Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Grand Opening


__ADS_3

"Dengan begitu aku menyatakan bahwa toko kue Gemini Cake Shop resmi dibuka!" Jacob mengakhiri kata-kata sambutannya dan langsung menggunting pita yang terikat di depan pintu toko kue Gemini bersama Gemini.


"Selamat sayang" Jacob memeluk istrinya dan menghadiahi istrinya sebuah kecupan manis di bibir.


"Terima kasih sayang. Semua berkat bantuan dan dukunganmu" Gemini tersenyum bahagia menatap dalam mata suaminya.


"Ayo semuanya silakan masuk dan cicipi berbagai hidangan kue khas Indonesia yang tersedia. Aku yakin kalian pasti akan suka" Jacob mempersilakan para tamu undangan yang semuanya adalah rekan bisnisnya. Setelah seminggu melakukan renovasi dan hampir tiga minggu Gemini latihan ini dan itu, akhirnya toko kuenya berhasil dibuka.


"Ayo sayang, aku kenalkan mereka padamu" Jacob menggandeng istrinya masuk ke dalam toko kue itu. Suasananya begitu ramai dengan canda tawa para tamu undangan.


"Wow...selamat kakak ipar atas pembukaan toko kuemu!" Mark datang bersama Luisa dan langsung menghampiri Jacob dan Gemini.


"Terima kasih" Gemini menerima buket bunga yang Mark berikan padanya sedangkan Jacob menatap adik tirinya itu tidak suka namun ia harus menahan semuanya.


"Selamat sayang" Luisa tanpa rasa canggung langsung memeluk Jacob. Jacob memaksa wanita itu melepaskan pelukannya namun dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kericuhan.


"Jaga kelakuanmu Luisa!" Jacob menunjuk wajah Luisa dan menatap tajam wanita itu. Luisa hanya terkekeh seolah meledek.


"Sayang, aku ke dapur dulu untuk memeriksa semuanya" Gemini tersenyum dan pamit. Gemini memutuskan untuk memakai jasa koki untuk membantunya dan ia sudah merekrut seorang teman Mamanya yang memang ahli membuat kue. Meski begitu Gemini tetap akan turun tangan sendiri karena ia tidak ingin menjadi pincang saat kokinya tiba-tiba berhenti nanti.


PRANGGG


Bunyi benda jatuh dari arah dapur membuat Gemini segera berlari untuk melihat apa yang terjadi. Begitupun para tamu undangan yang mendengar bunyi keras itu, langsung mendekat ke arah dapur.


"Tante, tante engga apa?" Gemini menghampiri wanita yang lebih muda dari Mamanya itu.


"Engga Gem, tadi tante engga sengaja kena pinggiran oven" wanita yang dipanggil tante itu menunjukkan lengannya yang memerah.


"Ya udah, tante Riska istirahat dulu aja" Gemini mengambil sebotol air mineral dan memberikan air itu kepada Riska.


"Makasih Gem. Maaf kuenya jadi hancur gitu" Riska menunduk merasa bersalah.


"Udah, yang penting tante engga kenapa-kenapa! Tante duduk aja dulu biar Gemi yang bersihin ini" Gemini menuntun Riska untuk duduk di kursi yang tersedia lalu ia mengambil sapu dan sekop sampah untuk membersihkan kekacauan Riska.


Jacob tersenyum melihat ketulusan istrinya. Semakin hari ia semakin memantapkan hatinya pada istrinya meski bayang-bayang cinta pertamanya masih ada di dalam benaknya.


"Luar biasa sekali hati istri Tuan Jacob"

__ADS_1


"Jika wanita lain mungkin sudah marah-marah dan membentak karyawannya"


"Hati Nyonya Leonathan begitu besar. Bahkan dia tidak ragu membersihkan kekacauan karyawannya"


Bisikan-bisikan tetangga terdengar. Jacob yang menyadari semua masih fokus melihat Gemini pun berbalik dan mengarahkan para tamu undangannya untuk kembali menikmati aneka hidangan kue yang tersedia.


"Tante, gimana kalo tante gabung ke depan dan jelasin beberapa kue tradisional di depan. Aku masih bingung kalo soal jelas menjelaskan" Gemini tersenyum kikuk pada teman Mamanya itu.


"Kamu yakin? Nanti tante malah ngacauin acara kamu lagi" Riska menatap ragu Gemini.


"Yakin tan. Beberapa aja, engga usah semuanya" Gemini pun mengarahkan Riska untuk keluar ke depan sementara ia melanjutkan pekerjaan Riska yang tersisa.


"Semoga aja tante Riska bisa betah kerja di sini" Gemini bergumam bahagia.


"Akh..." Gemini memekik kaget saat merasakan sebuah tangan besar melingkar di perutnya.


"Jangan takut! Ini aku" bisik sebuah suara berat dengan bibir yang mengecup tengkuk Gemini.


"Mark? Lepaskan aku!" Gemini meronta saat Mark semakin buas mencumbu tengkuknya.


"Kenapa? Apa Jack tidak pernah mengatakan padamu kalau apa yang ia punya akan ia berikan padaku setelah ia bosan!" Mark membalikkan Gemini hingga mereka berhadapan.


"Wow..baru kali ini ada wanita Jack yang menolakku! Luar biasa" Mark melepaskan tangannya dari lengan Gemini dan menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Karena aku bukan wanita murahan seperti yang harapkan! Setidaknya aku masih memiliki prinsip hidup!" Gemini menekan setiap katanya dan memilih fokus kepada pekerjaannya.


"Lalu kau dengan yakin Jack tidak akan membuangmu?" Tanya Mark yang kini sudah duduk di dekat Gemini.


"Jika dia membuangku, aku akan pergi dengan sukarela. Tapi aku tidak akan berlari ke dalam pelukanmu" Gemini menatap Mark kesal. Ingin rasanya Gemini memasukkan pria itu ke dalam ovennya yang masih menyala.


"Sayangnya aku yang akan menarikmu hingga kau berputar arah dan berlari padaku!" Mark akhirnya melangkah keluar dari dapur Gemini.


"Kepedean. Jauh cakepan kemana-mana suamiku kali" Gemini merutuk kesal dengan tingkah Mark. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya dengan tenang.


••••••••••


"Jack, ayolah!" Luisa memaksa mencumbu Jacob. Ia menarik Jacob menjauh dari keramaian.

__ADS_1


"Hentikan Luisa! Aku sudah menikah!" Jacob berusaha mendorong Luisa tapi wanita itu malah semakin menjadi.


"Justru karena itu sayang! Kau sudah merasakan nikmatnya, maka sekarang tidak ada yang perlu kau jaga lagi! Kau bisa lakukan dengan siapapun!" Luisa semakin brutal memaksa Jacob namun Jacob tetap berusaha menghindar. Jacob tidak mengira kalau wanita ini bisa punya kekuatan yang cukup besar untuk seorang wanita.


"Jack?" Suara Gemini menyelamatkan Jacob.


"Sayang, apa yang kalian lakukan?" Gemini menghampiri suaminya dan sengaja langsung memeluk Jacob.


"Tentu saja ingin menikmati sesuatu yang lebih nikmat dari kue-kue yang kau sediakan itu" Luisa menjawab dengan jutek.


"Sayang, ayo masuk. Di luar dingin, nanti kau bisa kepanasan" Gemini menarik suaminya meninggalkan Luisa. Jacob mengernyit dengan kalimat yang istrinya ucapkan.


"Sayang, Gemi...aku bisa jelaskan" Jacob menahan lengan Gemini hingga langkah mereka terhenti.


"Sayang, semua tidak seperti yang kau lihat. Dia yang menggodaku" Jacob meraih kedua tangan istrinya mencoba menjelaskan.


"Ya aku tahu" Gemini menatap tajam suaminya.


"Syukurlah" Jacob bernafas lega.


"Semua pria pasti akan mengatakan hal yang sama dan menyebut kalau wanita yang menggodanya lebih dulu" Gemini melepaskan tangannya dari genggaman Jacob.


"What? Sayang, astaga! Aku tidak berbohong, jika kau tidak percaya aku bisa buktikan lewat CCTV" Jacob berusaha menjelaskan.


"CCTV? Tempat itu tidak ada CCTV-nya Jack! Sepi dan gelap" Gemini kembali sibuk dengan pekerjaannya.


"Sayang, aku mohon! Semuanya hanya salah paham" Jacob berusaha meraih tangan Gemini namun Gemini terus mengindar.


"Kau akan tetap mendapatkan hukuman!" Gemini menatap Jacob dengan tatapan tak biasa.


"What?"


...~ TO BE CONTINUE ~...


#####


Ada yang mulai takut kehilangan dan ada yang mulai cemburu nih? 🙊🙊🙊

__ADS_1


Cemburunya beneran gak yah?


__ADS_2