Indahnya Waktu

Indahnya Waktu
Size


__ADS_3

"A-apa nggak ada tangga biasa tuan?" Indah menelan ludah saat mereka hendak naik ke lantai atas menggunakan eskalator.


"Kenapa? you takut?" Tanya Daniel sambil memperhatikan raut wajah Indah.


"Tenang aunty. semuanya akan baik-baik saja!" Kata Han sambil memperlihatkan tautan tangan mereka.


Tapi Indah masih saja takut. Saat pertama kali naik eskalator bersama Sofiyah ia merasa seperti ada gempa karena tangganya bisa berjalan sendiri. Dia juga takut saat waktunya sampai di lantai atas. Takut tak bisa menginjakkan kaki tepat waktu sehingga kakinya akan terjepit di tangga itu.


Daniel kemudian berdiri di sisi Indah. Ia mencengkeram lengan kecil Indah kemudian menariknya dengan pelan. Kini Han dan Daniel yang mengapit Indah yang sedang berjuang untuk melawan rasa takutnya.


Wanita bergamis hijau tua itu memejamkan mata saking takutnya. Satu tangannya mengepal kuat dan Ia pasrah saja saat Daniel dan Han membawanya ke eskalator.


"Sudah sampai ..." Kata Daniel setelah beberapa saat. Ia berbisik di bagian telinga wanita yang berdiri di sebelahnya dan masih memejamkan mata.


"Huft.... Alhamdulillah.... bisakah nanti kita turun lewat tangga biasa saja?" Tanya Indah yang sudah membuka matanya kembali karena merasa jika bumi yang diinjak kini sudah tidak berputar-putar dan sudah kembali normal .


Sayangnya Daniel dan Han sama sekali tak merespon. Pria muda itu berjalan ke tempat yang ia tuju tanpa memperhatikan wajah cemberut Indah. Wanita manis itu pun tak punya pilihan lain selain mengikuti sang atasan. Status nya adalah seorang bawahan yang harus menuruti perintah tuannya. Apalagi kali ini ia akan dibayar 3 kali lipat. Bukankah ini suatu anugrah?.


"Tuan, non Fiyah kemarin ke toko yang itu tadi tuan..." Indah memberitahu Daniel barangkali saja ia tidak tahu tempat perlengkapan kamar yang ia cari dan tempat itu baru saja mereka lewati


"I berubah pikiran " Kata Daniel kemudian masuk ke salah satu toko pakaian langganan nya.


Indah yang masih menggandeng Han hanya mengikuti langkah kaki si majikan. Ia terperangah saat melihat baju dan pakaian yang berjejer disana. Sungguh indah dipandang mata. Sekali lihat saja orang akan tahu kalau barang-barang yang dijual disana adalah barang-barang berkelas dan mewah. Toko untuk orang-orang menengah ke atas dengan penghasilan di atas rata-rata dan untuk orang-orang sepertinya itu hanyalah sesuatu yang hanya boleh dilihat mata tapi tak boleh di bawa ke hati karena isi dompet tidak akan bisa mencukupi.


"Aku duduk di sana saja aunty!" Kata Han sambil melepas kan tangannya dari genggaman Indah.

__ADS_1


"Biar saya temani den...!" Kata Indah kikuk.


Masuk ke tempat seperti itu membuatnya salah tingkah. Terlihat sekali kalau ia baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat seperti ini dan penampilannya sungguh jauh berbeda dengan orang-orang yang berada di sana. Ia merasa tak nyaman tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Biarkan Han disana!" Kata Daniel melihat keraguan pegawai kesayangannya.


"Dia aman disana!" Kata Daniel lagi.


"Ikut I ...." perintah Daniel.


"Baik tuan!" Indah menelan ludah lagi karena tatapan tak biasa dari pengunjung lain.


Daniel tiba-tiba berbalik badan sehingga membuat Indah hampir saja terjatuh kalau saja si majikan tidak segera menangkap kedua lengannya.


"Bisa tidak you berhenti manggil I tuan. it is weird, aneh tau nggak ?"


"I-iya ..... tolong lepaskan dulu tangannya..!" Kata Indah sambil berusaha melepaskan tangan tuannya yang berwarna putih seperti susu.


"No. Panggil I koko dulu !"


"Koko kok koko? Nanti saya dikiranya manggil tuan Koko tuan?" Kata Indah belibetan.


Pandangan mata Sinyo seolah menusuk jantungnya, menakutkan tapi entah kenapa Indah malah ingin tersenyum saat melihat mata sipit Daniel membola. Detak jantung Si tuan muda menjadi tak beraturan saat mata mereka beradu pandang. Buru-buru ia melepaskan tangannya yang sedang memegang lengan Indah. Wajahnya menjadi merah saat melihat senyuman Indah untuk nya. Ia menjadi malu seperti seorang gadis yang sedang diperhatikan oleh kekasihnya.


Entah kenapa Indah merasa suasananya berubah menjadi lucu. Ia menutup mulutnya agar bibirnya tak tertawa saking senangnya melihat reaksi Daniel. Ia jadi ingin menggodanya sekali lagi.

__ADS_1


Daniel mengipasi mukanya yang merah merona, ia berusaha meredakan jantungnya agar kembali berdetak normal dan bisa bersikap seperti lelaki yang keren dan macho. Bukan malah seperti sekarang. Ini sungguh memalukan. Bukannya dia yang membuat Indah malu dan salah tingkah malah dia sendiri yang kelabakan saat menatap senyum Indah yang menawan.


Daniel menghentikan langkah nya kemudian menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Ia harus segera membalik keadaan. Tak mau dipermalukan si manis yang kini berdiri di belakangnya.


"Pilihkan beberapa pakaian kerja dan celananya juga!" Katanya dengan raut muka serius, mencoba mengintimidasi si gadis manis.


"Baik Ko...!" Jawab Indah sambil memandang sinyo yang sekarang merubah panggilannya menjadi Koko.


Blush..... Wajah Daniel kembali memerah saking bahagianya mendapat panggilan dari orang yang ia suka. Ia segera memalingkan muka. Tak ingin ketahuan kalau wajahnya lagi-lagi merona.


"Ehm...." Pria bermata sipit itu mencoba mengontrol hatinya agar kembali menjadi pria yang diidam-idamkan banyak wanita. Cool dan berwibawa. Ia sudah kalah 2-0 dan harus segera membalik keadaan. Pantang bagi seorang pria dikalahkan dalam urusan seperti ini.


'Kalau kau tidak bisa membuat Indah tersipu malu tidak usah pakai celana Han, pakai rok saja' Ejek hatinya sendiri.


Sedangkan Indah kini sedang memilih kemeja untuk sang tuan. Ia memilih tiga pasang pakaian dengan warna yang senada. Iseng-iseng ia melihat harga yang tertera di kemeja yang sedang ia bawa. Matanya membelalak melihat angka yang berjajar panjang di balik kemeja.


'Kenapa untuk satu pakaian saja harganya bisa semahal ini? Kalau beli di pasar bisa dapat 10 pasang atau bahkan lebih' Jiwa miskinnya meronta-ronta.


Tanpa ia sadari Daniel sudah membawanya di bagian ****** ***** pria. Matanya melotot saat ruang pandangnya disuguhi pakaian paling pribadi seorang pria. Pikirannya yang baru saja melalang buana kini kembali ke dunia nyata.


"Pilihkan 3 ****** ***** untukku!" Bisik Daniel di telinga Indah yang seketika membuatnya diam terpaku.


Posisi keduanya pasti akan membuat orang salah sangka karena saat ini Indah sedang menghadap ke arah pakaian dalam pria sedang Daniel berada di belakangnya.


"You tahu my size kan?" Bisik Daniel lagi yang sukses membuat si janda kembang ini mati kutu dibuatnya. Meski ia belum paham benar dengan kata-kata yang diucapkan Daniel tapi ia bisa membuat kesimpulan kalau size artinya adalah ukuran.

__ADS_1


__ADS_2