Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
5


__ADS_3

"Apa?! Ibu memukuli mu sampai memar seperti ini?!!" Tanya Gerald dengan raut wajah yang marah sambil menatap istrinya.


😻😻😻


Ayu pun menatap suaminya, dan dia tahu dia tidak bisa berbohong sehingga perempuan itu mengangguk dengan pelan sambil berkata, "ya, tapi aku memang pantas mendapatkannya, tadi aku lalai saat menjaga keponakan jadinya keponakan tidak sengaja menjatuhkan vas bunga milik ibu yang sangat mahal, jadi--"


"Kau berpikir seperti itu?! Bagaimana bisa Ibu memukulimu sampai memar seperti ini hanya gara-gara sebuah vas bunga? Tidak ada yang lebih berharga dari istriku!!!" Gerutu Gerald sambil terus mengobati tubuh istrinya dengan kekesalannya.


Ayu pun terdiam membiarkan suaminya melakukan apapun dan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membela siapapun sehingga kamar berada dalam keheningan sampai akhirnya Gerald selesai mengoleskan salep ke memar pada tubuh istrinya.

__ADS_1


"Sayang, tadi aku ke pasar bersama ibu dan seseorang yang baik memberikanku sebuah hadiah," ucap Ayu langsung membuka sebuah laci dan mengeluarkan sebuah jam tangan lalu memperlihatkannya pada suaminya sambil tersenyum.


Perempuan itu berharap suaminya akan melupakan kemarahannya Ketika ia mengetahui istrinya untuk pertama kalinya mendapat sebuah hadiah yang berharga.


Gerald yang melihat ekspresi istrinya bisa mengerti kalau perempuan itu berusaha membuatnya tenang sehingga geral menghela nafas sambil mengambil jam tangan itu lalu memakaikannya pada tangan istrinya, "baguslah kalau kau bertemu dengan orang baik, kuharap ke depannya kau lebih banyak bertemu dengan orang baik. Maaf karena sampai sekarang aku belum bisa membuat kita pindah dari rumah ini, padahal kau selalu tersiksa di sini. Kemarin aku sudah menanyakan kontrakan yang murah tapi gajiku juga belum cukup untuk membayar kontrakan itu dan terlebih untuk menghidupi kita berdua."


Ayu memudarkan senyuman di wajahnya, karena dia tahu selama 3 tahun pernikahan mereka suaminya sudah begitu tersiksa dan berada dalam dilema yang besar karena apa yang mereka alami di rumah orang tua suaminya.


"Kita pasti akan mendapat jalan keluar Untuk masalah kita. Yang penting sekarang kau berhenti menyalahkan dirimu sendiri, bekerjalah dengan baik dan sehat," ucap Ayu.

__ADS_1


"Maaf sayang," kata Gerald langsung menarik istrinya kepelukannya selalu mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Ayu.


Ayu pun menikmati pelukan lembut dari suaminya sambil berpikir dalam hati, 'Aku harap ada sebuah keajaiban yang membuat kami bisa pergi dari rumah ini. Setidaknya rumah kecil yang sempit pun tidak masalah asalkan aku dan suamiku bisa memiliki rumah tangga yang kami atur sepenuhnya."


Ayu benar-benar sadar bahwa ketika mereka menginap di rumah orang maka rumah tangga mereka akan berada di bawah tekanan pemilik rumah, dan mereka tidak bisa mengeluh dan membantah untuk segala sesuatu yang diucapkan oleh pemilik rumah Sebab mereka hanya menumpang.


"Malam ini kau tidak usah mandi, salep di tubuhmu akan luntur kalau kau mandi cukup cuci muka saja," ucap Gerald ketika mereka cukup lama terdiam.


Ayu pun mengangkat wajahnya menatap suaminya, "baik sayang, tapi haruskah kita melanjutkan yang tadi?" Tanya Ayu yang merasa berdosa pada suaminya Kalau dia tidak melayani pria itu.

__ADS_1


Tetapi geral yang mengerti maksud istrinya, ia langsung menggelengkan kepalanya, "Aku bukan suami kalau aku memaksamu melakukan sesuatu dalam kondisi seperti ini!" Tegas Gerald.


"Baiklah, kalau begitu ayo ke kamar mandi," ucap Ayu langsung berdiri hingga kedua orang itu pun pergi ke kamar mandi dengan Gerald yang mandi sementara Ayu hanya cuci-cuci muka saja sebelum mereka naik ke tempat tidur.


__ADS_2