
"Ibu!!!" Merlin berteriak keras memanggil ibunya ketika dia bangun di pagi hari untuk sarapan bersama dengan suaminya, namun tidak ada sarapan di atas meja makan.
"Mungkin Ibu masih tidur, tapi di mana Ayu sehingga tidak ada sarapan hari ini?" Ucap suami Merlin yang merasa heran karena Ini pertama kalinya di pagi hari mereka tidak memiliki sarapan di atas meja.
Padahal, biasanya sarapan selalu tersedia di atas meja saat mereka bangun tidur.
"Entahlah, aku akan pergi mencarinya!" Naruto Merlin hendak berjalan pergi mencari Ayu untuk menyuruhnya membuat sarapan ketika lengannya tiba-tiba saja di tahan oleh suaminya.
"Kenapa malah memanggilnya? Kau saja yang buatkan sarapan untuk kita, lagi pula masih ada 30 menit, kau bisa membuat makanan cepat saji saja," kata suami Merlin langsung membuat Merlin menghela nafas menatap suaminya.
"Kau lupa? Aku tidak bisa memasak, Hanya ibu dan Ayu yang pandai memasak di rumah ini!" Tegas Merlin hendak berbalik lagi untuk pergi ketika dia menatap ayahnya telah datang menghampiri mereka.
"Ayu sudah pergi dari rumah ini bersama suaminya, mereka akan tinggal mandiri di luar sana Jadi tidak perlu lagi mencarinya. Tapi ibumu ini benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya dia tidak memasak makanan untuk kita semua?!" Gertu Arion sambil menghela nafas sebelum pria itu pergi dari sana untuk mencari sarapan di luar rumah.
Suami Merlin yang melihat kepergian Ayah mertuanya juga hanya bisa menatap istrinya sambil berkata, "aku akan sarapan di keluar, tapi jangan lupa membuat sarapan untuk putra kita!"
Merlin hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu melihat ayah dan suaminya pergi meninggalkannya dari dapur sehingga perempuan itu menggertakan giginya sambil berjalan menuju kamar Ibunya dan mengetuk pintu kamar ibunya.
Tok tok tok.
"Ibu!!! Bagun!!!" Teriak Merlin.
Perempuan itu menunggu selama beberapa saat, namun ia tidak mendapatkan jawaban dari ibunya hingga Merlin tidak tahan lagi lalu dia meraih handle pintu dan membuka pintu kamar.
Merlin tercengang di tempatnya saat melihat ibunya masih berada di tempat tidur dengan selimut membungkus tubuh Perempuan itu. Bahkan Merlin bisa melihat mata ibunya yang terpejam dengan begitu lelap seakan-akan saat ini masih tengah malam dan merupakan waktu tidur yang paling nyenyak.
"Hah,, ibu ini!!!" Gerutu Merlin mendekati ibunya lalu dia pun dengan cepat menarik selimut ibunya hingga membuat Dira mengerjakan matanya karena terasa begitu dingin tanpa selimut.
__ADS_1
"Ibu bangun! Di meja tidak ada sarapan, cucu Ibu mau sarapan tapi tidak ada makanan yang bisa ia makan!" Gerutu Merlin pada ibunya langsung membuat Dira menatap putrinya dengan mata yang agak bengkak.
"Suruh ayu membuat sarapan," ucap Dira sambil mengulurkan tangannya untuk menarik kembali selimut menutupi tubuhnya ketika Merlin dengan cepat melemparkan selimut tersebut ke lantai.
"Ibu! Ayah bilang kalau Ayu dan suaminya sudah pergi dari rumah ini, apakah itu benar?!" Tanya Merlin yang merasa aneh bahwa ayahnya berkata Ayu sudah tidak ada lagi di rumah itu, tetapi sekarang Ibunya malah menyuruhnya untuk menyuruh Ayu membuat sarapan.
Dira yang mendengar ucapan putrinya kini langsung tersentak bangun dan duduk sambil mengingat apa yang terjadi kemarin malam sebelum perempuan itu menggertakan giginya dengan kesal.
"Hah,, benar, perempuan itu telah pergi bersama dengan adikmu! Kau pergilah ke warung dan cari makanan yang siap untuk dimakan, jangan lupa belikan untuk ibu!" Perintah Dira sebelum perempuan itu kembali mengambil selimut dari lantai dan membungkus tubuhnya dengan selimut tersebut.
"Ibu!! Kenapa Ibu seperti ini?! Bukankah Ibu seharusnya menjelaskan padaku Kenapa Ibu membiarkan mereka berdua pergi dari rumah kita?! Sekarang siapa yang akan mengurus rumah ini kalau tidak ada Ayu? Apakah ibu mau menyewa pembantu dan mengeluarkan uang secara sia-sia?!" Tanya Merlin dengan tegas.
"Jangan khawatir, mereka akan kembali setelah beberapa hari, ayahmu bilang mereka tidak akan tahan di luar sana karena mereka tidak memiliki uang. Jadi selama beberapa hari ke depan tahanlah sebentar dan sekarang cepat keluar dari kamar ibu!!" Gerutu Dira sambil memejamkan matanya hingga membuat Merlin semakin kesal saja menatap ibunya.
"Hah,, Ibu ini benar-benar, bisa-bisanya membiarkan dua orang itu pergi dari rumah inni. Padahal mereka memberikan keuntungan yang sangat bagus kalau tinggal di rumah ini!" Yang tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak ibunya hingga perempuan itu tidak lagi memikirkan keuntungan memelihara Gerald dan istrinya di rumah mereka.
"Sayang, ayo pergi bersama ibu untuk membeli sarapan," ucap Merlin pada putranya sambil menggendong putranya dari tempat tidur lalu mereka berdua segera keluar dari rumah dan menggunakan sebuah mobil menuju sebuah warung.
Saat keduanya tiba di depan salah satu warung yang dipilih secara acak, maka Merlin turun dari mobil dan membiarkan putranya sendirian di atas mobil.
Perempuan itu memasuki warung untuk memesan makanan ketika ia terkejut saat mendapati seorang perempuan di dalam warung yang sedang duduk di kursi.
"Ayu! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Merlin sambil memperhatikan raut wajah Ayu yang tampaknya juga sangat terkejut melihat kedatangannya.
"Kakak ipar," ucap Ayu sambil berdiri menatap Merlin dengan tangannya yang terkepal kuat karena dia cemas perempuan itu akan mengetahui alamat kontrakan mereka dan bisa saja sewaktu-waktu datang untuk mengganggu mereka.
"Kutanya padamu, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?!" Tanya Merlin yang kini berpikir dalam hati bahwa perempuan itu berada di tempat itu untuk makan di warung tersebut, padahal dia sendiri tahu bahwa perempuan itu dan suaminya tidak memiliki uang.
__ADS_1
Ayo terdiam beberapa saat memikirkan pertanyaan Merlin sebelum perempuan itu berkata, "Itu,, Aku disuruh oleh seseorang untuk datang membeli makanan, tapi--"
"Jangan bilang kau menjadi pembantu di sebuah rumah dan disuruh kemari membeli makanan?!" Tanya Merlin yang kini tak terima kalau Ayu ternyata pergi ke sebuah rumah menjadi seorang pembantu di sana.
Ayu mengerutkan keningnya mendengar ucapan kakak iparnya, dan dia hendak menyangkal ucapan perempuan tersebut ketika dia tiba-tiba saja memiliki sebuah pikiran lain sehingga Ayu berkata, "itu Aku disuruh datang kemari membeli kopi dan juga makanan ringan."
Setelah Ayu berbicara, maka salah seorang pelayan di warung tersebut langsung menghampiri Ayu sambil menyerahkan kantong bening berisi pesanan kayu yang merupakan beberapa gelas kopi dan juga gorengan.
"Ini pesanan anda, totoalnya 45 ribu," ucap sang pelayan toko.
"Kau,," Merlin menyipitkan matanya menatap Semua pesanan Ayu, dan karena jumlahnya yang sangat banyak, maka perempuan itu menjadi sangat yakin kalau Ayu tidak mungkin hanya tinggal bersama dengan suaminya saja sehingga membeli pesanan sebanyak itu.
Sementara Ayu, dia mengambil uang 45.000 royal dari kantongnya lalu menyerahkannya pada sang pelayan warung sebelum dia menatap kakak iparnya sambil berkata, "Aku harus pergi sekarang."
Tetapi Merlin mengulurkan tangannya menghentikan Ayu pergi dari hadapannya, "Apa kau berencana akan tetap tinggal di rumah majikanmu itu dan tidak kembali ke rumah?" Tanya Merlin.
"Ya," jawab Ayu sambil menganggukkan kepalanya.
"Sial!!" Geram Merlin langsung mengambil kantong berisi makanan dari tangan Ayu lalu melemparkannya ke lantai hingga berantakan karena pecah.
Ayu sangat terkejut sehingga dia melongo menatap Merlin, tetapi belum selesai keterkejutan Ayu, Merlin mengulurkan tangannya dan mengambil semua uang sisa dari tangan Ayu.
"Sekarang kembali ke majikanmu itu!! Kita lihat apakah kau masih akan diterima bekerja di sana setelah Apa yang kau lakukan hari ini!!" Ucap Merlin yang jelas yakin bahwa setelah apa yang ia lakukan, maka majikan Ayu tidak akan percaya lagi pada Ayu.
Ayo menggigit bibir bawahnya menatap perempuan di depannya sebelum dia berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan untungnya di saku celana Ayu yang lain masih ada uang sehingga Ayu memutuskan untuk pergi ke warung lain membeli makanan dan minuman.
Sementara Merlin yang melihat kepergian Ayu, perempuan itu berdiri dalam rasa kesalnya, 'jadi dia meninggalkan rumah supaya pergi bekerja di rumah orang lain? Lihat saja, aku tidak akan membuatmu tenang, kau akan segera diusir dari rumah itu dan tidak akan punya tempat untuk pergi selain kembali ke rumah kami dan menjadi pembantu gratis di rumah kami!!!' Geram Merlin dalam hati.
__ADS_1