
Buk buk buk....
Pukulan demi pukulan mendaratkan di tubuh Ayu yang sedang meringkuk di bawah lantai sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.
Sementara Ibu mertuanya terus menggunakan sebuah sapu memukuli tubuh ayu dengan keras.
"Bodoh! Apa kau tahu betapa berharganya benda itu?! 5 tahun yang lalu ibu membelinya dengan harga rp500.000 Tapi sekarang kalau dijual harganya bisa mencapai 5 juta!!!" Teriak ibu tiri ayu yang bernama Dira.
"Maaf Bu, aku tidak sengaja, aku tidak tahu kalau anak Kak Merlin akan menjatuhkan vas bunga itu!!" Ucap ayu berusaha membela diri.
Tetapi pembelaan diri itu tidak dihiraukan oleh Dira, Dira terus memukuli ayu sambil berkata, "bodoh!! Dasar menantu tidak berguna! Kau benar-benar bodoh!!! Ibu sudah berencana untuk menjualnya minggu depan dan kau malah memecahkannya?!! Kau gila!!!"
Dira akhirnya melemparkan sapu ke arah tubuh ayu sebelum Dira menggertakan giginya lalu berbalik meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sangat marah.
Sementara ayu, perempuan itu akhirnya duduk di lantai sambil melihat tangannya yang kini penuh dengan memar karena dipukul begitu keras.
__ADS_1
'Hah,,, betapa sialnya aku masuk ke keluarga ini, sudah keluarga miskin, semua penghuninya juga tidak ada yang beres!!!' gerutu ayu dalam hati sambil berdiri lalu mengambil sapu yang tadi digunakan Ibu mertuanya memukulinya.
Setelah itu, ayu kemudian pergi ke ruang keluarga membereskan pecahan vas bunga yang sudah iya jatuhkan.
'vas bunga ini seharga rp500.000 dan akan dijual 5 juta? Memangnya ada hal seperti itu?' gerutu ayu dalam hati sambil menyapu pecahan kaca ke sendok sampah yang ia pegang.
Setelah membersihkan pecahan vas bunga, maka ayu pergi membuangnya lalu perempuan itu kembali menyibukkan dirinya di dapur untuk memasak makan malam bagi keluarga besar suaminya.
Entah berapa lama dia berada di dapur, tetapi perempuan itu barulah bernapas lega setelah ia menata semua makanan di atas meja lalu Ayah mertuanya pun datang dan tersenyum melihat meja makan yang dipenuhi makanan enak.
"Baik ayah," ucap ayu sebelum dia pergi dari sana Lalu memanggil semua penghuni rumah untuk makan.
Setelah semua penghuni rumah selesai ia panggil, maka ayu kembali lagi ke meja makan lalu dia melayani semua orang yang duduk di meja makan.
Dira yang duduk di kursinya menatap ke arah satu kursi yang kosong di sana sebelum dia memalingkan wajahnya menatap ayu, "di mana suamimu? Kenapa dia tidak makan?" Tanya Dira.
__ADS_1
"Dia belum pulang bekerja," jawab Ayu sambil menuangkan air ke gelas keponakannya.
Merlin pun menghela nafas, "hah,, anak itu selalu pergi bekerja pagi-pagi sekali dan pulang sangat terlambat hingga tidak bisa makan malam bersama kita, tapi gajinya tidak seberapa dan hanya cukup untuk membayar uang listrik!!!" Gerutu Merlin sambil menyuap makanan yang ada di piringnya.
"Jangan berkata seperti itu, paling tidak gajinya masih bisa membayarkan listrik untuk keluarga kita, tidak seperti istrinya yang hanya bisa tinggal di rumah menjadi beban keluarga tiap hari diberi makan tetapi tidak menghasilkan!!" Gerutu Dira sambil melototin ayu yang kini berjalan ke belakang karena dia tak pernah makan bersama dengan keluarganya.
Setelah tiba di belakang dapur, Ayu duduk sendirian sambil menatap ke arah kebun sayur dengan pikiran yang melayang-layang.
'Orang-orang itu, seandainya mereka tahu Apa alasan suamiku berangkat begitu pagi dan selalu pulang terlambat, itu semua karena dia tidak mau duduk di meja makan bersama dengan keluarganya sementara aku harus melayani semua orang dan tidak diizinkan makan di meja makan,' ucap ayu dalam hati dengan mata berkaca-kaca membayangkan dirinya dan suaminya yang begitu dipandang sebelah mata di keluarga besar suaminya.
Tetapi mereka tidak bisa meninggalkan rumah tempat tinggal mereka saat ini, karena mereka tidak punya uang untuk menyewa sebuah kontrakan dan membiayai hidup mereka.
Karena merasa begitu tidak tenang kalau hanya duduk berdiam diri, maka ayu pun berdiri lalu dia berjalan ke arah kebun dan mulai mencabuti rumput-rumput yang tumbuh liar di dalam kebun.
Sambil mencabuti rumput liar yang ada di sana, Ayu berpikir, 'seandainya suamiku Bisa memiliki pekerjaan yang lebih layak lagi, maka aku dan suamiku pasti akan memiliki banyak uang dan tidak akan dipandang sebelah mata di rumah ini.'
__ADS_1