
Pagi hari di hotel tempat Ayu bersama suaminya menginap, Ayu yang masih terlelap akhirnya terbangun ketika ciuman berarti dari suaminya mengganggu tidurnya.
Cup cup cup!
"Hm,," Ayu menggerutu sambil membuka matanya dan melihat suaminya yang tersenyum hangat padanya.
"Selamat pagi sayang!" Ucap Gerald sambil mendaratkan sebuah ciuman besar di bibir istrinya.
Cup!
"Selamat pagi juga, jam berapa ini?" Tanya Ayu sambil melirik sekitar kamar namun tidak mendapati satupun jam dinding di kamar tersebut.
"Baru jam 07.00," jawab Gerald dengan santai sebab hari itu Mereka tidak memiliki kegiatan yang buru-buru karena dia tidak pergi bekerja dan hanya akan pergi ke rumah kontrakan mereka untuk mengatur barang-barang jika nanti barang-barang pesanan mereka telah tiba di sana.
__ADS_1
Tetapi Ayu yang sudah terbiasa bangun subuh, ia langsung tersentak bangun lalu menatap ke arah jam yang terletak di atas meja.
"Aku terlambat bangun!" Ucap Ayu langsung menyebut selimut dan hendak turun dari tempat tidur ketika tubuhnya malah ditarik kembali oleh suaminya ke dalam pelukan Gerald.
"Kenapa buru-buru sekali? Tidak ada yang akan memarahimu kalau kau bangun terlambat, tidak ada juga yang perlu kau siapkan karena hari ini suamimu tidak akan pergi cepat bekerja," ucap Gerald.
"Ah,,, kau benar," ucap Ayu sambil menghela nafas lega lalu menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.
"Toko tempat kita berbelanja baru buka jam 08.00, jadi barang kita pasti tiba di rumah jam 09.00 atau jam 10.00," jawab Geral.
"Baguslah, lalu sekarang kita mau apa?" Tanya Ayu yang merasa aneh bila di pagi hari dia tidak sibuk bekerja, sebab biasanya di rumah Ibu mertuanya dia akan sibuk bekerja dari subuh sampai malam hari, tidak ada istirahat untuknya.
"Cukup bersantai saja di pagi hari, Bagaimana kalau sekarang kita cuci muka lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan?" Tanya Gerald langsung dijawab anggukan Ayu hingga keduanya segera masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Dua orang itu menyelesaikan kegiatan mereka di hotel sebelum pergi ke rumah kontrakan mereka dan mendapati sebuah mobil baru saja memasuki halaman rumah sehingga keduanya langsung masuk ke rumah dan Gerald berbicara dengan pemilik mobil yang datang mengantar barang-barang belanjaan mereka.
Ayu pun langsung membuka pintu rumah dan membiarkan para kurir mengangkat barang-barang ke dalam rumah dengan dia bersama suaminya menata barang-barang tersebut di dalam rumah.
Sambil menata meja di dapur, Ayu menatap suaminya, "kita belum membeli gas dan juga kopi, aku tidak enak untuk orang-orang itu," ucap Ayu yang merasa menjadi orang yang begitu buruk jika dia tidak membuatkan minuman untuk orang-orang yang datang mengantarkan barang mereka.
"Jangan khawatir, di depan situ ada warung, biar aku pergi ke sana membelikan makanan dan minuman," langsung berjalan untuk meninggalkan istrinya ketika lengannya tiba-tiba dicekal oleh istrinya.
"Jangan! Bagaimana bisa kau meninggalkan istrimu bersama orang-orang itu yang semuanya adalah laki-laki? Biar aku saja yang pergi," ucap Ayu segera berjalan meninggalkan suaminya untuk pergi ke warung.
Begitu tiba di warung, Ayu langsung memesan beberapa gelas kopi dan juga cemilan lalu perempuan itu duduk menunggu pesanannya selesai dibuat.
Tetapi ketika pesanannya telah selesai dibuat dan Ayu hendak membayarnya, Ayu terkejut ketika tiba-tiba saja seorang perempuan datang menghampirinya dengan raut wajah terkejut karena tak menyangka mendapati Ayu di warung tersebut.
__ADS_1