
"Kau akan berangkat bekerja hari ini?" Tanya Gemini yang masih memeluk tubuh kekar Jacob di balik selimut. Mereka baru terbangun dari tidur setelah berolahraga semalaman.
"Aku akan bekerja, tapi tidak akan meninggalkan rumah. Setidaknya sampai istriku betah aku tinggal sendiri" Jacob mengusap pundak mulus istrinya.
"Sayang, apa aku tidak boleh ikut bekerja juga?" Gemini menatap suaminya dengan tatapan memelas.
"Memangnya kau ingin bekerja apa?" Jacob bertanya balik dengan lembut. Sejak kemarin suaminya itu menjadi sedikit lebih lunak padanya.
"Entahlah. Mungkin sekretarismu?" Gemini tertawa kecil dan menggeleng lucu.
"Maaf, tapi aku sudah punya sekretaris dan dia sudah bekerja cukup lama untukku" Jacob tiba-tiba mengecup kening Gemini hingga istrinya memejamkan matanya.
"Ya sudah. Aku jadi nyonya saja, tinggal menunggu suamiku transfer setiap bulannya" Gemini semakin menempel pada suaminya. Gemini akui meski Jacob sifatnya tidak stabil, tapi ia merasa aman dalam dekapan pria itu.
"Ah, apa kau lapar? Mau aku masakkan sesuatu?" Tanya Gemini berinisiatif.
"Em, aku sedikit lapar. Tapi suruh saja pelayan untuk memasak, kita lanjutkan olahraga kita. Bagaimana?" Tanya Jacob kembali menggoda istrinya.
"Jangan dulu Jack. Aku saja yang memasak untukmu, aku rasa aku tidak akan bisa bekerjasama dengan baik dengan para pelayanmu itu" Gemini tidak mengelak saat suaminya menggoda tubuhnya, tapi ucapannya membuat Jacob berhenti.
"Kenapa?" Jacob menatap Gemini bingung.
"Susah dijelaskan. Nanti kau juga akan tahu sendiri. Sekarang ayo bangun dan kita mandi. Setelah itu aku yang akan memasak untukmu sementara kau menunggu sambil bekerja" Gemini menyibak selimut mereka dan menarik suaminya untuk turun dari ranjang. Tanpa aba-aba, Jacob mengangkat tubuh Gemini dan langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuh mereka. Satu jam kemudian mereka sudah rapi dengan pakaian yang berwarna sama. Semua itu ulah Gemini sebenarnya.
"Ada makanan yang sangat ingin kau makan saat ini?" Gemini memeluk Jacob dari belakang sementara pria itu menata rambutnya di depan cermin rias.
"Aku ingin makan nasi goreng yang kemarin. Tapi yang pedas" Jacob tersenyum pada Gemini.
__ADS_1
"Ya sudah, aku ke bawah dulu" Gemini pun pergi setelah mencuri satu ciuman dari suaminya.
"Buat aku mencintaimu, Gem!" Batin Jacob menatap bayangan istrinya yang menghilang di balik pintu kamar mereka dari cermin rias.
••••••••••
"Nasi goreng nasi goreng nasi goreng na na na..." Gemini memasak sambil bersenandung lagu anak-anak yang pernah populer pada masanya.
"Hei, kau apakan dapur ini?" Seorang wanita berteriak pada Gemini hingga Gemini terperanjat kaget dan lengannya tidak sengaja menyenggol pinggiran wajan yang ia gunakan.
"A-aku sedang memasak untuk Jack" Gemini menjawab terbata-bata sambil meringis perih.
"Kau itu hanya wanita murahan yang kebetulan bisa merangkak naik ke atas ranjang Tuan Jacob, jadi tidak perlu sok pintar seperti ini! Pergi sana, Tuan Jacob tidak pernah sudi memakan makanan masakan orang lain selain masakanku" wanita itu berucap dengan percaya diri. Dari pakaiannya Gemini tahu wanita itu adalah pelayan. Tapi Gemini menggeleng saat memperhatikan pakaian pelayan itu sangat pendek dan ketat.
"ELA, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU?" Jacob berteriak dari atas dan langsung turun terburu-buru menghampiri Gemini.
"Tidak ada Tuan. Aku hanya berniat membantu dia memasak" pelayan bernama Ela itu menjawab dengan suara mendayu-dayu manja.
"Em...itu, tadi aku..."
"Ela, mulai hari ini kau dipecat! Kemasi barang-barangmu dan bawa semua anak buahmu pergi dari mansionku!" Jacob kembali memerintah pada Ela dan menarik Gemini ikut bersamanya.
Ela memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya melangkah ke kamarnya untuk melaksanakan perintah Jacob. Ia sudah sangat paham jika Tuannya itu tidak akan mau dibantah oleh siapapun.
"Jack, aku tidak apa-apa" Gemini mengelak saat Jacob ingin mengobati luka di lengannya. Jacob membawa istrinya masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Diam!" Jacob membentak dengan suara lantang hingga Gemini memejamkan matanya. Gemini akhirnya diam dan membiarkan Jacob mengobati lukanya. Pria itu mengobati istrinya dengan sangat lembut meski mulutnya begitu kejam.
__ADS_1
"Sudah! Salep itu akan mencegah lukamu berair, apa masakanmu sudah siap?" Tanya Jacob kini sudah lembut kembali. Gemini hanya mengangguk pelan.
Jacob keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Gemini sendiri. Gemini memutuskan untuk mengamati setiap benda yang ada di dalam ruangan kerja Jacob. Semuanya adalah furnitur mahal dengan bahan material berkelas. Pandangan Gemini jatuh pada sebuah foto yang ada di atas meja kerja Jacob selain foto pernikahan mereka.
"Gadis kecil ini? Apa dia cinta pertama Jacob? Dari belakang kayaknya cantik," Gemini tersenyum mengelus foto itu dengan jarinya.
"Ekhem..." Jacob berdeham membuat Gemini sedikit kaget dan untung saja dia tidak menjatuhkan foto yang ada di tangannya.
"Maaf, aku tadi hanya melihat-lihat" Gemini segera duduk di samping Jacob yang sedang menata dua piring nasi goreng dan dua gelas jus alpukat.
"Tidak masalah. Semua yang ada di sini juga milikmu" Jacob mulai menikmati nasi goreng miliknya. Karena saat remaja Jacob pernah tinggal di Indonesia beberapa tahun, jadi lidahnya juga sudah cukup familiar dengan bumbu-bumbu Indonesia.
"Apa dia cinta pertamamu?" Tanya Gemini tiba-tiba.
"Em..kau marah?" Jacob menatap dalam kedua mata Gemini. Gemini menggeleng.
"Tidak. Hanya saja jika kau memajang fotonya saat kecil seperti itu, kau tampak seperti pe**fil" Gemini tersenyum menahan tawa.
"Sayangnya aku bukan pe**fil karena aku sudah candu untuk meniduri istriku yang sudah dewasa" Jacob menatap istrinya nakal dan Gemini hanya bisa menunduk malu. Jacob kembali melanjutkan makannya begitu juga Gemini.
"Aku sudah meminta Mark untuk mencarikan beberapa pelayan baru untuk kita" ungkap Jacob setelah menghabiskan nasi gorengnya dan kini menyeruput jus alpukatnya.
"Apa perlu pelayan baru? Aku rasa aku bisa sekedar membersihkan rumah ini dan memasak untukmu dan siapa Mark itu?" Gemini mengernyitkan keningnya.
"Kau istriku Gem! Sejahat-jahatnya aku, aku tidak akan menyuruh istriku sendiri untuk menjadi pembantu di rumahku yang juga rumahnya. Dan Mark...kau tidak perlu mengenal pria itu. Dia berbahaya" Jacob beranjak dari tempat duduknya lalu berpindah duduk di kursi kebesarannya. Sepasang mata biru tua itu memperhatikan foto anak kecil yang hendak mengambil mangga itu lalu tidak sengaja melihat ke arah Gemini yang sedang memunggunginya.
"Apa mereka sebenarnya orang yang sama? Mereka terlihat mirip hanya berbeda ukuran" Batin Jacob memperhatikan istrinya dan foto anak kecil itu bergantian.
__ADS_1
"Jack..."
...~ TO BE CONTINUE ~...