Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
20


__ADS_3

"Ugh!!"


'Tolong!!' teriak Ayu dalam hati sambil meronta-ronta dalam air.


Tiba-tiba, ada sebuah tangan yang meraih tangannya lalu Ayu berusaha membuka matanya melihat orang yang datang menyelamatkannya, tetapi Karena rasa perih pada matanya, Ayu tidak bisa terlalu lama membukanya dan dia hanya sempat melihat samar-samar orang yang melihatnya memiliki rambut yang sangat panjang. 


Lalu Ayu dibawa ke atas permukaan air dan dinaikkan ke atas perahu kecil dengan perempuan itu langsung terbatuk-batuk dan berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk memenuhi paru-parunya yang sempat kosong. 


"Hah hah hah!"  Ayu bahkan tidak punya pikiran untuk kembali melihat Siapa yang telah menolongnya, yang penting saat ini dia harus lolos dari kematian terlebih dahulu. 


Setelah beberapa saat, Ayu merasa lebih lega sehingga perempuan itu berbalik dan melihat orang yang menyelamatkannya ternyata adalah seorang perempuan yang kini sedang memberikan minuman padanya menggunakan cawan yang terbuat dari tanah liat. 


"Minumlah dulu," ucap perempuan itu membuat Ayu menganggukkan kepalanya lalu dia pun meminum minuman yang diberikan oleh sang perempuan. 


Sementara perempuan yang menolong Ayu, perempuan itu merapikan rambutnya yang berantakan sebelum dia duduk di hadapan Ayu sambil memperhatikan Ayu yang kini memperhatikan sekitar mereka. 


"Bagaimana bisa kau ada di tengah laut seperti ini?" Tanya Sang Perempuan yang merasa begitu aneh ada seorang perempuan yang tenggelam di tengah laut dan di sekitar mereka tidak ada satupun perahu yang berlayar, hanya ada perahu kecil miliknya yang kebetulan lewat untuk menyeberang ke seberang pulau. 


"Aku,, aku juga tidak tahu, tapi ngomong-ngomong kita ada di mana?" Tanya Ayu. 


"Kau ini aneh, Bagaimana bisa kau tidak tahu apa-apa ketika kau tiba-tiba tenggelam di tengah laut? Saat ini kita ada di laut C, Aku sedang menyeberang ke Pulau M," kata Sang Perempuan sebelum dia berdiri menuju ke belakang perahu meraih dayung dan memberikan satu dayung pada Ayu sementara dia duduk mendayung perahu agar semakin melaju ke pulau tujuannya.  

__ADS_1


Ayu memegang dayung di tangannya, lalu dia berusaha untuk mendayung perahu, tetapi ternyata mendayung tidak semudah yang ia bayangkan, sangat berat untuk mendayung perahu sehingga dia dengan cepat kelelahan. 


"Kau tidak punya banyak tenaga ya, padahal mendayung hanya semudah ini saja," ucap Sang Perempuan sambil memperlihatkan dirinya yang mendayung dengan begitu lancar hingga membuat Ayu yang hanya bisa terdiam. 


'Ternyata benar, aku baru bisa menggunakan jam waktu itu pada hari Kamis, dan tempat aku berpindah waktu tidak bisa ditebak, bahkan Hari ini aku hampir saja mati seandainya tidak ada perempuan ini yang lewat. Seandainya aku mati di tengah laut ini, maka aku tidak bisa bertemu dengan suamiku, dan dia pasti akan sangat sedih,' ucap Ayu dalam hati yang kini merasa takut untuk kembali melakukan perjalanan waktu Sebab Dia cemas Dia mungkin akan celaka di perjalanan waktunya sehingga dia tidak bisa kembali menemui suaminya. 


Perempuan itu pun melihat jam tangan yang ditutupi oleh lengan panjang dari sweater yang ia gunakan, dan dia hendak memutar waktu pada jam tangannya ketika tiba-tiba saja dia menghentikan gerakannya Sebab Dia cemas perempuan yang bersama-sama dengannya akan melihat barang tersebut dan berniat mencurinya darinya. 


"Siapa namamu?" Tiba-tiba tanya perempuan yang bersama-sama dengan Ayu. 


"Ayu," jawab Ayu sambil menatap Sang Perempuan yang masih sementara mendayung seolah-olah perempuan itu sama sekali tidak kelelahan padahal perahu mereka sudah bergerak cukup jauh. 


"Satu-satunya perempuan yang belum menikah di sebuah pulau?" Tanya Ayu. 


"Ya, Pulau m hanya dihuni oleh beberapa orang saja, dan semua perempuan yang ada di pulau m telah menjadi seorang janda, dan hanya tinggal 3 orang laki-laki di Pulau m." Jawab Yola sambil mempercepat dayungan pada perahunya karena mereka sebentar lagi tiba di tepi pantai. 


"Ah begitu," ucap Ayu menganggukkan kepalanya sambil menunggu perahu mereka tiba di tepi pantai lalu kedua perempuan itu turun dari perahu dengan Yola yang menurunkan barang-barangnya. 


"Tolong bantu aku membawa ini," ucap Yola menyerahkan sebuah benda yang dibungkus menggunakan kain pada Ayu. 


Ayu pun menerimanya dan terkejut ketika ternyata ia mendapati benda itu sangat berat. 

__ADS_1


"Ayo pergi!" Ucap Yola menunjukkan jalan pada Ayu sehingga Ayu mengikuti Yola hingga mereka tiba di sebuah gubuk kecil. 


"Ini adalah rumahku, rumah ini adalah rumah peninggalan kedua orang tuaku dan merupakan rumah paling bagus di Pulau ini. Orang-orang lain tinggal di atas bukit itu, tetapi aku tidak ingin bergabung dengan mereka karena mereka memiliki sifat yang cukup menyebalkan. Sudah tua tapi kegemarannya masih menghina-hina orang!" Gerutu Yola sambil membuka pintu gubuk lalu kedua perempuan itu memasuki gubuk tersebut dengan Ayu yang langsung meletakkan barang bawaannya di lantai tanah. 


"Hah,,, Terima kasih sudah membantuku, sekarang tunggu di situ biar aku memasak sesuatu untuk kita," ucap Yola langsung membuat Ayu menggelengkan kepalanya. 


"Tidak, biar aku yang memasak, aku pandai memasak," ucap Ayu membuat Yola mengangkat sebelah alisnya karena merasa heran dengan perempuan itu. 


"Bangsawan sepertimu pandai memasak?" Tanya Yola yang bisa melihat dari gaya pakaian Ayu yang sangat berbeda dengan dia, sehingga Yola berpikir bahwa Ayu berasal dari keluarga bangsawan yang mana para bangsawan tidak memiliki keterampilan memasak. 


Bagaimanapun, memasak adalah pekerjaan para budak, sehingga para bangsawan akan memelihara budak dan menyuruh mereka mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh para bangsawan. 


"Tentu saja aku pandai memasak, di mana dapurnya?" Tanya Ayu langsung membuat Yolq menunjuk ke arah dapur dengan Ayu yang langsung pergi ke dapur dan melihat tungku kayu diletakkan di sana. 


'Sudah lama aku tidak melihat dapur seperti ini, Akhirnya sekarang sudah bisa melihat dan menggunakannya lagi,' ucap Ayu dalam hati sambil duduk dan mulai menyalakan api menggunakan kayu runcing yang digesekkan pada papan sederhana. 


Yola berdiri memandangi cara kerja Ayu sebelum dia menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Ayu dan menggantikan perempuan itu membuat api. 


"Hah,, sudah kuduga kau tidak pandai, duduklah di sana biar aku yang membuat makanan untuk kita!" Perintah Yola akhirnya membuat Ayu mundur karena dia cemas perempuan itu akan kembali memarahinya kalau dia masih terus bersikuku untuk melakukan pekerjaan perempuan itu. 


Maka Ayu hanya berdiri sambil meramas gaunnya yang kini telah kering di badannya karena cuaca matahari yang sangat terik di lautan. 

__ADS_1


__ADS_2