Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Nasi Goreng


__ADS_3

"Ekhem..." Jacob berdeham keras. Sudah hampir satu jam mereka duduk di ruang keluarga, tapi sama sekali tak ada yang mau memulai obrolan duluan. Jacob dan Gemini bahkan menunda untuk berangkat kerja.


"Jadi, apa sebenarnya tujuannya kalian datang kemari?" Tanya Jacob dingin dan datar.


"Aku ingin meminta maaf. Meminta maaf untuk semua yang sudah ku lakukan padamu" Mark menunduk merasa bersalah.


"Kesalahan yang mana? Kesalahan karena sudah merebut mantan-mantan kekasihku dan membuktikan mereka bukan wanita yang pantas untukku? Atau kesalahan karena sudah menggoda istriku dan membuktikan istriku adalah wanita yang setia dan baik?" Jacob tersenyum jahil pada adiknya.


"Untuk semuanya. Pokoknya semua kesalahanku" Mark malah merasa kesal dengan senyum kakaknya itu yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Sudahlah Mark, lupakan semuanya. Aku tahu kau lakukan semua itu karena merasa tersaingi olehku terutama dalam hal kasih sayang Daddy. Daddy memang bersalah karena sudah menyakiti kau dan mendiang Ibumu, tapi sekarang mungkin Daddy sudah menyesal di neraka dan memohon ampun dengan Ibumu yang di surga, kita tidak pernah tahu. Aku tidak pernah marah atau membencimu, hanya sedikit tidak suka. Jadi lupakan semuanya" Jacob tersenyum malah menarik istrinya hingga duduk di atas pangkuannya.


"A-aku juga mau minta maaf! Maaf sudah menggodamu dan berniat merusak rumah tangga kalian" Luisa turut membuka suara.


"Itu juga tidak perlu. Aku tahu kau seperti apa selama kita berteman. Yang kau lakukan itu semua atas perintah pria tak tahu diri ini" Jacob menunjuk Mark.


"Astaga, jadi semua permintaan maaf kami tidak diterima?" Protes Mark menggosok hidungnya dengan telunjuknya.


"Bukan tidak diterima, tapi tidak perlu" Gemini kini bersuara.


"Kau benar-benar wanita yang baik, Gem. Pantas saja pria dingin ini begitu mudah kau taklukan" Luisa tersenyum tulus pada Gemini.


"Hei, kau tidak tahu saja bagaimana sabarnya diriku menghadapi dia. Ini baru dua bulan, jadi jangan katakan aku sudah berhasil" Gemini mencubit hidung Jacob hingga pria itu meringis.


"Kalian benar akan ke Italia?" Tanya Jacob penasaran.


"Benar. Awalnya Luisa yang ingin pulang untuk melihat Ayahnya, tapi setelah aku pikir-pikir aku tidak ingin kehilangan wanita ini. Makanya aku ingin ikut dengannya jika dia tidak bisa tinggal" Mark menarik Luisa untuk lebih dekat dengannya.


"Kapan kalian akan menikah?" Tanya Gemini menyelidik.


"Entahlah. Aku harus berusaha untuk mendapatkan restu dari Ayahnya" Mark menatap Luisa lembut


"Menikahlah secepatnya, jangan hanya mau enaknya saja" titah Gemini pada adik iparnya itu.

__ADS_1


"Pasti Gem. Kau tenang saja" Mark tanpa ragu mengecup bibir Luisa.


"Luisa, kau bilang mau belajar memasak nasi goreng kan? Ayo, kita belajar sekarang saja. Resep dan caranya sangat mudah" Gemini turun dari pangkuan Jacob dan menarik Luisa ke dapur.


"Sebentar, aku hubungi tanteku dulu untuk mengabari kalau aku akan ke toko siang saja" Gemini menepi untuk menghubungi Riska sementara Luisa menunggu.


"Sudah, ayo kita mulai" Gemini menghampiri Luisa dan mereka mulai menyiapkan semua bahan dan bumbu yang diperlukan.


••••••••••


"Lihatlah mereka, manis sekali" Mark sedari tadi melirik Luisa dan Gemini yang sibuk di dapur.


"Luisa melakukan semua ini untukmu. Dia tidak pernah turun langsung ke dapur sejak dulu, tapi sekarang dia rela melakukan apapun untukmu" Jacob tersenyum meledek adik tirinya.


"Tidak, itu untuk Ayahnya. Kau tidak dengar tadi Ayahnya..."


"Hanya alasan. Ayahnya hanya alasan untuk menutupi niatnya. Mark, aku harap kali ini kau serius. Hargai Luisa, jangan sampai kau menyia-nyiakan dia" Jacob kini menatap serius pada adiknya.


"Aku tahu, aku pasti akan menjadi yang terbaik untuk Luisa. Ah iya, ngomong-ngomong kau masih ingin mencari gadis itu?" Tanya Mark sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Jacob.


"Aku bantu kau mencari kebenarannya, bagaimana? Tapi tidak bisa sekarang, dua hari lagi aku dan Luisa harus kembali ke Italia. Aku harus fokus mendapatkan restu Ayahnya, baru setelah itu kami merencanakan untuk kembali ke sini atau menetap di sana" usul Mark serius.


"Kau fokus saja dulu masalahmu dengan Luisa. Masalahku aku sendiri bisa mencari orang jika aku mau" Jacob kembali menatap Mark.


"Mark, kembalilah ke sini! Tinggal di mansion ini lagi seperti dulu! Mommyku sangat ingin melihat kau tinggal di rumah ini, bagaimanapun juga kau tetap darah daging Daddy. Semua milik Daddy juga sebagian adalah milikmu" Jacob membujuk adik tirinya itu.


"Tidak Jack. Aku ingin tinggal sendiri bersama Luisa, dan untuk harta Daddy aku tidak membutuhkannya. Aku sudah nyaman dan puas dengan apa yang aku miliki sekarang" Mark tersenyum tulus pada Jacob.


"Tapi posisi El tidak ada yang menggantikan. Hanya kau harapanku, aku tidak bisa mempercayai orang lain terlalu lama" pinta Jacob menatap Mark serius.


"Jangan aku! Bisa ada orang lain yang percayai" Mark tetap berusaha untuk menolak tawaran kakaknya.


"Ah, kau menolak terus. Bagaimana jika aku hancurkan saja perusahaanmu itu? Jangan lupa perusahaanmu masih jauh di bawahku" Jacob tersenyum miring mengancam adiknya.

__ADS_1


"Kau! Berani sekali mengancamku!" Mark menunjuk wajak kakak tirinya.


"Silakan kau pilih! Kembali ke rumah dan gantikan posisi El, atau kau jadi gelandangan sekalian" Jacob beranjak meninggalkan Mark menuju ke dapur.


"Jacob Leonathan kembali kau!" Mark berteriak geram dan mengacak rambutnya. Rasanya menyesal sudah meminta maaf pada kakak tirinya itu. Sekarang dirinya malah lebih tertekan.


"Ada apa dengannya?" Tanya Gemini menyuapi Jacob sesendok nasi goreng buatan Luisa.


"PEH..." Jacob melepehkan mengeluarkan semua nasi goreng yang sudah masuk ke mulutnya. Raut wajah Luisa seketika berubah menjadi murung.


"Ada apa sayang?" Tanya Gemini kesal.


"Tidak enak" Jacob segera menuang segelas air putih dan meneguknya. Gemini langsung saja mencicipi masakan Luisa tersebut.


"Astaga sayang, ini enak! Kenapa kau tega berkata seperti itu?" Gemini mencubit lengan Jacob.


"Kau lihat wajahnya, sangat menyedihkan" Jacob tertawa puas dan berjalan meninggalkan kedua wanita itu.


"Sudah Luisa, jangan didengar. Dia akhir-akhir ini memang jahil begitu" Gemini menenangkan Luisa. Luisa hanya tersenyum kecut.


"Luisa aku serius ini enak. Jarang-jarang orang barat sepertimu bisa memasak nasi goreng Indonesia seenak ini" Gemini menyendok nasi goreng itu lalu menyuapi Luisa.


"Ini...ini bentar masakanku?" Tanya Luisa tak percaya dan kembali mencicipi makanan buatannya.


"Tentu Luisa. Dari tadi aku hanya memberitahukan langkahnya kepadamu, kau sendiri yang mengatur semua bumbunya" Gemini menepuk pundak Luisa untuk menyemangati wanita itu.


"Terima kasih Gemini. Aku benar-benar tidak percaya ini masakanku" Luisa tersenyum bahagia.


"Ya sudah, kau habiskan dengan kekasihmu. Aku dan Jack harus bersiap-siap untuk bekerja" Gemini pamit meninggalkan Luisa yang segera memanggil Mark untuk menemaninya.


...~ TO BE CONTINUE ~...


#####

__ADS_1


Kenapa jadi nasi goreng semua di part ini? 😂😂😂


__ADS_2