
"Kau???" Jacob terkejut karena yang ada di depannya bukan Gemini melainkan Clarissa.
"Kenapa Tuan? Kenapa berhenti?" Clarissa maju mendekati Jacob sedangkan Jacob mundur menghindari.
"Lancang sekali kau masuk ke dalam kamarku tanpa izin! Sekarang keluar!" Jacob menghardik gadis itu namun berusaha meredam amarahnya.
"Kenapa Tuan? Bukankah kau menginginkanku barusan? Silakan lakukan Tuan!" Clarissa menarik tangan Jacob dan meletakkan telapak tangan Jacob pada dadanya.
"Hentikan ini Clarissa!" Jacob menarik tangannya untuk kembali namun Clarissa yang masih menggenggam tangannya pun ikut tertarik hingga menabrak tubuh kekarnya. Clarissa tidak ingin melewatkan kesempatan pun segera memeluk Jacob dengan erat.
"Tuan, aku bisa memberimu keturunan tanpa kau harus menikahiku. Aku bisa menjadi simpananmu" Clarissa dengan berani berusaha membuka kancing kemeja Jacob.
"Cukup Clarissa! Aku tidak membutuhkan keturunan dan tidak akan ada wanita yang akan hamil hanya karena tidur denganku!" Jacob mendorong Clarissa dengan sangat kuat hingga Clarissa terperosok ke lantai.
"Sekarang pergi..." Perkataan Jacob terhenti tatkala melihat Gemini berdiri di depan pintu kamarnya dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Clarissa segera keluar dari kamar mereka.
"Sayang..." Jacob segera menghampiri istrinya dan menuntun wanitanya masuk ke dalam kamar. Jacob segera mengunci pintu kamarnya.
"Jelaskan Jack!" Suara Gemini terdengar dalam dan rendah.
"Sayang semua itu hanya bualan! Bagaimana bisa aku tidak menginginkan seorang anak, tapi aku menginginkan anak bersamamu, bukan dengan wanita lain" Jacob menggenggam kedua tangannya dan berlutut di depan Gemini. Gemini diam tidak tahu harus mengatakan apa.
"Sayang, aku berani bersumpah! Yang aku katakan tadi hanya untuk mengusir dia!" Jacob kini memegang kedua telinganya dengan tatapan penuh penyesalan. Gemini masih diam.
"Sayang, aku minta maaf. Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya padaku?" Jacob memelas menatap istrinya. Bahkan tanpa ia inginkan, matanya juga berkaca-kaca. Seorang Jacob menjadi melow hanya karena istrinya mendiamkan dirinya, luar biasa.
"Aku mencintaimu, Jack" Gemini langsung memeluk suaminya. Entahlah, hanya itu yang mampu Gemini ucapkan. Terlalu cepat kah untuk dia mengatakan cinta kepada suaminya sedangkan sebelumnya ia sangat mencintai adik dari suaminya?
"Aku juga sayang, aku mencintaimu!" Balas Jacob tegas dan membalas pelukan istrinya dengan begitu erat.
"Maafkan aku, tapi sungguh semua itu hanya kebohongan agar aku bisa mengusir dia" Jacob kembali menjelaskan dan Gemini mengangguk percaya.
__ADS_1
"Kau sudah makan?" Tanya Jacob setelah melepas pelukan mereka.
"Sudah. Tadi tante Riska masak sebelum aku pulang, jadi aku makan bersamanya. Kau sendiri?" Gemini mengusap wajah suaminya dengan begitu lembut.
"Aku juga sudah. Tadi aku ada pertemuan dengan klienku," Jacob tersenyum. Tatapan tajam Jacob selama ini pun kini menjadi tatapan penuh cinta pada istrinya.
"Aku lelah" Gemini merengek dan kembali memeluk Jacob.
"Mau aku buat lebih lelah agar kau tidur lebih nyenyak?" Jacob menggoda istrinya.
"Jangan dulu sayang. Tadi aku mendapatkan tamu bulananku" Gemini memelas merasa sudah mengecewakan suaminya.
"Tidak apa. Itu artinya kau sehat, mungkin kau terlambat karena terlalu lelah" Jacob mengurai pelukan mereka dan beranjak mengganti pakaiannya.
"Ayo, ganti pakaianmu dan kita segera istirahat" Jacob memberikan dress tidur menerawang pada istrinya.
"Jack, kenapa pakaian seperti ini?" Gemini melayangkan protes dan berniat mencari pakaian yang lain.
••••••••••
"Sayang, bangunlah!" Jacob membangunkan istrinya yang masih setia dibungkus oleh selimut.
"Em..sebentar lagi..." Gemini merengek dan kembali menarik selimut.
"Hei, ini sudah hampir jam tujuh" Jacob kembali membangunkan istrinya.
"Hah..." Gemini mendesah malas, mau tak mau ia harus bangun.
"Kau sudah rapi?" Gemini terheran dengan penampilan Jacob yang sudah rapi dengan setelan formalnya seperti biasa.
"Em, nanti ada rapat putusan proyek. Sekarang kau cepat bersiap agar kita bisa sarapan bersama" Jacob berjalan ke arah lemari pakaian dan memilihkan pakaian untuk istrinya sementara Gemini membersihkan diri dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Ya ampun, kenapa aku baru sadar kalau pakaian istriku tidak banyak?" Jacob bergumam menggelengkan kepalanya saat melihat lemari pakaian mereka yang lebih didominasi oleh pakaiannya dibandingkan pakaian Gemini. Jacob memilih celana jeans pendek dan kemeja oversize untuk istrinya serta tidak lupa sepasang dalaman istrinya.
Setelah selesai, ia memutuskan untuk menunggu istrinya di ruang makan. Saat sampai di ruang makan, Jacob lagi-lagi menggeleng karena pakaian yang Clarissa kenakan hari ini lebih terbuka dari yang kemarin. Tapi Jacob tidak ingin mempedulikan gadis itu. Bukan seleranya, itulah yang ada di dalam benak Jacob.
"Sayang..." Gemini menghampiri Jacob dan mengecup pipi suaminya dari belakang. Jacob tersenyum sedangkan Clarissa menatap tidak suka dengan keduanya. Jacob dan Gemini pun segera menyantap hidangan yang sudah disediakan.
"Wow, aku ketinggalan ya?" Mark datang dan lagi-lagi membawa buket bunga mawar merah dan ia letakkan di depan Gemini.
"Tidak sopan!" Gemini merutuk dan menepikan bunga itu
"Kau sangat ingin wanita kan? Dia bisa kau pakai, aku yakin dia tidak akan menolak!" Jacob menunjuk ke arah Clarissa yang sedang membersihkan ruang keluarga.
"Aku sudah bosan yang seperti itu! Aku ingin yang seperti kakak ipar, lebih tepatnya aku ingin kakak ipar" Mark menatap sengit Jacob. Jacob tersenyum miring mendengar perkataan adik tirinya.
"Yang pantas untukmu hanya yang murahan seperti itu!" Jacob kembali menikmati sarapannya tanpa peduli Mark menatapnya penuh kebencian. Mark memutuskan untuk pergi dari mansion itu.
"Sayang, sudah?" Tanya Jacob yang sudah akan berangkat. Gemini mengangguk sambil meneguk air putihnya. Mereka pun berangkat, hari ini Jacob sengaja ingin mengantar istrinya.
"Selamat bekerja sayang. Semoga kau bisa memenangkan proyek kali ini" Gemini tersenyum sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Em..jika aku mendapatkan proyek kali ini, itu artinya aku akan sangat sibuk untuk beberapa bulan ke depan. Apa kau yakin mendoakan itu untukku?" Jacob menatap istrinya untuk mendapatkan kepastian.
"Tentu. Asal jangan kau gunakan kesibukanmu sebagai alasan untuk mengabaikanku apalagi jika sampai bermain di luar sana" Gemini menangkup wajah Jacob dengan satu telapak tangannya. Jacob meraih telapak tangan istrinya dan mengecupnya.
"Aku tidak berjanji untuk bisa tidak mengabaikanmu, karena jika aku sedang sibuk bekerja aku bisa melupakan dunia. Tapi aku berjanji untuk tidak bermain api" Jacob mendekat dan meraup bibir istrinya.
"Ya sudah, aku turun dulu. Semangat sayang" Gemini kembali mencium pipi Jacob sebelum akhirnya turun dari mobil Jacob dan masuk ke dalam toko kuenya.
"Kau membuatku berpaling dari masa laluku Gem. Aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu meski badai sebesar apapun menghantam pernikahan kita" Batin Jacob memperhatikan istrinya yang sedang berbicara dengan Riska dan beberapa karyawan lainnya.
...~ TO BE CONTINUE ~...
__ADS_1