
"GEMINI..." Jacob meneriaki gadis itu sesampainya di rumah dan mereka keluar dari mobil mereka masing-masing. Gemini enggan merespon teriakan pria itu dan memilih langsung masuk ke dalam kamarnya. Jacob segera mengejar adik iparnya dan berhasil mencegah Gemini yang hendak menutup pintu kamarnya.
"Mau apa lagi?" Tanya Gemini dengan suara dan tatapan datar.
"Berani sekali bermain dengan pria lain di luar sana dan mengabaikanku" bentak Jacob mendorong Gemini hingga terpojok ke dinding. Jacob segera menekan tubuh Gemini dengan tubuh kekarnya.
"Memang apa salahku? Suamiku sudah tiada dan aku sekarang seorang janda. Jadi dimana letak kesalahanku?" Tanya Gemini tanpa rasa takut.
"Ternyata dugaanku selama ini benar. Kau hanya seorang j**ang yang menginginkan harta adikku" tuduh Jacob asal.
"Siapa yang tidak menginginkan uang? Kau dan adikmu saja bekerja mati-matian demi mencari uang. Lalu apa salahnya jika aku menginginkan harta adikmu?" Gemini kembali bertanya seolah menantang pria yang sedang mengungkung tubuhnya itu.
"Perempuan tidak tahu malu!" Hina Jacob. Entah setan apa yang merasuki pikirannya. Tiba-tiba saja ia membungkam bibir Gemini dengan bibir tebalnya. Gemini meronta ingin melepaskan diri, tapi tubuhnya tidak mampu menolak sensasi aneh dari ciuman buas yang Jacob berikan.
"Jack...hentikan..." Pinta Gemini berusaha mengumpulkan kesadarannya saat bibir Jacob mulai memangsa lehernya. Jacob tidak menghiraukan permintaan Gemini malah mulai menjelajahi tubuh Gemini dengan tangan besarnya. Ia mencumbu Gemini seperti seekor singa yang baru saja mendapatkan daging buruan yang segar. Gemini sempat beberapa kali mendesah tertahan. Entah sejak kapan Jacob sudah melepaskan kemeja dan rok span yang ia kenakan hingga kini tubuhnya hanya berbalut dalaman saja.
Jacob menelan ludahnya kasar saat melihat lekuk tubuh dan kulit putih Gemini yang bersih tanpa noda sedikitpun. Gemini berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya meski ia tahu itu tidak berarti apapun. Gemini menggeleng meminta Jacob untuk tidak melanjutkan kegilaannya. Bagaimanapun juga status mereka masih sebatas ipar.
"****!" Jacob mengumpat kasar saat mendapatkan kewarasannya. Ia segera keluar dari kamar Gemini dan kembali ke dalam kamarnya. Gemini langsung bernafas lega dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Jacob di dalam kamarnya tampak berjalan ke sana kemari tidak tentu arah.
"Sial, bodoh kau Jack! Kenapa kau bisa kelepasan seperti itu?" Maki Jacob seraya menjambak kasar rambutnya. Ia benar-benar tidak menyangka dirinya hampir saja menyentuh perempuan yang masih berstatus sebagai istri adiknya meski memang adiknya sudah meninggal.
__ADS_1
"Aku butuh mandi sekarang" gumam Jacob dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
••••••••••
"Jack, tadi malam Mommy mendengar suara keributan? Ada apa?" Tanya Monica. Ia dan putranya sedang sarapan sedangkan Gemini belum ada tanda-tanda akan bergabung.
"Em itu..tadi malam di luar sana ada yang sedang mengejar pencuri bertepatan Gemini juga baru pulang. Jadi aku meminta Gemini untuk menutup pintu pagar dengan benar" ucap Jacob berbohong.
"Pagi Mom" sapa Gemini yang baru turun. Gemini masih mengenakan pakaian serba hitam. Entah sampai kapan ia akan terus mengenakan pakaian serba hitam seperti itu?
"Pagi Gem. Kau mau sarapan apa?" Tanya Monica perhatian.
"Em..aku akan sarapan di kantor saja" tolak Gemini sedikit melirik ke arah Jacob yang menunduk.
"Mom, aku akan menikahi Gemini" ucap Jacob lantang dan membuat langkah Gemini terhenti. Ia berbalik dan menatap tajam pada pria itu.
"Aku akan penuhi keinginan terakhir Elbert“ lanjut Jacob lagi dengan senyum miring meledek.
"Oh ya ampun, baguslah jika seperti itu. Mommy turut senang dan akan menyiapkan semuanya untuk kalian.
" Mom, aku tidak..."
__ADS_1
"Gemini tidak akan menolak Mom, kami sudah mendiskusikan ini dengan baik tadi malam" Jacob dengan cepat memotong ucapan Gemini dan tidak akan memberi peluang untuk gadis itu menolak. Jacob yakin setelah ia menikahi Gemini, ia akan menjadi penguasa penuh atas gadis itu. Jacob pasti akan menghukum gadis itu setelah berani membantah dan bersikap arogan seperti tadi malam.
"Mom, aku pergi" Gemini berbalik dan pergi dari rumah itu dengan perasaan dongkol dan kesal. Gemini segera pergi dengan mengendarai mobilnya. Tujuannya kali ini bukan ke kantor melainkan ke makam suaminya. Sesampainya di sana, Gemini turun dari mobilnya dan segera berjalan menuju ke makam suaminya lalu bersimpuh di sana. Gemini tidak menangis, tetapi ia sedang marah. Marah dengan sikap Jacob yang mengambil keputusan sesuka hatinya.
"El, kenapa kau tega seperti ini? Kenapa kau menyuruh pria jahat itu untuk menikahiku? Aku tidak butuh pria lain desain diriku" gumam Gemini sedih. Ia ingin menangis tapi tidak bisa. Entah kenapa air matanya tidak ingin keluar. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan dingin menyentuh tangannya. Saat ia mengangkat kepalanya ia melihat Elbert di depannya dan tersenyum begitu manis.
"Sayang, Jack bukan pria jahat. Dia adalah pria baik-baik, kau akan tahu jika sudah mengenalnya lebih dalam. Aku hanya ingin ada yang menjagamu setelah aku pergi dan aku percaya Jack mampu menjagamu dengan baik" ucap roh Elbert yang entah itu benar nyata atau hanya halusinasi Gemini.
"Tapi aku tidak ingin menikah dengannya" ketus Gemini menunduk lemah.
"Tidak ingin menikah dengan siapa?" Tanya Jacob dari belakang. Gemini mendongak dan mendapati pria itu tersenyum meledek.
Gemini tidak ingin merespon Jacob dan berniat pergi dari hadapan pria itu. Tapi baru satu langkah, lengan Gemini sudah ditarik Jacob hingga Gemini berakhir di dalam rengkuhan tubuh kekarnya.
"Jack lepaskan aku!" Titah Gemini memberontak namun Jacob tidak bergeming. Ia justru semakin sengaja mengeratkan pelukannya. Tatapannya terkunci pada bibir mungil Gemini yang terasa sangat manis tadi malam. Kali ini dengan kesadaran penuh Jacob menyerang bibir mungil itu. Awalnya sangat lembut untuk memancing Gemini hingga gadis itu terpancing dan membalas ciumana Jacob. Gemini bukan kali pertama berciuman karena ciuman pertamanya sudah ia berikan pada Elbert. Tapi jantungnya berdegup kencang seperti orang yang baru melakukan ciuman pertama.
"Mulai sekarang biasakan dirimu untuk menerima setiap sentuhanku! Aku bukan pria baik-baik seperti adikku yang sanggup menahan hasratnya agar tidak menyentuh wanita yang sangat dekat dengannya" bisik Jacob membuat Gemini merinding.
"Sekarang ikut aku! Kita akan mulai menyusun acara pernikahan kita dengan cepat agar bisa dilangsungkan satu minggu lagi" Jacob menarik tangan Gemini cukup kasar.
"Satu minggu? Kau gila yah?" Bentak Gemini tapi tidak bisa melepaskan tangan Jacob yang menariknya.
__ADS_1
"Kenapa? Kau mau langsung besok? Bisa aku laksanakan" ucap Jacob sombong. Gemini mendelik kesal dan akhirnya memilih diam dan mengikuti kemana pun pria itu akan membawanya.
...~ TO BE CONTINUE ~...