Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Toko Kue


__ADS_3

"Jack..." Seorang pria seumuran Jacob tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya tanpa mengetuk pintu.


"Mana sopan santunmu Mark?" Jacob menatap pria bernama Mark itu dengan tatapan tajam tidak suka.


"Maaf, aku pikir kau hanya sendiri" pria berambut sebahu berkulit putih itu melirik ke arah Gemini.


"Um, Jack aku keluar saja" Gemini menyusun piring-piring bekas mereka ke dalam nampan dan keluar meninggalkan Jack dan pria bernama Mark itu.


"Aku tidak memintamu untuk datang! Kenapa kau datang?" Tanya Jacob dingin.


"Aku ingin memberikan ini padamu. Kau masih ingat dengan Luisa? Dia memiliki pita rambut sama persis dengan yang ada di lenganmu itu" Mark menyerahkan iPadnya pada Jacob.


"Lalu kenapa? Kau ingin mengatakan dia adalah gadis kecil itu? Jangan konyol!" Jacob enggan berminat melirik informasi yang Mark berikan sedikitpun.


"Bukankah kau mencari gadis itu? Bagaimana jika Luisa memang adalah dia?" Tanya Mark menyelidik.


"Jangan lupa Mark, Luisa dan kita tidak berbeda jauh umurnya. Sedangkan aku yakin gadis itu berbeda belasan tahun dariku. Lagipula jika Luisa benar-benar gadis itu, maka aku menyesal sudah menyimpan perasaan ini begitu lama" Jacob menatap Mark dengan tatapan yang begitu mengerikan.


"Ya sudah, aku kan hanya menyampaikan padamu. Ngomong-ngomong wanita yang tadi luar biasa. Tidak seperti yang selama ini kau jadikan kekasih. Apa aku..."


"Jangan pernah bermimpi Mark! Dia istriku dan hanya milikku!" Jacob menekan setiap katanya.


"Ah...sepertinya seorang Jacob benar-benar sudah melepaskan cinta pertamanya dan memilih gadis biasa itu. Tapi ingat Jack! Yang kau punya, aku juga merasakannya" Mark tersenyum meremehkan sambil mengelus bibirnya.


"Coba saja jika kau mampu membuat istriku sujud padamu seperti para j**ang itu" Jacob tersenyum sinis dan memilih keluar dari ruangannya meninggalkan Mark sendirian.


"Jack, jangan panggil aku Mark jika aku tak mampu membuat setiap wanitamu berlutut padaku termasuk yang kau panggil istri itu" Mark bergumam dan keluar dari ruangan Jacob.

__ADS_1


••••••••••


"Gemi, apa yang sedang kau lakukan?" Jacob melihat Gemini sedang sibuk di dapur dan langsung menghampiri istrinya.


"Aku sedang membuat kue bolu. Semoga kau suka" Gemini tersenyum menyambut pelukan suaminya.


"Apa masih lama?" Tanya Jacob yang mulai mencium aroma wangi dari kue yang sedang Gemini panggang.


"Mungkin beberapa menit lagi" Gemini mengecup pipi Jacob membuat pria itu tersenyum manis.


"Temanmu itu sudah pulang ya?" Tanya Gemini penasaran.


"Wow..ada yang mencariku rupanya" Mark menghampiri Jacob dan Gemini dengan senyum manisnya.


"Enyah dari rumahku Mark!" Jacob sedikit meninggikan suaranya.


"Ups, ya sudah. Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi kakak ipar" Mark mengedipkan sebelah matanya dan berlalu keluar dari mansion Jacob.


"Adik tiriku dari Ibu yang berbeda. Ibunya adalah simpanan Ayahku" Jacob menjawab malas sambil melihat istrinya memotong seloyang kue bolu yang tampak menggiurkan.


"Tapi sepertinya dia tidak beda jauh darimu? Lalu Elbert?" Gemini kembali bertanya karena masih penasaran.


"El ada setelah Ayahku meninggalkan Ibunya dan kembali pada Mommy" Jacob kini mulai menikmati kue buatan istrinya.


"Sayang, ini lezat sekali!" Jacob tersenyum bahagia dan tiba-tiba mengecup kening Gemini. Bak seorang anak kecil yang mendapat cemilan enak dari Ibunya, Jacob melahap hampir semua kue bolu buatan Gemini. Gemini tersenyum gemas melihat tingkah suaminya. Gemini tidak menyangka jika suaminya bisa berubah begitu manis dengan hanya menikmati makanan enak.


"Sayang, kau ingin bekerja kan?" Tanya Jacob antusias.

__ADS_1


"Em..tapi perusahaanmu saja tidak ada lowongan" Gemini memanyunkan bibirnya.


"Tidak harus di perusahaanku. Bagaimana kalau kau membuka toko kue yang menjual kue-kue khas Indonesia?" Usul Jacob sambil menarik istrinya mendekat padanya.


"Apa akan ada peminat?" Tanya Gemini ragu.


"Pasti akan ada! Nanti aku akan bantu untuk mempromosikan tokomu, bagaimana?" Jacob menatap Gemini penuh harap.


"Kalau suamiku sudah mendukung, maka aku akan mencoba mewujudkannya" Gemini memeluk erat Jacob dan hal itu membuat Jacob merasakn debaran yang tidak karuan pada jantungnya.


"Terima kasih Jack. Kau sudah memberiku semangat dan kebahagiaan kecil ini" Gemini hendak melepaskan pelukannya namun Jacob menahannya.


"Biarkan seperti ini agar kau tidak melihat aku menghabiskan kuemu" Jacob terkekeh pelan sedangkan Gemini mencibir memukul pelan punggung suaminya.


••••••••••


"Mark, bagaimana? Apa dia percaya?" Tanya seorang wanita yang langsung duduk di atas pangkuan Mark begitu Mark memasuki kamarnya.


"Dia tidak bodoh Luisa! Sekarang sebaiknya kau carikan pelayan yang bisa bekerja dengan baik agar aku punya alasan ke rumah itu lagi!" Mark mendorong wanita bernama Luisa itu. Luisa mencibir dan segera menghubungi seseorang dengan ponselnya sedangkan Mark menanggalkan pakaiannya.


"Sudah dapat. Seorang wanita paruh baya yang sudah berpengalaman dan ramah. Dia juga mempunyai seorang putri yang sudah biasa menemaninya bekerja" jelas Luisa memeluk Mark dari belakang.


"Jangan menyentuhku tanpa kuminta!" Mark menepis tangan Luisa kasar dan langsung keluar dari kamarnya setelah mengenakan celana pendek tanpa baju atasan.


"Istrimu kan Jack? Kita buktikan sejauh mana kesetiaan wanita itu padamu!" Mark tersenyum sinis sambil memukul samsak tinju di ruang gym pribadinya.


...~ TO BE CONTINUE ~...

__ADS_1


#####


Pengantin baru mulai sweet banget ya...tapi badai juga selalu berusaha menghadang nih...


__ADS_2