Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Masa Kecil


__ADS_3

"Kami..." Frisco memandang Gemini agar wanita itu yang menjelaskan pada suaminya.


"Frisco ini sepupuku. Kau masih ingat Tommy? Tommy yang memelukku dan karena itu kau mengatakan aku perempuan murahan? Frisco ini adiknya" Gemini memperkenalkan Frisco kepada Jacob.


"Tunggu! Maksudmu yang memelukmu waktu itu adalah sepupumu?" Tanya Jacob tidak percaya dengan yang ia dengar. Itu artinya dia sudah salah paham dengan wanita yang sudah menjadi istrinya itu selama ini. Tapi kenapa Gemini tidak berniat menjelaskan apa pun? Bahkan Tommy juga tak hadir di acara pemberkatan mereka waktu itu.


"Benar sayang" Gemini tersenyum menggenggam tangan Jacob.


"Kau pasti punya salah paham antara kakakku dan Gemi! Makanya kau se-kaget itu" Frisco tersenyum manis.


"Aku..." Jacob tidak bisa melanjutkan ucapannya karena istrinya melarangnya.


"Fris, makanan yang best seller di sini dong" Gemini tersenyum pada sepupunya itu.


"Rendang Indonesia dong. Masa iya lo malah makan rendang Indonesia di Amerika?" Frisco terkekeh mendengar permintaan Gemini.


"Lo serius di sini rendang jadi best seller?" Tanya Gemini tak percaya.


"Kalo di cafe ini untuk makanan berat yang best seller ya rendang" Frisco kembali meyakinkan.


"Engga deh, gue baru makan rendang dua hari yang lalu dan tante Riska yang masak" ungkap Gemini sementara Jacob masih beta berdiam diri.


"Ya udah, gimana kalo pesenan kali ini gue yang mix and match buat kalian?" Usul Frisco semangat. Gemini menatap Jacob untuk meminta persetujuan.


"Boleh" Gemini mengangguk antusias setelah mendapat izin dari Jacob.


"Okay Tuan dan Nyonya harap sabar menunggu ya" Frisco pun pamit turun ke bawah.


"Gemini, kenapa tidak menjelaskan waktu itu kalau pria itu adalah sepupumu?" Tanya Jacob dengan tatapan kesal.


"Karena kau tidak akan percaya, sayang. Percuma aku jelaskan saat itu, kau memang tidak suka padaku jadi apapun yang aku katakan saat itu kau tidak akan percaya" Gemini tersenyum dan memegang tangan Jacob yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan pikirkan apapun. Yang penting sekarang kita jalani pernikahan kita dan rangkai kisah cinta kita sendiri" Gemini lagi-lagi tersenyum. Jacob baru menyadari Gemini-nya suka sekali tersenyum padanya kecuali jika Gemini kesal padanya. Jacob kembali menetralisir pikirannya dan kembali berbincang apapun yang bisa mereka obrolkan.


"Bagaimana Frisco bisa bekerja di sini?" Tanya Jacob penasaran.


"Aku juga tidak tahu. Aku memang tahu dia di Amerika selama tiga tahun ini, tapi aku benar-benar tidak tahu dia bekerja di sini dan sangat dekat denganku. Selisih usia kami tidak jauh, aku memang dekat dengan Tommy tapi Frisco adalah teman mainku sejak kecil" Gemini tersenyum gemas mengingat masa kecilnya bersama Frisco.


"Pesanan datang" Frisco datang dengan sebuah meja dorong dari balik lift karena tidak mungkin menggunakan tangga.


Frisco menyusun semua makanan yang ia bawa ke atas meja di depan Gemini dan Jacob. Semuanya terlihat begitu lezat, salah satunya adalah spaghetti rendang dan steak saos balado yang Frisco sebutkan.


"Silakan dicoba" Frisco menarik sebuah kursi dan duduk di antar keduanya.


Gemini dan Jacob pun mulai mencicipi satu persatu makanan yang Frisco bawakan. Karena Frisco hanya membawakan masing-masing satu porsi untuk setiap menu, jadi Jacob dan Gemini harus bertukaran.


"Enak parah sih ini" Gemini mengacungkan jempolnya kepada Frisco.


"Jelas, ini menu bumbunya semua racikan gue dan masakan gue" sombong Frisco pada sepupunya itu.


"Bener. Sumpah! Gue kan kerja di sini udah dua tahunn, dan pemiliknya itu si Ricky sama istrinya. Lo harusnya si masih inget sama Ricky yang dulu culun banget itu. Sekelas sama gue, kakak kelas elu" Frisco menjelaskan.


"Seriusan ini punya si Ricky kacamata bulet? Oh my...pantesan si soalnya dia dari dulu kan emang nasionalis banget" Gemini kembali memerhatikan barang-barang di sekitar mereka.


"Bener. Dan gue kerja di sini sebagai sampingan aja buat memperdalam ilmu yang gue dapet dari kampus" Frisco menaikturunkan alisnya.


"Ekhem..." Jacob berdeham karena merasa diabaikan dari tadi.


"Pfft..maaf sayang jadi mengabaikan dirimu. Soalnya aku sudah lama sekali tidak bertemu lelaki ini" Gemini meraih tangan Jacob dan menciumnya untuk membujuk pria itu yang sebenarnya tidak marah, hanya canggung karena merasa diabaikan.


"Frisco, apa boleh menceritakan sedikit tentang masa kecil istriku?" Tanya Jacob menatap Frisco penuh harap.


"Dia tidak menceritakannya padamu?" Tanya Frisco mengernyit bingung.

__ADS_1


"Dia tidak mau, lebih tepatnya dia selalu beralasan dia lupa akan masa kecilnya" Jacob sengaja menatap Gemini kesal. Frisco terdiam memandangi Gemini seolah ada yang mengganggu pikiran lelaki itu.


"Dia memang melupakan semua tentang masa kecilnya. Tapi aku menceritakan sedikit" Frisco menatap Gemini dengan tatapan sulit diartikan. Gemini menjulurkan lidahnya pada sepupunya seolah dia sama sekali tak malu atau peduli saat orang lain membongkar masa kecilnya yang notabenenya adalah hal yang memalukan bagi sebagian orang.


"Dia ini dulu saat SD nakal sekali seperti bocah laki-laki. Apa yang dilakukan laki-laki, dia juga ingin lakukan. Kau tahu, saat aku dan teman-teman memanjat pagar sekolahan untuk kabur, dia juga memaksa ikut. Alhasil aku dimarahi Bibi Lydia habis-habisan" Frisco tertawa menceritakan kisah Gemini. Jacob juga ikut tertawa meski tidak seheboh Frisco.


"Ada lagi yang lebih parah" Frisco memegangi perutnya yang terasa keram.


"Apa?" Tanya Jacob penasaran.


"Dia ini suka sekali memetik mangga orang lain. Padahal dulu di rumahnya yang lama mereka punya dua pohon mangga yang berbuah lebat. Tapi entah kenapa dia suka sekali mencuri mangga tetangga lain. Besoknya dia akan meminta Ayahnya untuk memetik mangga mereka lalu membagikannya kepada para tetangga yang dia curi buahnya" Frisco menggeleng dan kembali tertawa. Jacob tersenyum meledek istrinya sementara Gemini menunduk malu. Ingin menghentikan mulut laknat Frisco sudah tidak mungkin. Mengumbar aib masa kecil Gemini adalah hobinya Frisco.


"Dan kau harus tahu! Ini benar-benar lucu, dia juga sering sekali mencuri mangga di sekolahan kami. Pernah sekali dia mengadu, katanya dia pernah ketahuan saat akan mengambil mangga sekolahan. Tapi dia tidak tahu siapa lelaki itu dan dia langsung melarikan diri" Frisco kembali tertawa terbahak-bahak tapi kali ini tidak dengan Jacob.


Wajahnya berubah tegang, tidak seperti tadi yang begitu menikmati cerita Frisco. Kali ini ia menatap Gemini yang hanya bisa menunduk dan menikmati makanannya.


"Sayang sekali dia tidak akan pernah bisa mengingat itu semua" Ekpresi Frisco kali ini berubah dan tawanya pun berhenti. Jacob memperhatikan raut wajah Frisco yang berubah sendu, tidak ceria dan bahagia seperti tadi.


"Kenapa dia tidak bisa mengingatnya?" Tanya Jacob penasaran sesekali melirik istrinya bergantian dengan Frisco.


"Itu..."


"Chef Frisco, maaf mengganggu tapi ada yang mencarimu" seorang gadis mengenakan pakaian seragam cafe itu memanggil Frisco.


"Ah, baiklah aku segera turun" Frisco tersenyum pada pelayan itu dan gadis itu pun kembali ke bawah.


"Aku turun dulu. Kalian lanjutkan makan malamnya" Frisco tersenyum lalu turun ke bawah setelah mengacak rambut Gemini.


"Apa kau benar-benar gadis itu, Gemini?" Batin Jacob kembali mengingat cinta pertamanya.


...~ TO BE CONTINUE ~...

__ADS_1


__ADS_2