Impian Yang Tak Terduga

Impian Yang Tak Terduga
Aku suka dengan yang sekarang


__ADS_3

Lusa pun sudah berlalu,akhirnya Roman sudah bisa pulang walaupun dikepalanya ada perban sedikit yang masih menempel dikepalanya.


Dan tentu Sagiri ada dirumah sakit untuk mengantarkan Roman pulang.Sesampainya dirumah Roman,Sagiri ditawar untuk mampir.


"Nak Sagiri apa kau mau mampir kerumah pacarmu ini?"jawab Ibu Roman dengan geli hati.


"Ehh...I...ya deh mungkin sebentar saja ya."


"Gak perlu segan begitu dong,Mamah kamu pasti ngertiin kok."


"Iya deh Tante,permisi."


"Iya silahkan tunggu ya,Tante akan membuatmu minuman.Sepertinya kamu haus dari tadi."


"Iya terima kasih banyak Tante,maaf merepotkan."


"Ahh tidak merepotkan kok,bermainlah dengan Kaguya ya."


"Iya Tante."


Sambil bermain dengan Kaguya,Roman bertanya kepada Sagiri yang sedang sedikit kehausan.


"Sagiri apa kau sangat haus dan gerah ya?maaf ya disini gak ada pendingin ruangan seperti dirumah mu."


"Ehh gak papa kok beneran."


"Maaf menunggu ini minumnya ya,Tante mau istirahat dulu.Kalau mau bermain jangan berisik ya."


"Iya Tante."


Mumpung Tante ada dikamar aku akan membuka bajuku sedikit agar gerah ini hilang ah.


"Haduhh gerahnya,minuman ini membuatku sedikit sejuk."


Roman yang melihat baju Sagiri yang dibuka sedikit sangat tersipu dengan keindahan tubunya yang putih itu.Daripada bisa kebablasan,Roman akhirnya pergi kekamar mandi.


"Ehh Roman mau kemana?"


"Aku mau ke Toilet sebentar.Gak lama kok hehe."


"Ohh yaudah."


Apa yang ada dalam pikirannya,apa dia tidak malu.Dia seperti sengaja melakukannya didepanku.Hei temanku jangan bangun sekarang dong.


"Mungkin aku sudah sedikit dingin disini,aku akan memakai bajuku lagi ah.Kenapa Roman lama sekali,aku akan memeriksanya dulu."guman Sagiri.


"Roman?kamu ada didalam kan?"


"Ahh iya,perutku masih sakit."


"Ohh baiklah."


Akhirnya Roman pun keluar dari toilet walaupun sebenarnya dia ngumpet dari body Sagiri yang mulus itu.


"Maaf menunggu ya."


"Ohh iya gak papa tenang saja,eh udah sore nih aku pulang dulu ya."


"Ehh benar juga sih.Kamu hati-hati dijalan ya."


"Iya Roman ."


"Aku akan mengantarmu sampai depan rumah ya."


Tapi tak disadari,hujannya tiba-tiba turun sangat deras tanpa adanya peringatan gerimis yang lama.


"Apa??kenapa hujan disaat begini sih?"


"Sagiri masuklah kerumah dulu.Nanti kalau hujannya sudah reda kau boleh pulang.Aku takut terjadi apa-apa denganmu."


"Iya aku mengerti."

__ADS_1


Tapi dari sore sampai jam tujuh malam pun tetap saja hujannya sangat deras.Kemudian Mamahnya Sagiri menelponnya.


"Sayang?kamu dimana.Disini hujan deras."


"Aku dirumahnya Roman mah,disini juga hujan deras.Aku tidak bisa pulang."


"Ohh Ibu mengerti Sagiri,tunggulah sampai reda ya."


Tapi sudah sampai jam delapan pun masih deras.


"Eh Nak Sagiri masih disini?karena hujan ya?kalau kamu mau kau bisa menginap disini sementara.Iya kan Roman?"


"Ahh i...ya kok,kenapa tidak?"dengan nada malu.


"Ehh...anu...apakah boleh?nanti saya nambah merepotkan Tante dan Roman lagi."


"Tentu tidak ya kan Roman,sudah sekarang kamu mandi dulu ya.Roman kamu habis Sagiri ya mandinya."


"Iya...Iya bu aku mengerti."


"Sagiri selesai mandi,dan Roman pun juga.Setelah itu mereka makan malam bersama.


"Nak Sagiri kamu tidurnya sama Kaguya ya."


"Eh iya baiklah Tante."


"Selamat malam ya Sagiri."


"Iya semoga mimpi indah Roman."


Saat tidur sampai jam dua belas malam,keadaan Rumah seperti biasa.Tapi Sagiri terbangun dan ingin ke toilet.Sesudah itu dia kembali kekamar Kaguya,tapi ternyata itu salah.Ternyata ia masuk kedalam kamar Roman yang sama gelapnya seperti kamar Kaguya.


"Emmhh...apakah ini benar kamarnya.Ah aku tidak tau lah aku udah ngantuk."Dengan mata yang layu dia tidur dengan nyenyak dan ternyata dia tidur di kamar Roman.


"Ehh apaan nih berat sekali,Ini bukan kan Sa...Sagiri?"


"Ya ampun Sagiri bangunlah,hei hei."sambil mengelus pundaknya.


Tapi Sagiri tidak bangun juga karena terlalu mengantuk dan pulas dengan tidurnya.


Saat Sudah pagi,posisi mereka sangatlah erotis.Bibir mereka sangat dekat dan saling memeluk satu sama lain.


"Ahh...sudah pagi ya.Loh Ro...Roman??kenapa kau ada...Eh ini apa ini kamarmu?"


"Ahh apaansih berisik banget pagi-pagi begini."


"Kenapa aku bisa ada disini?"


"Entahlah,bukankah kau yang kesini?aku berusaha membangunkan mu tapi kamu pulas tertidur."jawab Roman dengan jujurnya.


"Eh mungkin aku salah masuk kamar,maafkan aku Roman."


"Ah tidak apa-apa kok,kamu pasti gak sengaja kan."


"Iya benar."


Tiba-tiba Ibunya Roman masuk kekamar Roman dengan niatan membangunkan Roman.


"Roman?ayo bangunlah sudah pag...Eh apa Ibu mengganggu kalian ya."Jawab Bu Dinda dengan nada manjanya.


"Bukan Bu,ini salah paham,ini diluar perkiraanku.Sagiri..."


"Dadahh,kalau sudah habis itu sarapan ya."sambil berlari kecil ke dapur.


"Buuu...Ya ampun,sudahlah ayo kita kemeja makan dan kerumahmu untuk ganti pakaian.Dan sekolah."dengan nada frustrasi.


"Iya ba...baiklah Roman."dengan nada yang ketakutan.


"Ehh sudah ya,sebentar banget."Canda Bu Dinda.


"Tidak Bu,kami tidak melakukan itu iya kan Sagiri."

__ADS_1


"Iya tentu saja Tante aku hanya salah masuk kamar saja kemarin malam."


Oh begitu ya,kalo iya juga gak papa kok."


Mereka hanya diam dan menghabiskan sarapannya.Setelah semua sudah beres,Roman dan Sagiri pergi kerumah Sagiri untuk mengganti Seragam sekolah.Setelah itu mereka berangkat sekolah dengan pak supir.


"Sudah sampai Non."


"Iya pak,Aku berangkat dulu ya...Yuk Roman."Sambil memeluk lengannya Roman.


"I...iya,tapi kumohon lepaskan tanganmu dulu.Lihatlah banyak yang melihat kita."


"Uuuhh...malu ya.Yaudah aku lepaskan,yuk kekelas."


"Iya yuk."Sambil mengelus kepala Sagiri.


Sampai dikelas mereka dibanjiri pertanyaan oleh teman-teman sekelasnya.


"Ehh kalian baru berangkat?kok sama sih berangkatnya?abis honeymoon ya."


"Cie Sagiri sama Roman udah jadian ya."


"Ah sudahlah jangan berisik,apa kalian tidak lihat kepalaku diperban apa?emangnya ini yang namanya honeymoon hah?"dengan nada marah.


"Iya deh percaya hehe."Jawab Linda dan Siska


"Yaudah syukurlah kalau paham."


Tiba-tiba dua anak laki-laki yang selalu meledek Roman,menghampirinya.


"Eh mau ngapain,siapa ya?"


"Kampret dia kaya hilang ingatan,kau tidak mengenal kami?Aku Rhafi yang selalu ngeledek kamu.Dan ini Ariel.Masa gak inget."


"Ohh...mau ngapain?ngeledek juga?dengan nada dingin.


"Gak lah kami mau berteman sama lu."


"Apa alesannya.Bukannya lu sama Ariel suka ngeledekin gua terus."


"Hehe maaf ya udah enggak sih,kirein lu gak sekolah jangan-jangan wafat.Eh ternyata masih hidup.Gua sama Ariel kasian aja ama lu.Mau nemenin lu ya?"


"Gila ya pikiran lu,orang pengen idup malah disangkain mati.Emangnya gua selemah itu apa?"dengan nada sombongnya.


"Eh ya gua minta maaf kan kirein doang kok.Jadi mau kan."


"Yodahlah terserah mau lu apa dah."


"Sayang,kenapa begitu?Rhafi kan cuma mau temenan sama kamu itu."


"Sa...sayang?sumpah lucu banget Roman udah punya pacar jhahaha."Tertawa Ariel sambil menabok punggung Rhafi yang juga ikut tertawa.


"Kamu kenapa manggil aku gitu sih.Pribadi aja kali.Liat tuh baru aku anggap udah ngeledek lagi."


"Maaf Roman aku gak sengaja kok."dengan mata berkaca-kaca.


"Huh ya ampun iya iya...jangan diulangin lagi ya putri ku...Eh maaf keceplosan Sagiri."


Sagiri jadi malu mendengarnya,dan tertawanya Rhafi dan Ariel tambah keras.


"Sa...sayang,putriku jhahaha ngakak aku mann mann hahaha."


"Udahlah berisik,sudah mau pelajaran.Kalian pergi ketempat duduk kalian sana!"


"Iyaa...iyaa putriku jhahaha ya ampun gak bisa berenti ya Ril."mereka tertawa sambil berjalan menuju tempat duduk mereka.


"Sa...Sagiri diem aja?kamu kenapa?sakit ya?!"


"Enggak kok,reflekmu buatku malu aja."


"Udahlah,maaf ya gak sengaja tadi sumpah."

__ADS_1


"Gak papa kok aku juga bahagia."


Aduh Sagiri terlalu terobsesi dengan kata-kata ku tadi.Aku harus menjaga mulutku kalau disekolah.


__ADS_2