
"Ibu mau ke mana?" Tanya Merlin sambil berlari menggendong putranya untuk menghampiri ibunya yang saat ini hendak keluar dari rumah.
Dira pun berbalik menatap putrinya dan cucunya sambil berkata, "Ibu mau pergi ke tempat kerja Geral! Ibu harus berbicara dengannya supaya semua gajinya masih diberikan pada ibu!"
"Aduh ibu,,, 30 menit lagi aku harus berangkat untuk bertemu dengan temanku, Dan kalau Ibu pergi, apa yang akan menjaga cucu Ibu di rumah? Ketemuan dengan Gerald besok-besok saja, pokoknya Hari ini Ibu harus di rumah menjaga cucu ibu!" Ucap Merlin sambil menyerahkan putranya pada ibunya untuk dijaga.
Dira pun mengambil cucunya dari gendongan putrinya sambil berkata, "Memangnya apa yang akan kau lakukan dengan teman-temanmu?! Ibu ini pergi untuk mengurus sesuatu yang penting, kalau Gerald tidak memberikan gajinya pada kita, maka pemasukan ibu akan berkurang dan apa yang harus Ibu gunakan untuk membayar biaya tagihan di rumah ini?!"
Merlin menghela nafas dengan kesal sambil berjalan menjauhi ibunya, "Ibu masih bisa mengurusnya besok, lagi pula hari ini dan besok tidak ada bedanya. Lalu bu, semua ini juga terjadi gara-gara Ibu membiarkan Gerald dan istrinya pergi dari rumah ini sehingga tidak ada lagi yang menjaga cucu Ibu di rumah kalau aku ke luar rumah! Oleh karena ini kesalahan Ibu, maka ibulah yang harus bertanggung jawab!!" Tegas Merlin sebelum dia memasuki kamar dan menutup pintu kamarnya agar dia bisa bersiap-siap untuk keluar bersama teman-temannya.
Dira yang berdiri di tempatnya kini mengatup erat-erat giginya sambil menurunkan cucunya dari gendongannya, 'Hah,, ini benar-benar keterlaluan, ini semua gara-gara menantu yang tidak tahu diri itu! Bisa-bisanya dia menghasut Putraku untuk pergi dari rumah?!' Gerutu Dira dalam hati sambil berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana mengambilkan mainan untuk cucu tersayangnya.
Maka pada hari itu, Dira tidak jadi pergi menemui Gerald dan menunggu sampai keesokan harinya barulah perempuan itu keluar pagi-pagi sekali supaya nanti tidak diminta oleh putrinya untuk kembali menjaga cucunya.
"Hah,, karena aku keluar pagi-pagi sekali, aku bahkan belum sempat sarapan!" Gerutu Dira ketika dia sudah menaiki sebuah angkutan umum yang ia pesan lewat online.
Karena dia berpikir bahwa di jam seperti itu Gerald belum berada di tempat kerjanya karena jam masuknya memang jam 08.00, maka Dira pun memutuskan untuk lewat makan sesuatu sehingga dia menatap sang sopir sambil berkata, "tolong lewat di restoran xx."
"Baik Nyonya," jawab sang sopir segera melajukan mobilnya menuju restoran xx yang dimaksud oleh Dira.
__ADS_1
Maka setelah beberapa menit berkendara, akhirnya Dira tiba di restoran yang ia tujuh lalu perempuan itu dengan cepat memasuki restoran sambil tersenyum lebar.
'Ini adalah restoran mewah yang buka 24 jam, sudah 2 bulan sejak aku tidak pernah datang kemari, tapi sekarang Akhirnya bisa makan di tempat ini lagi,' ucap Dira dalam hati sambil memasuki restoran lalu dia pun segera duduk di salah satu meja dan melihat seorang pelayan restoran yang langsung menghampirinya.
Pelayan tersebut memberikan daftar menu pada Dira sehingga Dira pun dengan cepat memesan menu favoritnya di restoran tersebut.
"Hah,,, beginilah seharusnya hidupku, selalu makan di restoran yang mewah dan pergi ke tempat-tempat yang bagus." Ucap Dira yang merasa begitu semangat berada di restoran tempat ia berada.
Maka perempuan itu pun menunggu sampai makanannya dihidangkan lalu dia makan dengan lahap sambil menikmati energi positif yang ia dapatkan di tempat tersebut.
Tetapi ketika dia sementara makan, perempuan itu tiba-tiba saja menyipitkan matanya saat melihat menantunya tiba-tiba saja memasuki restoran.
Dira tidak bisa menebak kartu apa itu, tetapi yang jelas kartunya terlihat begitu mewah sehingga membuat Dira sangat penasaran.
"Selamat datang Nona, silakan ikuti saya ke ruangan VIP," ucap sang resepsionis restoran hendak mengantar Ayu ke ruangan VIP di restoran mereka setelah ia melihat kartu VIP yang ditunjukkan oleh Ayu.
Tetapi Ayu dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil berkata, "tidak, saya mau memesan makanan yang bisa dibungkus untuk dibawa pulang."
"Ah, begitu, Kalau begitu, mau saya antarkan ke ruang tunggu VIP?" Tanya sang resepsionis hotel.
__ADS_1
"Tidak usah, Saya menunggu di sini saja," kata Ayu langsung membuat sang resepsionis kemudian dengan cepat mengambil daftar menunya dan berjalan bersama Ayu ke salah satu meja kosong yang terletak di restoran itu.
Maka Ayu pun duduk sambil mengambil daftar menu dari tangan pelayan restoran lalu dia memeriksa menu-menu pada buku yang ia terima.
"Saya pesan paket B untuk 2 orang," ucap Ayu.
"Baik Nona, silakan tunggu sebentar," kata Sang resepsionis sebelum dia meninggalkan Ayu sehingga Ayu pun duduk dengan manis sambil memperhatikan sekitar restoran tersebut.
Tetapi, tatapan Ayu langsung berhenti ketika ia menatap Ibu mertuanya yang saat itu juga sedang menatapnya sehingga Ayu langsung menelan air liurnya yang terasa begitu cepat karena tak menyangka Dia berakhir buruk dengan datang ke restoran itu.
'Hah,, ibu selalu bilang kalau dia tidak punya uang, tapi ternyata dia menghabiskan uangnya di restoran di restoran mahal seperti ini. Tapi untuk putranya, dia bahkan mengambil seluruh gajinya,' ucap Ayu yang saat ini merasa kesal pada ibu mertuanya yang benar-benar keterlaluan.
"Kemari kau!" Tiba-tiba perintah dari Dira langsung membuat Ayu menggigit bibir bawahnya dan berpikir beberapa saat untuk menghampiri perempuan itu atau tidak.
Tetapi karena ia pikir tidak akan sopan kalau dia tidak menghampirinya maka Ayu pun akhirnya berdiri lalu berjalan ke arah Dira.
Ayu pun duduk di depan Ibu mertuanya dengan tangan yang diletakkan di bawah meja, "bagaimana kabar ibu?" Tanya Ayu yang merasa bahwa dia harus menanyakan kabar pada perempuan di depannya sebagai wujud rasa sopannya pada ibu mertuanya.
"Hah,, berani-beraninya kau bertanya kabarku setelah kau membuatku hampir sekarat gara-gara kau menculik Putraku! Dasar menantu tidak berguna, bisa-bisanya kau dengan bangga menjadi istri Putraku ketika kaulah yang membuat hubunganku dengan Putraku menjadi rusak!! Sekarang juga berlutut di hadapanku dan minta maaf!" Bentak Diraira pada perempuan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Ayu pun sangat terkejut dengan ucapan Ibu mertuanya, karena ia tak menyangka perempuan itu akan berbicara dengan sangat lantang menyuruhnya berlutut di depan perempuan itu, sehingga membuat beberapa taman di restoran itu kini menatap ke arah mereka dengan rasa penasaran mereka.