Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
12


__ADS_3

"Kalau begitu kami akan mengambil rumah ini," ucap Gerald pada sang pemilik rumah kontrakan yang telah Ia cek bersama dengan istrinya.


"Ya, tentu saja kalian harus mengambilnya, rumah ini memang sangat cocok untuk pasangan yang baru menikah seperti kalian. Ukurannya pas, dengan dua kamar kalian boleh menggunakan satu kamar yang lain sebagai gudang," ucap sang pemilik rumah kontrakan.


"Ya, kalau begitu kami akan transfer uangnya sekarang juga. Kami akan membayar untuk tiga bulan ke depan," ucap Gerald.


"Baiklah, ada ATM di dekat sini, kita bisa pergi ke sana sekarang," ucap sang pemilik rumah kontrakan langsung membuat Gerald menganggukkan kepalanya hingga Gerald pun dengan cepat merangkul istrinya keluar dari rumah kontrakan lalu mereka pergi menuju sebuah ATM yang tak jauh dari rumah tempat mereka berada.


Setelah tiba di apartemen, Gerald langsung mentransfer sejumlah uang pada pemilik rumah kontrakan lalu dia pun menyimpan bukti transferan tersebut sebelum dia berpisah dengan pemilik restoran.


Begitu keduanya menaiki mobil, maka Gerald langsung menyerahkan kunci rumah pada istrinya sambil berkata, "kita sudah bisa pindah Besok, aku akan meminjam mobil temanku supaya kita bisa memindahkan barang-barang kita."


Ucapan suaminya langsung membuat Ayu menatap suaminya dengan bingung, "Barang-barang apa yang kita pindahkan? Kita hanya bisa membawa baju-baju kita ke kontrakan, karena segala sesuatu yang ada di kamarmu adalah milik ibu," ucap Ayu mengingatkan suaminya, karena dia tidak ingin terjadi pertengkaran antara suaminya dan ibu mertuanya ketika mereka harus membawa barang-barang di rumah kediaman Ibu mertuanya kekontrakan mereka.


"Ah,, kau benar, kalau begitu kita belum bisa menempati rumah kontrakan itu karena belum ada peralatan apapun di sana," ucap Gerald sambil menghela nafas dengan berat karena sesungguhnya dia ingin mereka cepat-cepat pindah supaya istrinya tidak perlu menjadi babu terlalu lama.


Ayu mengganggukkan kepalanya, tetapi ketika dia melihat jam yang terletak dalam mobil, perempuan itu pun kembali menatap suaminya, "Saat ini masih jam 17.00, kita masih memiliki beberapa waktu untuk mampir ke toko perlengkapan rumah tangga, kita bisa membeli perlengkapan di sana Lalu menyuruh mereka mengantarnya ke rumah kontrakan kita besok pagi," ucap Ayu.


"Istriku benar, kalau begitu kita mampir dulu membeli beberapa barang yang paling penting untuk digunakan," ucap Gerald sebelum dia melirik ke sopir taksi lalu menyuruh supir tersebut membawa mereka ke toko perlengkapan peralatan rumah tangga.


Maka Setelah tiba di toko, kedua orang itu langsung melihat-lihat beberapa barang yang paling penting untuk mereka bahwa kekontrakan seperti kompor, peralatan makan, peralatan tidur dan peralatan mandi.


Gerald hanya menemani istrinya saja sambil memastikan istrinya membeli barang yang berkualitas, sementara untuk jenis dan motif dari peralatan yang mereka beli, ia sepenuhnya mempercayakannya pada istrinya sehingga pria itu tidak banyak berbicara sampai akhirnya mereka tiba di kasir dan menghitung seluruh barang belanjaan mereka.


"Total semua barang belanjaannya 3.567.000 royal," ucap pelayan kasir langsung membuat Ayu menyerahkan kartu atm-nya untuk membayar barang belanjaan mereka.

__ADS_1


Setelah selesai, Ayu menulis alamat tempat barang-barang itu untuk dikirimkan pada keesokan harinya sebelum dia dan suaminya segera keluar dari toko untuk kembali ke rumah.


Tetapi ketika mereka baru keluar dari toko, Ayu langsung menghentikan langkahnya saat ia melihat kakak iparnya sedang melangkah ke arah mereka.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Merlin sambil mengerutkan keningnya menatap dua orang di depannya, meski dia tidak melihat ada sedikitpun barang belanjaan yang dibawa oleh kedua orang itu, tetapi cukup aneh baginya melihat dua orang itu keluar dari toko.


Bagaimanapun, dia tahu benar kalau kedua orang itu tak pernah memiliki sepeserpun uang karena seluruh gaji gerald langsung ditransfer ke rekening Dira sehingga tidak ada sepeserpun yang didapatkan oleh Gerald.


Jadi untuk apa dua orang itu pergi ke toko kalau mereka tidak membeli apapun?


"Kami datang melihat-lihat," jawab Ayu sambil mempererat genggaman tangannya pada tangan suaminya.


Geral juga menganggukkan kepalanya sambil berkata, "benar, istriku bilang dia ingin merasakan jalan-jalan ke toko perlengkapan rumah, jadi--"


"Heh!!" Merlin tersenyum mengejek, "tidak perlu merasakan berjalan-jalan di tempat yang tidak seharusnya kalian tempati, bahkan keluar dari rumah saja seharusnya tidak perlu karena kalian berdua itu tidak memiliki uang untuk membeli satupun barang yang ada di toko ini!! dasar orang-orang miskin, cepat kembali ke rumah dan lakukan pekerjaan rumah supaya kalian berdua memiliki kegunaan untuk diberi makan setiap hari secara gratis!!!" tegas Merlin sebelum dia berjalan pergi meninggalkan dua orang itu dengan raut wajah angkuhnya.


"Maafkan aku sayang," ucap Gerald dengan penuh rasa bersalah pada istrinya.


Ayu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu berkata, "tidak ada yang perlu dimaafkan, sekarang ayo pulang dan bereskan barang-barang kita di rumah supaya kita bisa pindah besok pagi. tapi ngomong-ngomong, kau harus pergi bekerja besok, jadi--"


"Jangan khawatir, aku sudah meminta tolong pada temanku kalau aku tidak datang cepat besok maka dia akan memintakanku izin pada bos," ucap Gerald langsung membuat Ayu menganggukkan kepalanya lalu mereka pun segera meninggalkan toko dan kembali ke rumah.


Begitu keduanya tiba di rumah, Ayu langsung disambut kemarahan Ibu mertuanya.


"Berani beraninya kalian berdua keluyuran di luar dan baru kembali di jam segini?! p

__ADS_1


Pergi ke dapur dan lihat di sana tidak ada sedikitpun makanan yang bisa dimakan, sementara ini sudah lewat jam makan malam!!!!" Bentak Dira yang benar-benar kesal pada menantunya karena perempuan itu telah meninggalkan pekerjaannya dan memilih pergi berkeluyuran di luar rumah.


Ayu yang mendengar itu langsung melepaskan genggaman tangannya pada suaminya lalu dia berlari pergi ke dapur untuk segera membuat makanan bagi semua orang.


Dira pun hendak mengikuti perempuan itu, tetapi kemudian dia menghentikan langkahnya saat tangannya tiba-tiba saja di tahan oleh putranya.


"Ibu, tolong bersikap lebih baik pada Ayu, ini malam terakhir kami tinggal di rumah ini," ucap Gerald langsung membuat Dira melototkan matanya menatap putranya.


Dira sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh putranya sehingga perempuan itu langsung bertanya, katanya, "Kenapa Kau bilang seperti itu? Memangnya Kalian mau pergi ke mana?!"


"Kami memutuskan untuk mengontrak dan tinggal berdua," ucap Gerald semakin mengejutkan Dira.


"Apa?! Kalian mau mengontrak dan tinggal berdua saja?! Memangnya kalian punya uang?!!" bentak Dira Yang tak habis pikir dengan jalan pikiran putranya sehingga pria itu mau tinggal di luar bersama istrinya ketika dia dan istrinya sama sekali tidak memiliki uang.


Gerald menganggukkan kepalanya dengan pelan, "iya bu, kebetulan aku mendapat sedikit rezeki dari kantor, Jadi kami ingin menggunakan itu untuk--"


"Apa?! Kau mau hambur-hamburkan uang?!! cepat berikan uang itu pada ibu, sebaiknya ibu yang simpan daripada kalian gunakan untuk tinggal di luar!! Rumah ini masih bisa menampung kalian, jadi tidak perlu pergi dari sini!!!" tegas Dira.


Gerald sudah menduga bahwa ibunya tidak akan memberi mereka izin Dan malah akan mengambil uang mereka, sehingga Gerald sudah menyiapkan jawaban yang tepat untuk ibunya.


"Maaf BU, tetapi kami sudah membayar kontrakannya, jadi--"


"Apa?!! Anak durhaka!! Berani-beraninya kau membelanjakan uang tanpa seizin ibu?!!! Sekarang juga katakan pada Ibu di mana pemilik kontrakan itu biar ibu yang pergi berbicara dengannya supaya dia mengembalikan uang yang kalian bayar itu!!!" Tegas Dira yang tidak rela kehilangan sedikitpun uang yang didapatkan oleh putranya lewat kerja keras putranya.


Lagi pula kalau kedua orang itu pergi dari rumah mereka, maka mereka tidak akan memiliki pembantu gratis sehingga mereka harus membayar pembantu, dan tentunya pengeluaran mereka akan semakin bertambah.

__ADS_1


Selain itu, Dira berpikir bahwa kalau keduanya tinggal di luar rumah, maka dia tidak akan mendapatkan sebesar pun gaji dari putranya karena putranya sudah tidak tinggal bersama-sama dengan mereka.


Bukankah itu membuatnya jadi rugi banyak???


__ADS_2