Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Rasa Nyaman


__ADS_3

"Bagaimana? Kau suka bangunannya?" Tanya Jacob memeluk Gemini dari belakang. Tidak terasa pernikahan mereka sudah berjalan satu bulan. Dan selama satu bulan ini pun Jacob benar-benar menjadi suami yang bisa diandalkan begitupun Gemini. Meski tidak saling mengungkapkan kata cinta, tapi reaksi alami tubuh mereka mulai menunjukkan semuanya.


"Dari luar cukup menarik. Tapi kita perlu di dalamnya" Gemini mengusap-usap lengan kekar Jacob yang melingkar sempurna di perutnya.


"Ya sudah, ayo kita ma..."


"JACK..." Terdengar suara teriakan seorang wanita memotong perkataan yang hendak Jacob ucapkan. Saat keduanya menoleh, Jacob melihat Luisa sedangkan Gemini belum pernah bertemu wanita itu.


Wanita berambut pirang dengan penampilan yang sangat seksi itu langsung berjalan dengan cepat dan memeluk Jacob.


"I miss you so much, Jack!" Ucap Luisa tanpa peduli dengan Gemini. Jacob melepaskan pelukan Luisa secara paksa.


"Jangan keterlaluan Luisa! Aku bersama istriku" Jacob menarik Gemini dan merengkuh posesif pinggang istrinya.


"Ah, apa jika kau tak bersama istrimu kita bisa lebih dari ini?" Luisa memutar jari telunjuknya di dada bidang Jacob.


"Menyingkirlah!" Jacob menepis tangan Luisa dan membawa Gemini masuk ke dalam bangunan yang rencananya akan dijadikan toko kue untuk Gemini.


"Sayang, maaf. Dia itu temanku dan Mark. Aku harap kau tidak termakan ucapannya. Dia memang..."


"Jack, aku percaya" Gemini menangkup wajah suaminya dan tersenyum tulus.


"Thank you" Jacob juga tersenyum dan mencuri satu ciuman dari istrinya. Jacob kembali menggenggam tangan Gemini untuk melihat-lihat isi bangunan itu dan apa yang perlu direnovasi serta didekor ulang.


"Sayang, aku suka dengan bangunan ini. Aku sudah bisa membayangkan dekorasi seperti apa yang yang cocok, di mana aku harus meletakkan oven pemanggang, dan sebagainya" Gemini sedikit berjingkrak girang.


"Syukurlah. Jadi kita akan membeli gedung ini saja" Jacob menarik istrinya dan memeluk wanita yang sudah membuatnya merasa begitu nyaman selama sebulan ini.

__ADS_1


"Gemi, maaf jika di awal sangat kasar padamu. Aku hanya tidak bisa percaya masih ada wanita yang bisa tulus mencintai adikku sedangkan dia sudah tahu kondisi adikku seperti apa?" Jacob memeluk erat istrinya seolah takut kehilangan.


"Tidak apa Jack. Semua sudah berlalu dan aku tidak akan mengungkitnya lagi. Kau sudah menyogokku dengan banyak hal manis agar aku melupakan sifat kasarmu" Gemini terkekeh seolah mengejek suaminya.


"Ck..." Jacob melerai pelukan mereka dan langsung meraup bibir istrinya. Gemini pun segera membalas ciuman manis suaminya.


"Sekarang kita perlu bertemu arsitek untuk merenovasi bangunan ini" Jacob hendak membawa Gemini keluar dari gedung itu tapi Gemini menahannya.


"Aku rasa tidak perlu sayang. Tidak banyak hal yang perlu kita rubah. Biar aku saja yang melakukannya sendiri. Lagipula kau aneh, kau sendiri arsitek malah mencari arsitek lain" Gemini menggoyangkan tangan suaminya sambil memasang ekspresi lucu.


"Ah...kita bisa melakukannya bersama. Istriku benar-benar super woman. Tapi tetap kita harus keluar untuk membeli peralatannya, bahan-bahan material, dan lainnya" Jacob tetap membawa istrinya keluar dari bangunan itu. Gemini sudah tidak melihat Luisa lagi.


Jacob membawa Gemini ke toko bangunan dekat sana. Jacob lebih memilih berjalan kaki karena jaraknya yang memang tidak terlalu jauh. Sesampainya di sana, mereka langsung memilih bahan-bahan yang mereka inginkan untuk merenovasi bangunan tadi. Sementara Gemini memilih, Jacob memutuskan untuk menghubungi pemilik gedung tadi agar mereka segera bertemu dan melakukan transaksi jual-beli gedung. Selesai menelpon, Jacob melihat Gemini masih sibuk memilih. Jacob memutuskan untuk diam-diam memotret istrinya dari belakang.


"Ini?" Jacob terdiam saat mendapatkan satu foto Gemini yang hendak mengambil sekaleng cat. Pose itu sama persis dengan pose foto gadis kecil yang hendak mencuri mangga.


"Sayang, hei ada apa? Aku sudah memanggilmu berulang kali tapi kau malah melamun" Gemini protes dan mendekati suaminya.


"Ah, aku jadi merindukan Stevi dan baby boy nya. Kapan kita akan bermain ke rumah mereka lagi?" Tanya Gemini antusias. Stevi adalah sekretaris Jacob yang sudah menikah dengan salah satu teman baik Jacob.


"Nanti saja jika sudah ada waktu. Ayo, tadi kau ingin menunjukkan apa?" Jacob menuntun Gemini masuk lagi ke dalam toko bangunan itu.


"Warna cat mana yang cocok?" Tanya Gemini memberikan pilihan warna untuk Jacob.


"Ehm...kue identik dengan manis. Tapi jika warna pink, akan membuat pria berpikir dua kali untuk masuk. Sebaiknya pilih tiga warna, nanti kita padukan saja" Jacob menunjuk warna biru muda, pink, dan putih.


"Ada lagi?" Tanya Jacob.

__ADS_1


"Sepertinya sudah lengkap" Gemini tersenyum dan kembali memeluk lengan Jacob. Gemini bersyukur mempunyai suami seorang arsitek sekaligus CEO perusahaan arsitektur terbesar di negara itu. Setelah Jacob membayar semua pesanan mereka, ia membawa istrinya meninggalkan toko bangunan itu dan berjalan menuju sebuah cafe.


"Kau ingin makan apa? Di sini ada makanan manis juga asin. Minumannya juga segar-segar" Jacob memberikan buku menu pada Gemini.


"Kau sepertinya sangat mengenal tempat ini?" Gemini sambil membaca isi buku menu yang dipegang.


"Beberapa mantan kekasihku suka ke cafe ini" Jacob melambai memanggil seorang pelayan.


"Em..aku bingung mau pesan apa? Kau saja yang pesan, aku ikut saja" Gemini tersenyum dan mengedarkan pandangan melihat suasana cafe yang cukup ramai.


"Baik, harap ditunggu pesanannya" pelayan pria yang sedikit gemulai itu pamit setelah menerima pesanan Jacob.


"Apa yang kau lihat?" Jacob menggenggam tangan Gemini yang ada di atas meja.


"Itu. Bukankah itu peta Indonesia? Kenapa mereka menggantungnya di sana?" Gemini menunjuk pada sebuah peta Indonesia yang tergantung indah di dinding.


"Itu karena suami dari pemilik cafe ini asli orang Indonesia. Jadi untuk menghargai negara suaminya, dia menggantung peta itu di sana. Jika kau perhatikan lebih teliti masih ada beberapa gambar-gambar khas Indonesia di sini" Jacob tersenyum memutar singkat telunjuknya. Gemini segera mengedarkan pandangannya lebih jauh.


"Kau benar. Itu Ulos(pakaian adat Batak), ada Rumah Radakng(rumah panjang suku Dayak Kalimantan Barat), itu Gambang(alat musik tradisional asal Jawa Tengah). Benar-benar luar biasa" Gemini terkagum-kagum melihat foto-foto yang tergantung indah itu.


"Di gedung bagian atas ada pameran bermacam-macam barang-barang khas Indonesia. Kapan-kapan kita datang lagi untuk melihat-lihat" Jacob tersenyum melihat istrinya begitu semangat dana bahagia.


"Luar biasa rasa nasionalisme mereka" puji Gemini antusias.


"Jika kau mau, nanti toko kuemu juga bisa" usul Jacob sambil menyantap spaghetti yang sudah disusun di depan mereka.


"Tidak tidak, nanti aku dibilang meniru" Gemini pun ikut menikmati makanannya.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti kau ciptakan sendiri gaya khasmu" Ucap Jacob memperhatikan istrinya.


...~ TO BE CONTINUE ~...


__ADS_2