Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Hal Baru Menantang


__ADS_3

"Luisa, apa Italia itu aslinya indah seperti yang ada di foto-foto?" Gemini bertanya penasaran. Ia dan Jacob sedang mengantar Mark dan Luisa ke bandara.


"Entahlah, aku sulit menjawabnya. Karena indah atau tidaknya itu tergantung dari pandangan masing-masing" Luisa tersenyum dan sedari tadi terus menempel dan memeluk lengan Mark.


"Sayang, kapan-kapan ayo kita liburan ke sana" Gemini menatap suaminya antusias.


"Bisa diatur" Jacob mengelus pipi istrinya dengan lembut. Gemini tersenyum lebar mendengar jawaban suaminya.


"Gem, tadi malam Mommy menelponku. Katanya dia dan Mama akan berkunjung minggu depan" Jacob melirik istrinya dengan ekor matanya.


"Kenapa Mama tidak mengabariku?" Protes Gemini.


"Sebenarnya Mommy bilang ingin memberi kejutan untukmu, tapi aku tidak tega. Biasanya kan menantu akan sangat rempong saat mertuanya datang" Jacob tersenyum meledek Gemini.


"Kau ini..." Gemini mencubit lengan Jacob hingga pria itu mengadu kesakitan dan dua insan yang duduk di belakang malah tertawa.


"Aku harus masak apa untuk menyambut Mommy? Kalau Mamaku aku tidak khawatir karena dia itu Ibuku sendiri" Gemini menggigiti jempolnya seraya berpikir.


"Lihatlah, belum dua menit aku selesai mengatakan hal itu, kau sudah sibuk memikirkan masak untuk Mommy" Jacob kembali terkekeh disusul dengan Mark dan Luisa yang tertawa juga.


"Cih...terserah saja" Gemini memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.


"Tenanglah, Mommy sama seperti Mamamu juga. Mereka sama-sama bukan wanita yang cerewet" Jacob membujuk istrinya dengan membelai rambutnya.


"Asal jangan meminta cucu saja" Mark turut menggoda kedua insan itu.


"Jangan memulai Mark. Mommyku tidak seperti itu, beliau adalah wanita yang pengertian" Jacob mendelik tajam pada Mark.


"Ya aku tahu. Karena itulah Ibumu bahkan tidak pernah marah pada Ibuku yang sudah menjadi simpanan suaminya. Aku saja yang tidak tahu diri" Mark menunduk merasa bersalah.


"Sudahlah! Semua itu sudah masa lalu, tidak bisa menyalahkan Ibumu sepenuhnya. Mommy bilang Daddy yang menggoda Ibumu lebih dulu, dan beliau tidak tahu jika Daddy saat itu sudah berkeluarga" Jacob menatap Mark dari kaca spion di atas kepalanya.


"Sudahlah Mark, kau mellow seperti ini tidak terlihat seperti Mark yang player dan suka menggoda istri orang" Gemini tertawa meledek adik iparnya.


"Kau..."


"Sudah, ayo turun" Jacob menghentikan Mark yang hendak mengoceh karena mereka sudah sampai di bandara.


Kedua pasangan itu turun dan berjalan masuk ke dalam bandara. Tidak banyak barang bawaan Mark dan Luisa. Jadi mereka tidak perlu terlalu repot.


"Well, kami hanya mengantar sampai di sini" Jacob dan Gemini berhadapan dengan Mark dan Luisa.


"Terima kasih sudah mau mengantar kami. Kami pergi dulu" Mark memeluk kakaknya dan kakaknya lagi untuk mewakili pelukan padanya Gemini.

__ADS_1


"Terima kasih Gemini, kau sudah mengajarkanku cara memasak nasi goreng Indonesia. Setelah ini aku bisa memasakkan untuk Daddy" Luisa memeluk Gemini.


"Tidak mau memelukku?" Jacob merentangkan kedua tangannya pada Luisa.


"Aku akan merindukanmu Jacki" Luisa memeluk erat temannya itu.


"Hei itu tidak adil!" Protes Mark dan segera ingin menarik Gemini tapi Jacob berhasil melindungi istrinya.


"Lihat saja! Akan kubalas!" Ancam Mark gemas.


"Sudahlah sayang, hanya sebuah pelukan" Luisa mengecup bibir Mark hingga pria itu langsung tersenyum lebar.


"Kau benar. Hanya sebuah pelukan" Mark malah kembali menyerang bibir Luisa lebih panas.


"Sudahlah, jangan berlebihan atau kalian akan ketinggalan pesawat" Jacob menggelengkan kepalanya.


"Kami berangkat" Mark dan Luisa melambaikan tangannya sambil berjalan menjauh dari Jacob dan Gemini.


"Hati-hati! Segeralah beritakan kabar baik untuk kami" Jacob meneriaki keduanya.


"Kau juga berhak bahagia, Mark" batin Jacob tersenyum.


"Sayang, mau ke mana setelah ini?" Jacob merangkul istrinya seperti merangkul temannya sendiri.


"Ehm..entahlah. Aku sedang tidak ada tujuan" Gemini menggeleng pelan.


"Semoga saja Mark dan Luisa bisa menemukan kebahagiaan milik mereka" Gemini tersenyum tulus mengingat keduanya.


"Luisa mencintai Mark sudah lama, dan aku tahu itu. Tapi dia terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi aku bersyukur karena Mark akhirnya menyadari itu" Jacob meraih tangan istrinya.


"Sayang, kenapa kita ke mall?" Heran Gemini saat mereka memasuki area parkir sebuah Mall ternama.


"Surprise" Jacob menuntun Gemini keluar dari mobil.


"Apa yang ingin kau beli?" Gemini mengernyit bingung.


"Sesuatu pokoknya" keduanya masuk ke dalam area mall dan Jacob langsung membawa istrinya ke salah satu gerai pakaian bermerek.


"Pilih apapun yang kau sukai!" Jacob tersenyum dan mengecup singkat kening Gemini.


"Untuk apa? Pakaianku masih banyak" Gemini terheran.


Jacob tidak mau menyinggung istrinya.

__ADS_1


"Pilih saja yang kau suka. Sebagai suamimu, aku akan selalu memanjakan dirimu mulai saat ini. Jangan ragu, lebih baik uangku habis untuk istriku daripada untuk wanita lain kan?" Jacob tersenyum dan memanggil seorang pegawai toko.


"Tolong pilihkan semua pakaian dengan model terbaik untuk istriku. Tapi jangan yang terlalu berlebihan" titah Jacob pada pegawai toko itu.


"Baik. Mari Nyonya" Gemini diminta untuk mengikutinya.


Jacob mengangguk dan tersenyum saat istrinya menatap ragu padanya. Akhirnya Gemini pasrah dan mengikuti kemanapun pegawai itu membawanya. Jacob tersenyum melihat istrinya yang kebingungan memilih sementara ia duduk di kursi yang tersedia untuk menunggu.


"Nyonya beruntung sekali bisa mendapatkan suami sebaik Tuan" pegawai itu tersenyum melirik ke arah Jacob. Gemini sebagai seorang wanita paham dengan arti lirikan itu


"Ya aku memang beruntung. Tapi bisa sampai hari ini sangat tidak mudah protes. Dan aku yakin masih akan banyak rintangan kedepannya" Gemini sedikit kesal karena pegawai toko itu masih melirik Jacob.


"Aku sudah selesai memilih" Gemini dengan suara tegas membuat gadis di depannya sedikit terkejut.


"Ah iya..." pegawai toko itu gelagapan dan langsung membungkus semua pakaian yang sudah terpilih tadi.


Gemini menghampiri Jacob dan dengan sengaja duduk di atas pangkuan Jacob seolah mengumumkan Jacob adalah miliknya seorang.


"Sayang, aku sudah selesai" Gemini mengalungkan tangannya pada leher suaminya.


"Aku akan membayarnya" Jacob menurunkan Gemini dan menggandeng Gemini menuju kasir. Setelah selesai membayar, mereka pun keluar dari gerai pakaian itu sementara pakaian yang Gemini beli akan dikirim ke mansion mereka.


"Mau makan atau mau bermain?" Jacob memberikan opsi pada istrinya.


"Mau pulang, aku mengantuk" Gemini menggoyangkan tangan Jacob dengan ekspresi manja.


"Ya sudah, kita pulang" Keduanya keluar dari mall itu dan segera meluncur kembali ke mansion. Sepanjang perjalanan keduanya diam karena Gemini tertidur. Jacob tersenyum memperhatikan damainya istrinya tertidur.


Sesampainya di mansion, Jacob langsung mengendarai mobilnya masuk ke garasi. Pria itu tidak segera turun sedangkan pintu garasinya tertutup secara otomatis begitu mobilnya sudah masuk ke dalam.


"Engh..." Gemini melenguh pelan dan membuka matanya.


"Kita sudah sampai?" Gemini sedikit terkejut.


"Yes" Jacob mengangguk dan melepas sabuk pengamanannya. Gemini juga melakukan hal yang sama.


"Gem..." Jacob menahan tangan Gemini saat wanita itu hendak turun.


"Kenapa?" Gemini mengernyit bingung melihat Jacob menahan tangannya.


Jacob mendekat dan mengikis jarak di antara mereka.


"Kau sudah bersih kan? Aku merindukanmu" Jacob menghembuskan nafas hangatnya pada ceruk leher Gemini membuat wanita itu memejamkan matanya dan mengangguk.

__ADS_1


Mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Jacob pun langsung melancarkan aksinya dan menguasai istrinya di dalam mobil. Suatu hal baru dan menantang untuk keduanya.


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2