Iparku, Takdirku

Iparku, Takdirku
Dosa Mencintaimu


__ADS_3

"Sayang, please! Semua itu hanya salah paham" Jacob masih berusaha menjelaskan kepada Gemini. Mereka sudah sampai di mansion mereka dan sepanjang perjalanan tadi Gemini enggan berbicara apapun dengan pria itu. Gemini terus berjalan ke kamar tanpa menghiraukan ucapan Jacob.


"Bodoh! Kenapa juga aku harus terus menjelaskan kepadanya?" Jacob bergumam kesal. Ia segera mengejar Gemini yang sudah menghilang ke dalam kamar mereka.


"Gemini!" Jacob memanggil istrinya dengan lantang. Jacob terkejut saat melihat istrinya sedang melepaskan pakaiannya.


"Gemini, sekali lagi aku jelaskan semua tadi hanya kesalahan. Lusia yang menggodaku" Jacob memeluk istrinya dari belakang.


Tanpa Jacob duga, Gemini berbalik dan langsung menyerang bibirnya. Jacob yang terkejut pun dengan cepat dapat menyesuaikan permainan sang istri. Gemini tersenyum seiring dengan ciuman panasnya yang membuat Jacob tak mampu lagi menahan gelora hasratnya. Jacob membawa istrinya ke atas ranjang dan melepaskan sisa kain yang menghalangi tubuh istrinya. Jacob juga langsung melepaskan semua pakaiannya. Perlahan tapi pasti cumbuan keduanya berubah menjadi penyatuan panas disertai suara-suara erotis keduanya.


"Apa kau sangat menginginkanku?" Tanya Jacob setelah mereka menyelesaikan ritual cinta mereka dan kini sedang berendam di dalam bathup. Keduanya tidak peduli meski jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Itu hukuman untukmu sayang. Aku hanya membersihkan jejak kotor temanmu itu" Gemini tersenyum genit kembali mencumbu dada bidang suaminya namun mereka tidak sampai melakukan penyatuan lagi. Setelah selesai dengan ritual mandi mereka, keduanya segera keluar dan mengeringkan tubuh serta rambut mereka.


"Hoam..aku mengantuk" Gemini menguap lebar dan segera naik ke atas ranjang. Jacob juga ikut bergabung dengan istrinya.


"Gem, maukah kau berjanji sesuatu kepadaku?" Tanya Jacob sambil memeluk dan memainkan rambut istrinya.


"Apa?" Tanya Gemini yang sudah hampir terlelap.


"Berjanjilah untuk selalu percaya padaku. Pernikahan kita memang tidak berlandaskan cinta awalnya, tapi aku bukan tipe pria yang akan bermain di belakang dan mengkhianati istriku. Jadi apapun yang kau dengar dan yang kau lihat tentangku nantinya, berjanjilah untuk menanyakan semuanya padaku sebelum kau membuat kesimpulan" Jacob mengecup kening Gemini penuh cinta.


"Em..aku janji. Aku percaya padamu meski kau dulunya jahat. Dan kuakui kau punya poin plus dibanding mendiang adikmu" Gemini sudah memejamkan matanya namun masih berusaha menjaga kesadarannya.


"Apa itu?" Tanya Jacob penasaran.


"Itu..." Gemini pada akhirnya kalah oleh rasa kantuknya.

__ADS_1


"Terima kasih Gemini. Kau mampu membuatku jadi tak tentu arah hanya karena akting kecilmu. Aku harus akui. sepertinya aku mulai mencintaimu dan ketergantungan padamu" Jacob semakin memeluk istrinya hingga ia pun akhirnya ikut terlelap.


••••••••••


"Bi Na, nanti ayam gorengnya jangan dikasih ke piring semua yah. Sisain nanti aku mau bekalin Jack" Gemini tersenyum kepada pelayannya. Seorang wanita paruh baya yang ternyata sudah lama bekerja di negeri paman Sam ini bahkan sudah menikah dan memiliki seorang anak gadis.


"Iya Non. Beruntung banget Tuan Jack punya istri kayak Nona yang selalu merhatiin kesehatannya" Bi Na tersenyum melihat kebahagiaan Gemini.


"Morning sayang" Jacob tiba-tiba memeluk Gemini dari belakang hingga hampir saja ia menumpahkan sup ayam yang ia bawa.


"Kau ini kenapa mengangetkanku begini" Gemini mengomel dan melepas tangan Jacob dari perutnya.


"Maaf, aku hanya merindukanmu" Jacob terkekeh dan duduk di kursi meja makan.


"Jangan berlebihan sayang, baru beberapa jam aku menghilang" Gemini sambil mengambil nasi dan beberapa sayur lauk untuk suaminya. Sejak menikah dengan Gemini, Jacob sudah mulai terbiasa dengan sarapan berat seperti yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia.


"Tapi aku serius. Gem, aku rasa aku mulai mencintaimu" Jacob menatap Gemini serius.


"Gem, jika aku benar-benar mencintaimu apa tidak dosa?" Tanya Jacob tiba-tiba.


"Maksudmu mencintai istrimu sendiri itu dosa? Kau lucu Jack. Apa tidak sekalian kau bertanya apa yang kita lakukan hampir setiap malam itu tidak dosa?" Gemini menatap kesal suaminya. Jacob hanya terkekeh dengan ucapan istrinya.


"Sayang, nanti aku turun di depan apotek dekat toko kue saja. Aku ingin membeli sesuatu" pinta Gemini menatap Jacob.


"Ingin membeli apa?" Tanya Jacob penasaran.


"Testpack. Jika kuhitung, aku sudah telat bulan ini. Jadi aku ingin memeriksa untuk memastikan" Gemini tersenyum meski ia belum yakin. Jacob pun ikut tersenyum dan mengelus pipi istrinya.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipikirkan sayang. Tuhan tahu kapan waktu terbaik untuk kita" Jacob hanya tidak ingin membuat istrinya stres karena yang ia tahu rata-rata orang Indonesia yang sudah menikah akan pasti akan mengharapkan keturunan. Padahal itu belum tentu akan terjadi.


"Em aku tahu. Tapi tetap saja rasanya belum lengkap tanpa seorang bayi di antara kita" Gemini kembali menyuap makanan ke dalam mulutnya. Jacob sedikit tidak suka dengan ucapan istrinya. Ia meraih tangan Gemini dan membawa tatapan mereka hingga bertemu.


"Gemini Widianto! Ada ataupun tidak seorang bayi di antara kita, itu tidak akan merubah rasa sayangku kepadamu. Jadi buang jauh-jauh pikiranmu yang merasa bahwa pernikahan akan lebih lengkap dengan hadirnya seorang bayi. Bagiku bayi adalah sebuah anugrah dan kita pasti akan mendapatkannya saat kita sudah siap. Jadi jangan membebani pikiranmu dengan hal itu. Kau lupa pernikahan kita baru memasuki dua bulan" Jacob berusaha untuk merubah pola pikir istrinya.


"Aku tahu Jack. Hanya saja aku..."


"Gemini, kau tetap seorang wanita yang hebat sekalipun buruknya kau tidak bisa hamil dan melahirkan. Sekali lagi aku tegaskan! Jangan membebani pikiranmu dengan hal yang tidak harus!" Jacob memotong ucapan istrinya dan langsung menghadiahi Gemini satu ciuman panas hingga wanita itu diam tak berkutik. Keduanya kembali menyantap makanan mereka.


"Uhm Jack, apa kau mau bawa bekal? Jika tidak..."


"Aku mau! Siapkan saja apapun yang sudah kau masak untukku" Jacob tersenyum manis pada istrinya tanpa tahu ada seseorang yang memandang tidak suka dengan keromantisan mereka.


"Okay. Aku juga membawa bekal hari ini. Hari pertama toko kue kita beroperasi dan semoga saja bisa ramai" Gemini tersenyum sambil memasukkan makanan yang sudah ia masak bersama Bi Na tadi ke dalam tiga kotak bekal.


"Kenapa tiga?" Tanya Jacob bingung setelah Gemini selesai dan menghampirinya.


"Satunya untuk tante Riska. Tidak apa kan?" Tanya Gemini menatap Jacob memelas.


"Tidak. Aku hanya takut kau ingin makan sendiri keduanya" Jacob mencubit pelan pipi istrinya. Mereka pun berangkat bersama. Jacob mengantarkan Gemini dan menurunkan Gemini di depan apotek sesuai keinginan istrinya.


"Hati-hati sayang! Ingat jangan terlalu dipikirkan apapun hasilnya nanti" Jacob melambaikan tangannya pada Gemini yang sudah turun dari mobilnya.


"Kau juga hati-hati! Jangan lupa kabari aku setelah sampai nanti! Jangan lupa makan bekalnya dan titip salam untuk Stevi" Pesan Gemini sambil melambaikan tangannya lalu berbalik masuk ke dalam apotek. Jacob baru pergi setelah memastikan istrinya masuk ke dalam apotek.


...~ TO BE CONTINUE ~...

__ADS_1


#####


Si Jacob ada-ada aja. Masa iya dosa karna cinta sama istri sendiri kan? Dan setuju banget kan sama Gemi. Lebih dosa mana mencintai atau ehem2 nya...😂😂😂


__ADS_2