kemanapun mereka mencari tapi tetap saja tidak ketemu.