
Saat ini, Ayu dan suaminya duduk di dalam sebuah taksi yang mengantar mereka ke pasar.
Ayu duduk bersandar ke dada suaminya sambil memegang erat sebuah kartu di tangannya yang berisi 2 miliar uang.
"Aku akan mengembalikan jam tangan ini dan juga uang ini," ucap Ayu yang merasa bahwa apa yang ia terima lewat jam tangan ajaib yang diberikan oleh pria pedagang jam kini sudah cukup, dan ia ingin mengembalikan jam tangan tersebut serta memberikan sebagian besar dari hasil jualan barang antik yang ia dapatkan lewat keajaiban jam tangan pemberian sang pria.
"Hm, Kenapa kau ingin memberikan uang itu pada pria yang memberikanmu jam tangan?" Tanya geral yang merasa aneh dengan sikap istrinya.
Meski dia sama sekali tidak protes kalau istrinya memberikan uang 2 miliar royal pada pria yang memberikan jam tangan pada istrinya, Tetapi dia hanya bingung saja kenapa istrinya malah memilih pria yang memberikan jam tangan itu untuk diberikan uang.
Padahal, benda-benda yang mereka jual di pelelangan sama sekali tidak ada hubungannya dengan pria yang memberikan jam tangan pada istrinya.
Ayu pun menatap suaminya sambil mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Aku tidak akan kepikiran tentang barang-barang antik itu seandainya pria yang memberikan jam tangan ini tidak mengatakannya padaku. Hah,, aku sangat beruntung bertemu dengan pria itu, jadi aku ingin berterima kasih padanya," ucap Ayu.
Gerald menganggukkan kepalanya sambil membelai rambut panjang istrinya, "baiklah," ucap Geral.
Maka kedua orang itu berbincang-bincang di dalam taksi sampai taksi mereka tiba di pasar lalu keduanya turun dari taksi dan memasuki pasar.
"Toko jam tangannya ada di sana, Jadi kita harus berjalan lebih jauh lagi," ucap Ayu sambil menarik tangan suaminya dengan wajahnya yang begitu bersemangat untuk menghampiri sang pria yang telah menolongnya.
Gerald pun terus mengikuti istrinya sampai mereka tiba di depan sebuah toko jam yang membuat Ayu mengerutkan keningnya ketika melihat toko jam tersebut tampak sangat berbeda dari waktu terakhir kali mereka datang ke tempat itu.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Gerald pada istrinya ketika ia melihat wajah istrinya yang tampak bingung.
"Ini,, belum cukup satu bulan aku meninggalkan toko ini, tapi kenapa jadi sangat berbeda dari sebelumnya?" Ucap Ayu sambil melangkahkan kakinya memasuki toko.
Sementara Gerald yang mengikuti istrinya, pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya berpikir bahwa pemilik toko mungkin sudah merombak toko tersebut.
Saat mereka memasuki toko, seorang pelayan perempuan langsung menghampiri mereka sambil berkata, "Ada yang bisa saya bantu?"
Ayu menganggukkan kepalanya sambil menatap perempuan yang ada di hadapannya, "ada seorang pria yang memberikan jam tangan ini padaku beberapa minggu yang lalu, aku ingin bertemu dengannya. Aku lupa nama pria itu, tetapi dia pria yang terlihat ramai dengan kulit sawo matang dan tingginya sekitar 165 cm. Dia juga memiliki rambut yang lurus dan di cat pirang," kata Ayu menjelaskan ciri-ciri Pelayan toko yang telah memberinya hadiah jam tangan ajaib.
Tetapi pelayan perempuan yang mendengarkan ucapan Ayu, dia mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ayu.
"Tidak ada? Tapi beberapa minggu yang lalu saya benar-benar ada di sini dan pria itu memberikan jam tangan ini pada saya," ucap Ayu menunjukkan jam tangannya pada perempuan di depannya.
Maka Sang Perempuan mengambil jam tangan itu dan memperhatikannya selama beberapa saat sebelum dia berkata, "ini jam tangan model lama, dan sudah satu tahun lebih kami tidak menjual jam tangan seperti ini lagi dan juga tidak menerima jam tangan ini untuk diperbaiki."
"Apa?!" Ayu sangat terkejut mendengarkan ucapan sang pelayan sehingga Ayu pun menatap ke suaminya dengan kebingungan melanda perempuan itu karena tidak mengerti mengapa seorang pria yang bekerja di toko itu tiba-tiba disebutkan tak pernah bekerja di sana.
Gerald yang melihat ekspresi istrinya akhirnya menatap sang pelayan perempuan sambil berkata, "jadi memang tidak ada pelayan pria yang bekerja di toko ini, kalau begitu mungkin saja anak pemilik toko atau seseorang pria yang mungkin pernah datang ke toko ini."
Pelayan toko berpikir selama beberapa saat sebelum dia menggelengkan kepalanya dengan pelan, "memang ada seorang pria yang biasa ada di sini, dan membantu kami menjual, tetapi dua bulan yang lalu pria itu telah pergi ke luar negeri dan dia sama sekali tidak kembali ke mari. Lalu seperti yang saya katakan tadi bahwa kami tidak memiliki jam yang sama dengan yang ditunjukkan oleh nona ini, jadi saya mohon maaf karena tidak bisa membantu kalian," ucap sang Pelayan toko sebelum dia pergi meninggalkan Gerald dan Ayu.
__ADS_1
Maka Ayu pun menghela nafas dengan berat sambil menatap buku tabungan dan juga jam tangan yang ada di tangannya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Pria itu benar-benar sangat berjasa pada kita," ucap Ayu yang merasa tidak tenang jika dia tidak membalas kebaikan pria yang sedang ia cari.
"Mungkin saja kau akan bertemu dengannya suatu saat nanti, simpan saja jam tangan itu dan juga buku tabungannya untuk diberikan padanya kalau kalau kita bertemu dengannya," ucap Geral.
Pada akhirnya, Ayu hanya bisa menganggukkan kepalanya, "ya, itu pilihan yang tepat. Kalau begitu, apa sekarang kita pergi untuk mencari rumah?" Tanya Ayu yang memang kemarin mereka telah merencanakan bahwa hari ini mereka akan pergi mencari sebuah rumah yang memang merupakan rumah mereka.
"Ya, ayo," kata Gerald sambil merangkul istrinya keluar dari toko lalu mereka menaiki sebuah taksi online yang membawa mereka sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan rumah dan bangunan.
Setelah tiba di sana, maka Ayu dan suaminya langsung ditemui oleh salah seorang pria yang mengajak mereka untuk berbincang-bincang.
Pria itu juga sudah menyiapkan katalog dari rumah-rumah yang sedang mereka jual lalu memperlihatkannya pada Ayu dan Gerald sambil berkata, "kalian mencari rumah dengan budget 300 juta ke bawah, semua yang ada di katalog ini adalah budget yang sesuai dengan kalian. Ada juga beberapa apartemen Jika kalian ingin melihatnya."
Ayu menganggukkan kepalanya sambil melihat-lihat katalog yang ada di hadapannya, "rumah seperti apa yang akan kita beli?" Tanya Ayu pada suaminya.
"Hm,, Ayo membeli rumah yang nyaman," ucap Gerald.
"Iya," kata Ayu sambil menganggukan kepalanya sambil melihat-lihat katalog yang ada di hadapannya karena cita-cita mereka memang memiliki sebuah rumah tempat mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka bersama-sama.
Selain itu, uang sisanya akan digunakan untuk sebuah usaha dan Gerald pun telah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai usaha kuliner bersama dengan istrinya.
__ADS_1