
Clek!
Gerald langsung menoleh ke arah pintu ketika ia mendengar suara pintu kamar dibuka dan Gerald terkejut mendapati istrinya memasuki kamar sambil membawa 4 vas bunga.
Vas bunga tersebut adalah vas bunga keramik dengan pola bunga terukir di sana.
"Apa yang kau bawa itu?" Tanya Gerald yang merasa heran melihat kedatangan istrinya.
Ayu langsung tersenyum sambil berjalan ke arah meja meletakkan 4 vas bunga itu sebelum dia menghampiri suaminya dengan melompat ke tempat tidur tepat di pangkuan suaminya.
"Sayang, Apa kau tahu apa yang baru saja terjadi? Aku baru saja pergi mengambil benda-benda itu ke tahun 1985!!!" Tegas Ayu dengan suara penuh semangat menatap suaminya hingga membuat Gerald kebingungan.
"Sayangku, jangan bercanda, lagi pula kau lompat-lompat seperti itu, apa tubuhmu tidak sakit?" Tanya Gerald sambil memperbaiki selimut mereka dan menyelimuti tubuh istrinya supaya perempuan itu tidak kedinginan.
__ADS_1
"Aku,," Ayu hendak menjelaskan lebih banyak lagi, tetapi ketika dia berpikir bahwa apa yang ia katakan memang tidak bisa dibuktikan, maka Ayu hanya bisa menghela nafas sambil memperbaiki posisi tidurnya.
"Maaf, Aku tidak akan mengatakan omong kosong lagi. Tapi ngomong-ngomong, kalau kau pergi bekerja besok, Bisakah kau membawa 3 vas bunga yang ada di sana ke pasar barang antik dan jual di sana? Aku pikir itu akan laku dengan harga bagus!" Tegas Ayu sambil menatap suaminya.
Gerald pun menatap bingung istrinya, "Apakah ketiga vas bunga itu milikmu?" Tanya Gerald yang tentunya tahu kalau istrinya tidak memiliki barang-barang bagus, apalagi memiliki sebuah vas bunga, sebab perempuan itu tak pernah memiliki uang untuk berbelanja.
Ayu jelas mengerti apa yang dipikirkan oleh suaminya sehingga geral bertanya seperti itu, maka perempuan itu melebarkan senyuman di wajahnya.
"Ya, itu punyaku, Jadi kau tidak perlu khawatir. Tapi nanti kalau kau mendapatkan uang, Jangan katakan pada siapapun! Apa kau mengerti?!" Tegas Ayu langsung membuat Gerald menganggukkan kepalanya meski Dia pikir kalau tiga vas bunga itu tidak akan laku dengan harga mahal, bahkan mungkin tidak akan dibeli orang-orang meski dia menjualnya dengan harga murah.
Pada keesokan paginya, seperti biasa pada pukul 05.30, Ayu mengantar suaminya yang berangkat bekerja.
Perempuan itu hanya mengantar sampai ke depan rumah sebelum dia kembali masuk ke rumah lalu pergi ke lantai atas dan mengambil vas bunga yang masih tersisa di kamarnya.
__ADS_1
Setelah itu, Ayu pergi ke meja TV lalu meletakkan vas bunga tersebut di sana dan memasukkan beberapa tangkai bunga yang sudah ia petik di taman ketika ia dan suaminya selesai sarapan.
Setelah itu, Ayu melanjutkan pekerjaan rumahnya seperti biasa sampai tiba-tiba ketika Ayu sedang mencabuti rumput liar di kebun belakang, ia dihampiri oleh ibu mertuanya.
"Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Dira pada Ayu sambil memperlihatkan vas bunga yang tadi diletakkan Ayu di meja TV.
"Aku membelinya dari seorang pedagang keliling, karena aku pikir itu mirip dengan vas bunga milik ibu," jawab Ayu.
"Heh!! Apa kau tahu kalau vas bunga yang kau pecahkan itu adalah vas bunga yang asli?!! Vas bunga itu berasal dari beberapa puluh tahun yang lalu, dan seseorang yang bodoh menjual di pasar karena tidak mengetahui kalau barang itu berharga jadi ibu membelinya. Sementara vas bunga yang kau pajang di meja TV ini, ini adalah yang palsu, jadi sama sekali tidak berguna!!!" Tegas Dira sambil melemparkan vas bunga itu ke tanah hingga pecah berkeping-keping.
Ayu pun tercengang di tempatnya melihat vas bunga yang telah pecah itu, 'itu bukan mitasi, itu benar-benar asli dari tahun 1985!!!!' gerutu Ayu dalam hati sambil mendekati vas bunga tersebut dan memungut pecahannya yang berserakan.
Sementara Dira yang melihat kesedihan menantunya, Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kesal sebelum dia pergi meninggalkan Ayu.
__ADS_1
'Dasar menantu tidak berguna, palingan dia membeli barang itu dengan harga 50.000!!!' Gerutu Dira dalam hati.