
"Wah...ini rumahmu? Besar sekali" Gemini memutar badannya beberapa kali untuk memperhatikan isi rumah mewah yang lebih terlihat seperti mansion itu. Tidak langsung menjawab, Jacob beralih ke belakang Gemini dan merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya.
"Benar. Dan mulai hari ini menjadi rumahmu juga" Jacob menopang dagunya pada pundak istrinya. Jacob berusaha untuk memperlakukan gadis itu baik meski nyatanya sulit karena ia sudah terlanjur menempelkan citra buruk pada istrinya.
"Apa semua orang kaya di sini memiliki rumah seindah ini? Luar biasa..." Gemini sedikit menggoyangkan badannya ke kiri dan kanan. Jacob tiba-tiba melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Gemini secara kasar.
"Jadi kau berpikir untuk mencari pria kaya lain lagi di sini?" Tanya Jacob memegang kedua lengan Gemini dengan sangat kuat hingga gadis itu meringis.
"Jack, bukan itu maksudku. Aku hanya em..." Belum selesai Gemini menjawab, pria itu langsung membungkam bibir mungil istrinya dengan begitu kasar.
"Jangan pernah berharap kau bisa bermain di belakang dengan pria mana pun Gemini! Yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku hingga mautnya menjemputnya dan jika aku sudah tidak menginginkannya lagi" Jacob melepaskan tangannya dengan cukup kuat dari lengan Gemini hingga gadis itu hampir saja jatuh. Jacob meninggalkan Gemini sendirian di ruang utama mansionnya dan menaiki tangga lalu masuk ke dalam satu ruangan dan menutup pintu ruangan itu cukup kuat hingga membuat Gemini terperanjat.
Beberapa pelayan yang menyaksikan kejadian itu pun saling berbisik dan menatap Gemini dengan tatapan sinis.
"lihatlah, pasti dia yang menjerat Tuan Jacob lebih dulu."
"Terlihat sekali dia seperti wanita yang sering menemani Tuan Jacob."
"Tidak lama lagi dia pasti akan dibuang juga oleh Tuan Jacob."
Gemini mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya erat. Ia enggan menanggapi bisikan-bisikan ghaib itu dan lebih memilih duduk di sofa dan mengeluarkan ponselnya. Gemini memutuskan untuk mencoba menghubungi Ibunya di Indonesia.
"Hallo, Ma. Ma, Gemi sama Jack udah nyampe" Gemini tersenyum seolah sedang berbicara langsung dengan Ibunya.
"Ya udah, kamu istirahat aja. Di sini udah malem, di sana pasti masih pagi" terdengar suara Lydia begitu bahagia.
__ADS_1
"Iya Ma. Cuma mau ngabarin Mama aja, jaga kesehatan Ma. Jangan nakal, awas aja nanti kalo aku denger dari Tommy, Mama suka kerja sampe lupa istirahat" Gemini mengancam Ibunya.
"Iya iya. Ini Mama udah mau siap-siap tidur. Tadi restoran rame banget" suara Lydia terdengar sedikit mendesah lelah kali ini.
"Ya udah, Mama tidur gih. I love you Mama" Gemini mengakhiri panggilan itu setelah mendapat balasan cinta dari Ibunya.
"GEMINI" suara teriakan menggelegar dari ruangan atas membuat Gemini terperanjat kaget. Gemini segera berlari menuju ruangan tempat Jacob berada. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam ruangan yang ternyata adalah sebuah kamar yang sangat luas.
"A-ada apa?" Tanya Gemini sedikit menunduk. Jujur saja ia sangat sulit memahami Jacob. Pria itu bisa tiba-tiba begitu manis dan bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat kasar.
"Kenapa di bawah terus? Berpikir untuk mencari pria kaya yang baru?" Tanya Jacob angkuh.
"Tidak. Tadi aku menelpon Mama" Gemini memberikan ponselnya pada Jacob.
"Bagus! Mulai sekarang ponselmu aku yang pegang dan kau hanya boleh menggunakan ponsel ini" Jacob memberikan sebuah ponsel keluaran terbaru yang lebih canggih dari ponsel yang Gemini pakai sekarang.
"Apa? Kau tetap ingin ponsel lamamu ini agar bisa menghubungi selingkuhanmu yang di Indonesia?" Tuduh Jacob. Gemini memejamkan matanya untuk menahan emosinya yang rasanya ingin meledak.
"Baik, aku akan gunakan ponsel ini mulai sekarang. Apakah nomor keluargaku sudah tersimpan di sini?" Tanya Gemini dengan nada rendah, takut jika ia tidak mampu menahan emosinya lebih lama.
"Sudah tersimpan" Jacob menjawab singkat dan membawa ponsel lama Gemini lalu menyimpannya ke dalam sebuah kotak besi dan menguncinya.
"Sekarang buka pakaianmu!" Titah Jacob.
"Untuk apa?" Tanya Gemini seraya menutupi dadanya.
__ADS_1
"Cih..bagian mana yang kau tutupi sedangkan aku sudah melihat semuanya? Buka sendiri atau aku yang memaksamu?" Jacob memberi pilihan yang lebih terdengar seperti ancaman. Gemini pasrah dan melepaskan satu persatu pakaiannya. Setelah Gemini polos tanpa sehelai kain pun, Jacob melakukan hal yang sama. Gemini tertegun karena ini pertama kalinya ia melihat tubuh polos seorang pria dan itu adalah suaminya.
"Akhhh...." Gemini memekik saat Jacob tiba-tiba mengangkat tubuhnya. Jacob membawanya ke dalam kamar mandi dan meletakkan istrinya ke dalam bathup yang sudah terisi penuh dengan air dan busa-busa serta taburan kelopak bunga mawar merah. Gemini benar-benar bingung dengan otak suaminya, barusan tadi marah-marah. Sekarang malah begitu manis, apa dia menderita bipolar?
"Gemini," panggil Jacob tiba-tiba membuyarkan lamunan Gemini.
"Em.." Gemini berdeham singkat sebagai jawaban sambil memainkan busa sabun.
"Apa kau sungguh...apa kau sungguh-sungguh belum pernah berhubungan dengan pria mana pun?" Tanya Jacob menatap curiga pada istrinya.
"Em..belum pernah sama sekali. Elbert dulu pernah mengajakku beberapa kali, tapi aku menolak. Bukan karena tidak mencintainya, tapi aku saat itu belum yakin dia akan serius padaku. Apalagi dia adalah warga negara asing, orang-orang barat yang aku tahu mereka suka sekali bermain-main" Gemini menjawab jujur kini memainkan kelopak bunga mawar. Jacob tidak bersuara dan memandangi istrinya dalam-dalam. Memang tidak ada kebohongan di mata indah sang istri.
"Kau tidak berniat mencobanya?" Tanya Jacob memancing.
"Aku mau, jujur aku ingin apalagi saat kau mencumbu tubuhku. Hanya saja aku sangat gugup" Gemini benar-benar polos dan jujur. Mungkin hal itu yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Jacob membuka sedikit hatinya?
"Bagaimana kalau kita mencobanya?" Usul Jacob tersenyum nakal. Pria itu menarik istrinya untuk mendekat padanya dan membawa istrinya duduk di atas pangkuannya berhadapan dengannya.
Jacob membawa kaki Gemini melingkar pada tubuhnya dan Gemini bisa merasakan sesuatu yang asing menahan bokongnya di bawah sana. Perlahan Jacob mulai meraup bibir mungil istrinya. Awalnya lembut untuk memancing gadis itu dan semakin lama semakin panas.
"Aku tidak ingin melakukan di sini" Jacob mengangkat Gemini keluar dari bathup lalu membilas tubuh mereka sambil kembali bercumbu.
Yang ada dalam benak Jacob adalah kali ini ia tidak akan mengijinkan istrinya sendiri menolaknya lagi. Setelah selesai, Jacob menuntun istrinya keluar dari kamar mandi lalu mendudukkan istrinya di depan meja rias. Tentu saja ia harus mengeringkan rambut istrinya dulu sebelum memulai ritual agar tidak mengganggu. Jujur saja Jacob juga gugup karena ini juga pertama kalinya ia akan melepas apa yang sudah ia jaga.
"Bersiaplah! Setelah ini kita benar-benar akan memulai kehidupan rumah tangga yang sebenarnya!" Bisik Jacob setelah mengeringkan rambut istrinya.
__ADS_1
...~ TO BE CONTINUE ~...