
"Ibu!!!" Teriak Merlin ketika dia yang kembali dari warung membeli makanan kini telah tiba di rumah dan perempuan itu langsung mencari ibunya untuk membicarakan tentang apa yang ia lihat ketika bertemu dengan Ayu.
"Ada apa sih? Kenapa dari tadi kau terus berteriak-teriak pada ibu?! Kau pikir telinga Ibu tidak sensitif mendengar suaramu yang menyebalkan itu?" Gerutu Dira Yang keluar dari kamarnya dengan perasaan kesal karena putrinya yang terus membuat keributan di rumah.
Merlin dengan cepat menurunkan putranya dari gendongannya lalu mendorong anak kecil itu untuk bermain di depan TV sebelum dia menghampiri ibunya sambil berkata, "tadi ketika aku pergi ke warung, aku bertemu dengan Ayu dan dia membeli banyak sekali minuman dan cemilan!!!"
"Apa?!" Dira sangat terkejut, "dia membeli banyak minuman?" Tanya Dira yang tak menyangka kalau Ayu akan melakukan hal seperti itu, padahal perempuan itu dan putranya keluar dari rumah tanpa ada sepeserpun uang yang mereka miliki, bahkan tentang kontrakan yang dibicarakan oleh putranya pun, Dira tidak merasa yakin kalau hal itu benar-benar kenyataan.
__ADS_1
"Iya Bu! Dan ternyata, Setelah dia keluar dari rumah kita dia pergi ke sebuah rumah lain untuk menjadi seorang pembantu! Jadi aku rasa dia tidak akan kembali ke rumah kita Karena dia sudah punya tempat untuk tinggal dan bekerja di sana sehingga mendapatkan uang!" Tegas Merlin yang merasa begitu kesal pada Ayu yang memilih pergi bekerja di rumah orang lain ketimbang di rumah mertuanya sendiri.
"Apa?! Kalau begitu, mereka berdua telah membohongi kita dengan berkata bahwa mereka akan tinggal di kontrakan?!'" ucap Dira sambil menggertakan giginya karena dia sangat kesal pada Putra dan menantunya sebab keduanya telah bersekongkol membohonginya.
"Hah, benar, tapi Ibu tenang saja, aku yakin mereka akan segera kembali, karena tadi aku sudah menghancurkan semua barang belanjaannya dan mengambil semua uang dari tangannya, jadi pastinya majikan tempat ia bekerja akan sangat marah kalau perempuan itu kembali ke rumah dan tidak membawa sedikitpun makanan dan apalagi uang yang telah diberikan padanya!!" Ucap Merlin yang merasa begitu percaya diri dengan rencananya.
"Ah,, ibu ini, ya nanti kita tinggal membuatnya melakukan kesalahan kedua sampai dia dipecat dari rumah itu dan tidak punya pilihan selain kembali ke rumah ini!" Kata Merlin sambil berjalan menjauhi ibunya untuk pergi ke dapur menyiapkan makanan yang telah Ia beli di warung.
__ADS_1
Namun Dira yang mengikuti putrinya, perempuan itu berpikir selama beberapa saat sebelum dia berkata, "lalu di mana alamat rumah yang ditempati oleh Gerald dan istrinya?"
Merlin langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang membuka kantong plastik hitam tempat barang belanjaannya, lalu perempuan itu menatap ibunya, "aku juga tidak tahu, tadi aku hanya bertengkar dengannya dan tidak menanyakan di mana Dia bekerja," ucap Merlin yang kini merasa kesal pada dirinya sendiri karena dia begitu ceroboh.
"Kau ini!! Kalau kita tidak tahu di mana alamat rumah tempat ia bekerja, Lalu bagaimana kau akan membuat masalah untuk perempuan itu jika Apa yang kau lakukan hari ini tidak berhasil membuat mereka diusir dari rumah majikan mereka!" Bentak Dira pada putrinya.
"Ah,, ibu, Ada cara lain, Ibu cukup menghampiri Putra ibu yang bekerja di pabrik lalu tanyakan padanya." Ucap Merlin sebelum dia membuang muka dari ibunya sebagai pertanda bahwa dia tidak mau lagi dibicarai oleh ibunya dan dia mau pergi mengambil putranya agar mereka bertiga bisa sarapan bersama.
__ADS_1
"Hah,,, pergi ke pabrik membutuhkan ongkos lagi," gerutu Dira yang merasa kesal bahwa uangnya harus keluar lagi untuk mengurus putranya dan menantunya yang tak berguna.