
Begitu Han masuk ke dalam mobil , Indah langsung ikut duduk di jok bagian belakang disamping putra Sofiyah. Rasa kesal atas ulah Daniel barusan, menghilangkan rasa sungkan pada si majikan. Ia tak mengindahkan tatapan tuannya. Tak perduli akan apa yang akan terjadi nantinya.
Wanita berhijab itu merasa terinjak harga dirinya karena Daniel secara terang-terangan memintanya untuk memilihkan pakaian d*l*m padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa. Dia merasa seperti wanita murahan yang tidak ada harga dirinya.
Daniel pun akhirnya diam saja karena menyadari ulahnya barusan sedikit keterlaluan. Ia tahu kalau Indah sedang marah padanya. Padahal tadi niatnya hanya bercanda tapi ternyata Indah menanggapinya dengan serius. Lelaki bak artis Korea itu mendesah pasrah. Ia pun akhirnya duduk di depan mengemudi mobilnya sendiri. Kini ia terlihat seperti seorang supir pribadi yang sedang mengantarkan majikannya berbelanja.
Cinta memang bisa melupakan segala-galanya tak pandang tempat tak pandang usia.
"Onty tahu kisahnya Nabi Ibrahim saat menyembelih Nabi Ismail?" Tanya Han setelah mobil melaju di tengah teriknya panas matahari.
Indah menganggukkan kepala. Ia masih malas untuk berbicara.
__ADS_1
"Ceritain dong aunty !!" Kata Han penasaran. Ia pernah membaca kisahnya di buku yang dibelikan maminya tapi ia ingin mendengarkan kisah itu langsung dari Indah.
Indah menoleh pada Han yang memandangnya penuh harap. Ia jadi rindu pada putranya. Wanita cantik nan manis itu kemudian membersihkan pikirannya agar ia bisa bercerita dan sedikit berbagi ilmu yang ia tahu.
"Saat itu Nabi Ibrahim mengunjungi istri dan putranya yang beranjak remaja di daerah Mekkah. Tempat yang dulunya tandus dan kering kerontang itu kini sudah berpenghuni dan menjadi suatu pemukiman.Menurut sejarah itu adalah kali ke dua Nabi Ibrahim bertemu Ismail sejak beliau meninggalkannya saat masih bayi. Anak yang diharapkan sudah tumbuh menjadi anak yang tampan dan baik hati. Hatinya menjadi bahagia dan berbunga-bunga.
Tapi kemudian Alloh menguji Nabi Ibrahim untuk mengetahui seberapa besar cinta Nabi Ibrahim kepada Alloh. Kholilurrahman itu bermimpi menyembelih putranya.
Setelah itu Nabi Ibrahim tidak langsung mengerjakan perintah Tuhannya karena hal itu menyangkut putranya. Beliau terlebih dahulu mengajak putranya yang khalim ini untuk bermusyawarah terlebih dulu. Beliau berkata," Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku aku menyembelih mu. Maka coba kemukakan yang jadi pendapatmu!"
"Wahai ayahku kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" Jawab Ismail as.
__ADS_1
Nabi Ismail kemudian meminta kepada Nabi Ibrahim agar menutupinya dengan kain agar darahnya tidak menciprat ke baju sang ayah. Dia khawatir jika sang ibu mencuci baju sang ayah dan melihat darahnya, ibunya akan menangis karena mengingatnya.
Maka Bapaknya para Nabi itu mengajak putranya ke Mina. Kemudian dibaringkanlah Nabi Ismail dengan ditutupi selembar kain putih. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sama-sama memejamkan mata. Mereka berpasrah diri dengan ikhlas pada sang Pencipta dengan menunaikan perintahNya. Meskipun dengan berat hati tapi keduanya ikhlas menjalankan perintah Tuhan semesta alam"
Saat keduanya memejamkam mata malaikat Jibril datang menukar Ismail dengan seekor domba dari surga.
Hal ini dihelaskan dalam Al Qur'an surat Assoffat ayat 104-108 di jelaskan
"Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian . Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” Indah bercerita panjang lebar menjelaskan apa yang pernah ia pelajari sebisa mungkin.
"Bukannya kalau ikhlas itu melakukan segala sesuatu dengan ringan tanpa beban?" Tanya Daniel sambil memandang kaca spion tengah.
__ADS_1
"Enggak. Orang ikhlas nggak harus seperti itu"