
"Gem, udah siap?" Tanya Lidya menghampiri putrinya. Gemini berbalik dan tersenyum pada Ibunya. Ia tampak begitu anggun dalam balutan gaun pengantin model off shoulder.
"Anak Mama selalu cantik yah" puji Lydia pada anak gadisnya.
"Lagian kenapa sih harus heboh gini? Padahal ini udah pernikahan yang kedua buat Gemi" Gemini tersenyum menyembunyikan perasaan sedihnya. Bagaimana tidak sedih jika selama satu minggu mempersiapkan pernikahan ini ia hanya diam dan seperti orang bodoh. Ia hanya menuruti semua yang diinginkan Jacob dan Monica. Meski Monica tidak sekejam Jacob, tapi tetap saja Gemini diabaikan oleh Ibu dan putra itu.
"Kedua buat kamu Gem, pertama buat Jacob" Lydia tersenyum bahagia. Jika sudah begini, Gemini sudah tidak tahu harus berkata apa. Ibunya juga sangat bahagia saat mendengar Jacob akan menikahinya. Bahkan Jacob sangat lihai bersandiwara dan bersikap manis di depan Ibunya.
"Ya udah, keluar yuk" Lydia pun menuntun putrinya keluar dari kamar hotel itu menuju ke ballroom tempat acara pemberkatan pernikahannya akan diadakan. Gemini tidak tahu menahu banyak tentang pernikahannya kali ini, ia hanya melakukan apa yang disuruh oleh Jacob dan Monica.
Memasuki ballroom hotel itu, Gemini sudah bisa melihat sang calon suami berdiri gagah dengan gaya angkuhnya di atas mimbar pemberkatan. Gemini hanya tersenyum kecil kepada beberapa anggota keluarganya dan keluarga Jacob. Sesampainya di depan mimbar, Lydia pun menyerahkan putrinya pada Jacob.
"Terima kasih, Ma. Aku janji akan menjaga Gemini dengan baik" Jacob tersenyum begitu manis. Ingin rasanya Gemini merobek bibirnya itu.
Setelah Lydia mundur, seorang pendeta pun memulai acara pemberkatan pernikahan itu. Semuanya mengikuti dengan kusyuk ibadah tersebut. Gemini pun sesekali meneteskan air mata, bukan terharu tetapi ia kembali mengingat Elbert. Dua minggu yang lalu statusnya adalah istri Elbert, pria yang sangat ia cintai. Tapi hari ini sebentar lagi ia akam menjadi istri Jacob, kakak dari pria yang ia cintai.
"Saatnya kedua mempelai mengucapkan janji suci pernikahan" sang Pendeta mengarahkan Jacob dan Gemini untuk berhadapan. Jacob dipersilakan untuk memulai duluan.
"Aku Jacob Leonathan, mengambil engkau Gemini Widianto sebagai istri dan pendampingku satu-satunya. Aku berjanji akan selalu mencintai, melindungi, menyayangi, dan membimbing engkau. Tidak peduli dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, hingga maut yang akan memisahkan kita" Jacob mengakhiri ucap janji sucinya lalu menyematkan cincin pernikahan mereka ke jari manis Gemini.
"Aku Gemini Widianto, menerima engkau Jacob Leonathan sebagai suami dan pendampingku satu-satunya. Aku berjanji akan selalu mencintai, menghargai, dan tunduk menghormati engkau. Tidak peduli dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, hingga maut yang akan memisahkan kita" Gemini juga sudah menyelesaikan ucap janji suci dan menyematkan cincin pernikahan mereka pada jari manis Jacob.
__ADS_1
"Dan kini kedua mempelai telah sah menjadi suami-istri di hadapan Tuhan dan di mata hukum" sang pendeta mengakhiri ibadah pemberkatan itu dengan doa.
Setelah semuanya selesai, Jacob dan Gemini diijinkan kembali ke kamar. Tidak ada resepsi yang megah, Jacob yang tidak menginginkan hal itu. Jadi setelah ibadah pemberkatan tadi, hanya ada makan bersama dengan kedua belah pihak keluarga. Jacob dan Gemini kini sudah ada di dalam kamar mereka. Suite room yang ditempati Jacob tadi malam. Gemini sedari tadi sibuk melepaskan hiasan di rambutnya.
"Wanita memang selalu merepotkan" gumam Jacob meledek. Gemini memilih diam dan enggan merespon sang suami. Tidak ada gunanya berdebat dengan pria arogan seperti itu, pikirnya. Selesai melepaskan semua hiasan rambutnya, Gemini menyisir rambut panjangnya hingga tergerai indah. Kemudian ia hendak mengganti gaun pengantinnya.
"Tuan, boleh tutup mata sebentar? Aku akan mengganti gaunku" pinta Gemini sopan. Jacob tersenyum dan langsung menutup matanya. Gemini segera membuka gaun pengantinnya, tapi ia justru kesulitan karena resleting gaunnya berada di belakang.
"Bisa bantu aku? Resleting gaunku di belakang" pinta Gemini setelah mendekat pada Jacob yang sedari tadi berbaring di ranjang. Jacob bangung dari posisinya dan membuka resleting gaun Gemini secara perlahan sedangkan jari telunjuknya sengaja ia dekatkan pada punggung Gemini untuk menggoda gadis itu. Gemini menggigit bibirnya merasakan sentuhan sensual suaminya.
Setelah resleting gaun itu terbuka, Jacob berinisiatif menurunkan gaun Gemini hingga punggung indah Gemini tampak jelas di depan matanya. Jacob menelan kasar ludahnya melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Jacob memang belum pernah melihat tubuh wanita manapun selain Gemini. Jacob bukan tipe pria player meski ia beberapa kali pernah menjalin hubungan dengan beberapa wanita, tapi tidak sampai ia bawa ke atas ranjangnya.
"Mau kemana?" Tanya Jacob kembali melepaskan semua gaun Gemini hingga tubuh indahnya benar-benar terekspos utuh. Hanya bagian bawah yang ditutup kain segitiga renda sedangkan bagian atasnya tidak ada pelindung sama sekali. Gemini segera menutup tubuhnya dengan tangannya dan memalingkan wajahnya.
"Kau cantik" bisik Jacob di telinga Gemini dan langsung menyerang leher putih Gemini. Jacob sadar, baru Gemini yang mampu membuatnya kacau seperti ini. Dulu meskipun para wanita menari di depannya tanpa mengenakan apapun, ia tidak akan tergiur. Tapi entah kenapa, hanya melihat bibir mungil Gemini mampu membuat ia merasakan panas luar biasa.
"Kau milikku sekarang Gem!" Bisik Jacob lagi dan melepas tangan Gemini yang menutupi gunung kembarnya dan mulai menikmati gundukan kenyal itu. Gemini sesekali menjambak rambut Jacob dan menggigit bibirnya agar tidak mendesah.
"Keluarkan saja Gem, tidak ada yang melarang kita" titah Jacob yang tahu istrinya itu sedang menahan diri. Pada akhirnya Gemini kalah dan mengeluarkan suara-suara seksinya.
"Jack, hentikan!" titah Gemini tiba-tiba saat tangan Jacob hendak masuk ke bagian terinti Gemini.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Jacob kesal.
"Aku-aku belum siap jika harus lebih jauh" Gemini memalingkan wajahnya lagi.
"Terserah" Jacob turun dari ranjang dan berjalan keluar ke balkon. Ia merasa benci karena ditolak istrinya sendiri. Biasanya dia yang menolak para wanita yang menggodanya. Untuk pertama kalinya ia ditolak dan perempuan itu istrinya sendiri.
Gemini segera menggunakan kesempatan yang ada untuk mengenakan pakaiannya. Selesai mengenakan pakaian, ia menyusul Jacob ke balkon. Gemini baru tahu kalau Jacob ternyata seorang perokok.
"Jack," Gemini memberanikan diri memeluk suaminya dari belakang.
"Semua ini terlalu cepat. Aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri" jelas Gemini berharap suaminya mengerti.
"Sejujurnya aku belum pernah melakukan hal itu bahkan dengan Elbert sekalipun. Hal paling nakal yang kami lakukan hanya berciuman panas. Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa, tapi aku butuh waktu" jelas Gemini lagi. Garis miring tercipta di bibir Jacob karena mengetahui dirinya akan menjadi pertama untuk Gemini. Tapi Jacob tetaplah Jacob yang akan mempertahankan gengsi dan arogannya.
Pria itu melepaskan tangan Gemini dengan kasar dari perutnya. Ia berbalik dan menatap tajam istrinya. Bibirnya sengaja menyunggingkan senyum menghina.
"Aku tidak butuh penjelasanmu! Jika kau tidak mampu melayaniku, aku bisa mendapatkan layanan itu di luar sana!" Jacob menyenggol pundak Gemini dengan sangat kuat dan keluar meninggalkan Gemini begitu saja.
"Sabar Gem! Lo harus sabar! Ini udah jalan yang lo pilih dan jangan sampe lo nyesel karna gak akan gunanya" Gemini mengelus dadanya berusaha menyemangati dirinya sendiri untuk sabar menghadapi sifat keras Jacob.
...~ TO BE CONTINUE ~...
__ADS_1