
Setelah Ayu berpikir selama beberapa saat, perempuan itu pun dengan cepat menutup warung tenda miliknya dan menyimpan makanan yang masih tersisa di etalase makanan miliknya.
Setelah itu, Ayu berberes-beres di dalam rumah sampai akhirnya suaminya pulang dan semua barang-barang yang tadi digunakan Ayu untuk membuka warung kini telah bersih dan tersusun dengan rapi di dalam rumah.
"Lho sayang, kau sudah membersihkan?" Tanya Gerald dengan tatapan bingungnya.
"Ya, hari ini dagangan kita habis lebih cepat dari kemarin-kemarin, jadi aku menutup warungnya lebih cepat. Sekarang, ayo mandi bersama," ucap Ayu yang tahu bahwa hari itu adalah jadwal pembukaan pelelangan yang terletak di tengah ibukota, sehingga Ayu berencana untuk membawa 3 barang antik miliknya ke lelang tersebut untuk dilelang di sana.
Gerald pun menganggukkan kepalanya, "baiklah, tapi lain kali kalau kau tutup warung lebih awal, tidak perlu membereskan semuanya, tunggu aku pulang biar aku yang membereskannya supaya kau tidak kelelahan," ucap Gerald yang merasa cemas pada istrinya jika perempuan itu terlalu kelelahan.
"Iya, besok-besok aku akan meninggalkan semua pekerjaan rumah untukmu," kata Ayu sambil menarik suaminya ke dalam kamar mandi.
Maka dua orang itu segera mandi bersama sampai mereka bersiap-siap dan meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat pelelangan.
Saat keduanya berada dalam sebuah mobil yang dipesan secara online, Gerald menatap istrinya dengan tatapan bingungnya, "kita mau pergi ke mana?" Tanya Gerald.
"Kita akan pergi ke pelelangan," ucap Ayu sambil memangku sebuah kotak di pahanya dengan penuh hati-hati karena cemas barang yang ada dalam kotak itu mungkin akan rusak jika terjadi benturan sedikit saja.
Sedangkan Gerald yang berbicara dengan istrinya, pria itu merasa heran karena tidak mengerti mengapa mereka berdua harus pergi ke pelelangan saat mereka tidak memiliki uang untuk membeli barang di pelelangan.
Oleh sebab itu, geral bertanya pada istrinya, katanya, "Untuk apa kita pergi ke tempat lelang?"
"Nanti kau akan tahu," ucap Ayu.
__ADS_1
Meski Gerald masih belum paham dengan apa yang dipikirkan oleh istrinya, tetapi pria itu hanya mengunggukkan kepalanya dengan pelan dan menunggu sampai mobil akhirnya tiba di pelelangan terbesar di ibukota.
"Aku dengar untuk masuk ke tempat ini Kita harus menggunakan kartu khusus yang tidak mudah didapatkan," ucap Gerald yang cemas mereka tidak akan bisa masuk ke tempat pelelangan tersebut.
"Jangan khawatir, kalau kita datang untuk membawa barang yang hendak dilelang, maka kita bisa masuk dengan gratis," ucap Ayu sambil tersenyum memegang kotak di tangannya.
Kotak itu ia pegang dengan hati-hati dan sedari tadi tidak diberikan pada suaminya karena dia cemas suaminya akan bersikap ceroboh dan menjatuhkannya karena tidak tahu apa isi dari kotak itu.
Maka dua orang itu segera memasuki aula tempat lelang berlangsung lalu mereka melihat orang-orang yang antre untuk menghadiri lelang pada hari itu.
Keduanya pun mulai antri sampai tiba giliran mereka untuk diperiksa kartu aksesnya, Ayu menatap petugas sambil berkata, "Kami datang untuk membawa barang yang akan dilelang."
"Ah, bawalah ke meja itu," ucap sang tugas sambil menunjuk sebuah meja sehingga Ayu dan suaminya langsung berpindah ke meja yang dimaksud oleh sang petugas.
Setelah tiba di meja yang dimaksud, maka Ayu langsung membuka kotak yang ia bawa lalu memperlihatkan tiga barang yang ada di sana.
Geral juga terkejut melihat ketiga barang yang dimiliki oleh istrinya, pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya sambil berkata, "dari mana kau mendapatkan barang itu?"
Ayu tersenyum, "seorang perempuan bernama Yola memberikannya padaku," ucap Ayu sembari menatap sang pria yang sedang memeriksa keaslian barang yang mereka bawa.
Beberapa saat kemudian setelah pria itu memeriksa keasliannya, pria itu pun menelpon seseorang untuk datang ke tempat itu sebelum dia kembali menatap Ayu sambil berkata, "Bisakah kau membuktikan kepemilikan untuk 3 barang ini?"
Ayu menyipitkan matanya mendengar ucapan pria di hadapannya, dan tentunya Dia tidak memiliki hal seperti itu sehingga Ayu dengan cepat berkata, "aku tidak memiliki apapun, tetapi ketiga barang ini adalah milikku yang kudapatkan dari seorang teman lama."
__ADS_1
"Siapa teman lamamu?" Tanya sang petugas yang tentunya harus menyelidiki ketiga barang itu, karena jangan sampai barang itu berasal dari pasar gelap hingga membuat mereka kerepotan karena melelang barang yang tidak memiliki izin.
"Namanya Yola, tetapi ia telah meninggal," ucap Ayu membuat Gerald yang berdiri di samping istrinya kini kebingungan menatap istrinya Sebab Dia tidak mengerti Siapa yang dibicarakan oleh istrinya dan Sejak kapan istrinya mengenal perempuan bernama Yola.
Meski begitu, Gerald tidak mengatakan apapun dan dia hanya berniat menunggu sampai istrinya selesai dengan urusannya baru menanyakan tentang perempuan bernama Yola.
Sementara petugas yang berbicara dengan Ayu, petugas itu kini memeriksa perempuan bernama Yola menggunakan komputernya, Tetapi dia tidak menemukan satupun data yang menunjukkan seorang perempuan bernama Yola memiliki ketiga barang yang diperlihatkan oleh Ayu.
"Silakan duduk sebentar, kami akan segera menyelesaikan pendaftaran 3 barang ini," ucap sang petugas.
"Baik," jawab Ayu sembari berjalan ke arah kursi tunggu lalu duduk di sana bersama dengan suaminya.
Setelah duduk, geral berkata, "Siapa orang yang kau maksud memberikan barang itu padamu?"
Pertanyaan suaminya akhirnya membuat Ayu terdiam, Sebab Dia tidak bisa mengatakan apa-apa pada pria itu karena tentunya suaminya tidak akan mempercayai apa yang ia ceritakan.
Oleh sebab itu, Ayu berpikir selama beberapa saat sebelum dia berkata, "itu teman lamaku sebelum menikah denganmu."
"Teman lama,," Gerald menganggukkan kepalanya dan saat ini dia tertampar dengan kata-kata istrinya, sebab selama ini dia memang tidak pernah mencari tahu apapun yang berhubungan dengan istrinya selama mereka menikah sehingga dia merasa bahwa dia tidak punya hak untuk menanyakan lebih detail tentang hubungan istrinya dengan perempuan bernama Yola, karena Dia sendiri tak pernah mempertanyakan segala sesuatu tentang istrinya.
Maka dua orang itu hanya bisa menunggu petugas selesai memeriksa barang yang dibawa oleh Ayu sampai akhirnya selama 15 menit terus menunggu, sang petugas memanggil mereka berdua.
"Nona Ayu!" Ucap sampai tugas langsung membuat Ayu berdiri lalu menghampiri petugas yang memanggil namanya.
__ADS_1
"Kami sudah memeriksa ketiga barang ini, dan memang tiga barang ini memiliki nomor seri yang belum pernah beredar di pasaran. Nomor serinya juga asli, dan kondisi barangnya sangat baik, Jadi silakan isi formulir ini untuk mendaftarkan barang-barang ini di acara pelelangan malam hari ini. Tolong kosongkan nominal harga awal untuk ketiga barang ini karena kamilah yang akan mengisinya sesuai dengan standar yang kami tentukan setelah memeriksa dengan detail ketiga barang ini," ucap sang petugas langsung dijawab anggukan Ayu sehingga Ayu dengan cepat mengisi formulir tersebut dibantu oleh suaminya.
'Aku harap hasilnya memuaskan,' ucap Ayu dalam hati yang merasa bahwa akan sia-sia dia mempertaruhkan nyawanya untuk ketiga barang itu jika barang itu tidak terjual dengan harga yang pantas.