
"Hoam..." Gemini menguap kecil sesaat baru tersadar dari tidurnya. Gemini tersenyum melihat wajah tampan di depannya.
"Semakin hari kau sepertinya semakin tampan" Gemini menelusuri garis wajah suaminya dengan telunjuknya.
"Shhh..." Gemini meringis karena merasakan bagian bawahnya sesak, ia harus buang air kecil sekarang. Gemini memindahkan lengan kekar Jacob secara berhati-hati dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lupa ia membawa testpack yang sudah ia beli kemarin ke dalam kamar mandi.
Gemini menampung urinenya menggunakan sebuah wadah kecil lalu mencelupkan sepuluh testpack yang ia beli ke dalam wadah itu sekaligus. Gemini mondar-mandir sambil merapalkan doa. Entah doa apa yang dirapalkan, ia sendiri pun tidak tahu. Belasan menit kemudian semua testpack itu mulai menunjukkan hasilnya satu persatu. Gemini mengambil satu persatu dari wadah kecil itu.
"Hah..." Gemini mendesah kecewa karena semuanya menunjukkan hasil negatif. Ia mencoba tersenyum dan keluar dari kamar mandi lalu membuang semua testpack itu ke dalam tempat sampah.
"Sayang..." Suara Jacob membuat Gemini terperanjat kaget.
"Kau sudah bangun?" Tanya Gemini mencoba untuk tersenyum.
"Bagaimana hasilnya?" Jacob sambil melambaikan tangannya pada istrinya.
"Semuanya negatif" Gemini memeluk Jacob dengan perasaan sedih.
"Sudah, jangan dipikirkan. Nanti jika sudah waktunya juga kita akan mendapatkan bagian kita" Jacob mengusap punggung istrinya.
"Ya sudah, ayo kita bersiap untuk bekerja. Akhir pekan nanti aku akan membawamu jalan-jalan" Jacob menuntun istrinya kembali masuk ke dalam kamar mandi.
••••••••••
"Pagi Clarissa..Bi Na mana?" Gemini menyapa anak gadis Bi Na yang sedang sibuk di dapur. Clarissa berbalik dan tersenyum pada majikannya sedangkan Gemini justru kaget dengan pakaian yang Clarissa pakai. Sangat ketat hingga membuat lekuk tubuhnya begitu menonjol.
"Ibuku sedang tidak sehat pagi ini, jadi aku yang menggantikan beliau. Semoga masakanku tidak buruk" Clarissa tersenyum begitu manis dan malu-malu.
"Clarissa, sebaiknya kau jangan..."
__ADS_1
"Sayang, sarapannya sudah siap?" Tanya Jacob yang baru keluar dari kamarnya menghampiri sang istri. Jacob menggeleng kecil saat melihat penampilan Clarissa. Bukan tergoda, ia justru sudah terbiasa melihat perempuan dengan pakaian seperti itu di negaranya ini.
"Em, sudah. Tapi hari ini Clarissa yang memasak. Bi Na sedang tidak sehat" Gemini dan Jacob pun duduk di kursi meja makan.
Clarissa menghidangkan makanan yang ia masak untuk kedua majikannya. Entah kenapa Gemini perhatikan, Clarissa sepertinya sangat sengaja menghidangkan makanan-makanan itu dengan gerakan erotis dan menggoda.
"Clarissa, sepertinya sudah cukup!" Jacob menghentikan pergerakan gadis itu karena merass tak nyaman dan tidak ingin istrinya kesal lebih lama. Ia dan Gemini pun segera menyantap makanan yang dihidangkan oleh Clarissa. Tidak ada pujian apapun untuk gadis itu. Setelah selesai sarapan, keduanya pun berangkat ke tempat kerja masing-masing menggunakan mobil masing-masing. Jacob ada rapat penting pagi ini dan Gemini ada pesanan pertamanya untuk malam ini.
••••••••••
"Gem, gimana hasilnya?" Riska bertanya lembut padahal Gemini yang sudah seperti anaknya sendiri meski wanita itu tidak pernah menikah.
"Negatif tan" Gemini menjawab malas.
"Ya udah, jangan terlalu dipikirkan. Yang tante tau juga bule kayak Jack engga akan terlalu mempermasalahkan keturunan deh. Mereka terbiasa hidup bebas dan santai" Riska mencoba untuk menenangkan wanita muda itu.
"Iya tan. Tapi Gemi engga akan berhenti berusaha" Gemini tersenyum pada Riska.
"Kakak ipar" Mark datang dengan membawa buket bunga mawar merah dan memberikan bunga itu pada Gemini.
"Kenapa kau?" Gemini enggan menerima bunga itu dan sengaja menyibukkan diri.
"Untukmu sayang. Terimalah" Mark kini berdiri di depan Gemini dan memaksa Gemini menerima bunganya. Gemini terpaksa menerima bunga itu dan meletakkan asal di atas meja.
"Ck, jangan mengabaikanku seperti itu" Mark dengan sangat kurang ajar menarik Gemini hingga Gemini kini berada dalam pelukannya.
"Mark, lepaskan aku!" Gemini memberontak namun Mark semakin mempererat pelukannya.
"Kenapa? Bukankah kau sudah merasakan hal sepele seperti ini? Di sini kau bisa bebas melakukannya dengan siapapun asal kau mau" Mark hendak mencium Gemini namun tangan Gemini lebih cepat mencapit bibir Mark.
__ADS_1
"Jangan keterlaluan!" Gemini menginjak kaki Mark dengan ujung heels yang ia kenakan hingga Mark mengerang kesakitan dan melepaskan pelukannya.
"Aku adalah istri Jacob, kakak tirimu! Mungkin kau bisa memperlakukan semua wanita sama dan bisa merendahkan mereka. Tapi aku tidak akan pernah termakan bujuk rayumu! Sekarang pergi atau aku yang akan mengusirmu!" Gemini menghardik Mark dengan tangannya.
"Tunggu saja nanti!" Mark meninggalkan toko kue Gemini dengan perasaan marah dan malu.
"Nyebelin banget sih! Sok kecakepan" Gemini merutuk kesal pada pria yang sebenarnya memang tampan itu.
••••••••••••
"Jadi bagaimana Tuan Jack? Kau mau menjadi arsitek utama untuk proyek kali ini?" Tanya seorang pria paruh baya kepada Jacob.
"Sepertinya akan menarik. Tapi aku akan diskusikan dengan istrik, Tuan Lee. Kau tahu kan jika sudah berkeluarga, kita tidak bisa egois. Juga proyek ini akan membuatku sibuk jika aku menjadi arsitek utamanya" Jacob tersenyum ramah pada pria yang ia panggil Tuan Lee itu.
"Baik, tidak masalah. Masih ada waktu untuk memikirkannya. Kalau begitu aku permisi dulu" Tuan Lee berdiri dan meninggalkan ruangan Jacob setelah mereka bersalaman.
"Ya ampun, sudah jam tujuh rupanya. Apanya Gemi sudah pulang ya?" Jacob mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya namun tidak jadi karena ada pesan dari Gemini yang mengatakan ia akan pulang sebentar lagi. Jacob tersenyum dan tanpa membalas pesan itu, ia pun meninggalkan ruang kerja dan perusahaannya.
Ia segera melajukan mobilnya menembus ramainya jalanan malam itu. Senyumnya tidak pernah pudar sementara pikirannya sekarang selalu tertuju pada sang istri selain pekerjaannya. Sesampainya di mansion, tanpa memastikan mobil Gemini sudah ada atau belum, ia langsung masuk dan menuju ke kamarnya. Saat membuka pintu kamar, ia dapati kamarnya hanya diterangi oleh satu lampu tidur. Ada seorang wanita yang berdiri di balkon dan mengenakan lingerie sangat tipis. Jacob tersenyum dan menghampiri wanita itu lalu memeluknya dari belakang.
"Sayang..." Jacob berbisik dan mulai mencium tengkuk wanita itu. Wanita itu enggan membuka suara dan terus membiarkan Jacob menjamah tubuhnya.
"Kau nakal sayang..." Jacob membalikkan wanita itu hingga mereka berhadapan.
"Kau???"
...~ TO BE CONTINUE ~...
#####
__ADS_1
hayoo...itu siapa yang pengen banget jadi Gemininya Jacob?