
...WARNING⚠⚠⚠...
...AREA DEWASA!!! BOCIL MINGGIR!!!...
.
.
.
.
.
.
.
.
Jacob mengangkat tubuh polos istrinya dan membaringkan Gemini dengan berhati-hati di atas ranjang. Jacob menatap lama tubuh Gemini yang indah alami tanpa permak sana sini. Perlahan Jacob naik ke atas tubuh istrinya dan meraup bibir mungil Gemini yang pada akhirnya menjadi candu untuknya.
Gemini membalas ciuman suaminya tak kalah panas. Meski bukan ahli, tapi Gemini mampu membangkitkan hasrat Jacob berkali lipat. Terbukti dari sesuatu milik Jacob yang sudah tegak berdiri. Ciuman buas Jacob mulai turun ke leher Gemini membuat gadis itu mengeluarkan suara seksinya. Tangan Jacob pun turut merambat mencari permainan di tubuh Gemini. Jacob mendapatkan sepasang bola kenyal milik Gemini. Semakin Jacob liar bermain pada tubuh Gemini, gadis itu semakin keras mengeluarkan suara erotisnya.
Gemini enggan lagi menjaga imejnya di depan suaminya sendiri. Cepat atau lambat hari ini tetap akan terjadi. Jacob kini sudah menguasai aset berharga Gemini. Jacob mulai menikmati aset itu dengan mulut dan lidahnya. Gemini menggelinjang hebat dibuatnya. Mendapatkan respon baik dari tubuh sang istri, Jacob semakin liar hingga istrinya mendapatkan pelepasan pertama hanya dengan pemanasan.
Kini Jacob membuka lebar kedua kaki Gemini dan menekuk lutut Gemini. Jacob berlutut di antara kedua paha Gemini. Jacob tersenyum dan kembali melahap bibir istrinya sedangkan satu tangannya memposisikan akar tunggalnya untuk menerobos gua milik Gemini.
"Jack, sakit..." Rintih Gemini saat akar tunggal Jacob menjebol guanya.
__ADS_1
"Sebentar saja.." Jacob segera menenangkan Gemini dengan mencium bibir istrinya lagi. Beberapa menit berlalu dan tubuh Gemini sudah lebih tenang. Perlahan Jacob mulai bergerak memacu akar tunggalnya untuk menggarap gua kecil itu. Semakin lama Jacob semakin cepat lalu melambat dan kembali cepat. Gemini pasrah dan mengeluarkan suara seksinya membuat Jacob semakin bersemangat.
"Kau luar biasa, sayang" Jacob melahap si kembar kenyal milik Gemini. Gemini pasrah menerimanya setiap apapun yang suaminya lakukan pada tubuhnya. Ia sudah berulang kali mendapatkan pelepasan, tapi Jacob masih bertahan. Satu setengah jam akhirnya berlalu. Jacob yang sebentar lagi akan sampai ke puncak pun akhirnya memacu semakin cepat hingga sesuatu miliknya keluar dan menggenangi rahim sang istri. Jacob tepar dan rebah di samping Gemini.
"Terima kasih, ini sangat luar biasa" bisik Jacob menarik Gemini masuk ke dalam pelukannya.
"Apa kau pernah melakukannya sebelum ini?" Tanya Gemini penasaran pasalnya Jacob terlihat seperti seorang profesional. Jacob justru menggeleng karena memang ia tidak pernah melakukannya dengan wanita mana pun. Gemini menatap Jacob tidak percaya, pasalnya Elbert saja pernah melakukannya dengan mantan kekasihnya.
"Itu tidak penting Gem! Yang penting sekarang, kau milikku seutuhnya" Jacob mengecup kening Gemini dalam-dalam. Gemini tersenyum dan berharap ini adalah awal yang baik untuk pernikahannya.
"Lucu sekali. Biasanya pengantin baru akan melakukannya di malam hari, tapi kita melakukannya di siang hari. Bukan malam pertama namanya," Gemini tertawa kecil.
"Tidak ada bedanya pagi, siang, ataupun malam untuk pasangan yang sudah menikah. Kita bisa lakukan kapanpun dan di manapun tanpa yang berani mengganggu" Jacob mempererat pelukannya pada Gemini. Jacob sedikit mulai merasakan kenyamanan dengan istrinya meski itu tidak menjamin ia akan mencintai Gemini ke depannya.
"Jack, aku tidak mau tidur. Aku lapar" rengek Gemini yang melihat Jacob begitu nyaman dengan mata terpejam.
"Jangan panggil aku Jack! Panggil aku dengan sebutan sayang, atau sesuatu yang manis didengar!" Titah Jacob tanpa membuka matanya.
"Ya sudah, kau masak saja. Nanti bangunkan aku setelah masakanmu jadi" Jacob melepas pelukannya dari Gemini dan Gemini pun turun dari ranjang dan mengenakan pakaian lalu segera turun ke dapur. Gemini yakin ia tidak akan bisa bekerjasama dengan baik dengan pelayan mansion Jacob, jadi dia harus bisa mandiri sendiri.
"Ah, kebetulan ada bumbu Indonesia. Aku masak nasi goreng aja deh" Gemini tersenyum bahagia dan langsung mengeksekusi bahan-bahan masakannya. Satu jam berkutat di dapur, akhirnya nasi goreng ala Gemini jadi juga. Gemini menata dua piring nasi goreng itu ke atas nampan lalu dua gelas jus jeruk dan membawanya dengan hati-hati menuju ke kamar.
"Sayang, bangun! Aku membuatkan nasi goreng untuk kita" Gemini membangunkan Jacob dengan hati-hati. Ia takut jika tiba-tiba pria itu akan mengamuk padanya.
"Em..." Jacob berdeham pelan dan merubah posisinya menjadi duduk.
"Aku memasak nasi goreng untuk kita" ujar Gemini lagi.
"Sebentar. Aku ke kamar mandi dulu" Jacob segera beranjak ke kamar mandi sedangkan Gemini duduk di sofa ujung ranjang untuk menunggu suaminya. Lima menit kemudian Jacob keluar dengan wajah yang lebih segar dan mengenakan celana santai pendek.
__ADS_1
"Kau memasak sendiri?" Tanya Jacob ragu.
"Ehm..semoga kau cocok dengan rasanya" Jawab Gemini sambil mengunyah nasi goreng miliknya.
Jacob pun menyendok nasi goreng buatan istrinya dan mengunyah dengan perasaan. Wajah Jacob tampak datar namun tangannya terus menyendok dan mulutnya terus mengunyah.
"Bagaimana rasanya? Berikan sedikit komentar" Gemini menatap suaminya bingung.
"Bisa di makan" jawab Jacob santai lalu memasukkan sesendok terakhir nasi goreng itu ke dalam mulutnya.
"Jack, bukan itu jawaban yang aku inginkan. Setidaknya jelaskan apakah ada yang kurang atau bumbunya ada yang terlalu banyak?" Gemini menahan tangan Jacob yang ingin beranjak. Jacob menatap Gemini datar namun wajah dan tubuhnya mendekat pada istrinya.
"Rasanya enak. Nikmat seperti saat aku memakanmu tadi dan rasanya aku ingin mengulangi lagi" bisik Jacob lalu meniup telinga Gemini, membuat bulu kuduk Gemini meremang. Gemini segera mendorong dada Jacob hingga pria itu mundur ke belakang dengan senyum meledek.
"Aku akan melanjutkan pekerjaanku. Jika butuh sesuatu kau bisa memintanya pada pelayan atau mencariku langsung" titah Jacob hendak beranjak.
"Jack, boleh aku bertanya gelang apa yang kau pakai itu? Sepertinya kau tidak pernah melepasnya bahkan mandi sekalipun" tanya Gemini penasaran. Jacob menatap Gemini dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gelang ini spesial untukku. Milik cinta pertamaku" jawab Jacob jujur.
"Oh..tapi sepertinya itu ikat rambut untuk anak kecil. Gadis yang mungkin masih duduk di bangku sekolah dasar" tebak Gemini.
"Benar. Saat itu dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku melihatnya hendak mencuri mangga di taman sekolahnya, aku sempat memotretnya. Setelah itu aku berteriak sebenarnya hanya ingin menggodanya, tapi dia malah ketakutan dan lari. Sebelum dia benar-benar lari, aku hanya berhasil menarik rambutnya dan melepaskan pita ini" pada akhirnya Jacob menceritakan kisah cinta rahasianya pada istrinya.
"Mencuri mangga? Hahaha..lucu sekali. Kau tahu? Mamaku bilang saat aku kecil aku juga suka sekali mencuri mangga. Tapi aku sudah tidak ingat sedikitpun masa kecilku. Sudahlah, kau lanjutkan pekerjaannya. Aku akan habiskan makananku" Gemini mengusir suaminya secara halus.
"Kau tidak marah?" Tanya Jacob menyelidik.
"Tidak. Untuk apa aku marah? Semua orang berhak mempunyai masa lalu mereka" Gemini tersenyum lembut pada suaminya. Jacob membalas senyuman dari istrinya lalu mengecup dalam kening Gemini dan beranjak keluar dari kamar mereka.
__ADS_1
...~ TO BE CONTINUE ~...