
Drringgg....!!!!!
Alarm pada pagi hari berbunyi di kamar sepasang suami istri yang sedang terlelap di tempat tidur.
Gerald pun langsung bangun mematikan alarm tersebut dan melihat istrinya yang masih tampak terlelap dan sama sekali tidak terganggu dengan alarm di pagi hari itu.
'Sepertinya dia sangat lelah,' ucap Gerald dalam hati yang jelas tahu kalau istrinya kelelahan setelah seharian menjaga warung dan kemudian di malam hari mereka masih melakukan aktivitas mereka sebagai sepasang suami istri.
Oleh sebab itu, Geral tidak berniat membangunkan istrinya dan pria itu hanya pelan-pelan menarik tangannya yang ditindih oleh istrinya lalu mencium bibir istrinya sebelum dia turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar.
Setelah mencuci muka di kamar mandi agar merasa lebih segar, Gerald pun langsung terjun di dapur mengerjakan pekerjaan yang biasa mereka berdua lakukan saat bangun di pagi hari yaitu menyiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan warung mereka.
Untungnya Gerald juga pandai memasak sehingga pria itu dengan cepat melakukan pekerjaan di dapur sampai ketika Ayu terbangun, tiga jenis makanan telah selesai dibuat oleh Gerald.
"Sayang, Kenapa kau tidak membangunkanku?" Tanya Ayu langsung membuka kulkas dan mengambil daging yang sudah difermentasi di sana dan meletakkannya di atas meja.
Geral tersenyum melihat keterkejutan istrinya, "tidak apa-apa, kau terlihat sangat lelah, jadi aku tidak mau membangunkanmu. Oh ya, semua bumbunya terus tidak aku siapkan, sekarang hanya tinggal memasak saja," ucap Gerald langsung dijawab anggukan Ayu hingga kedua orang itu pun mulai sibuk di dapur.
__ADS_1
Pada pukul 07 semua makanan telah selesai mereka masak, porsinya hanya sedikit-sedikit saja tetapi ada banyak macam makanan sehingga keduanya pun langsung bergegas mandi bersama.
Setelah mandi, keduanya sarapan dengan cepat lalu Geral membantu istrinya membawa semua makanan ke warung tenda yang diletakkan di depan rumah kontrakan mereka.
Setelah setengah makanan telah ditata di warung tenda, Ayu pun menatap suaminya sambil berkata, "berangkatlah sekarang, aku takut kau terlambat dan dimarahi oleh bosmu."
"Tidak apa, aku bisa membantumu 10 menit lagi," ucap Geral sebelum berlari ke dalam rumah mengambil beberapa barang-barang lalu membawanya ke warung tenda.
Kurang 20 menit jam 8, Gerald kemudian meninggalkan rumah untuk bekerja, sementara Ayu masih menyapu-nyapu di depan warung tenda agar warung tempat Ia berjualan bisa bersih.
Maka Ayu langsung melayani mereka satu persatu dan kesibukan Ayu di hari itu dimulai.
Ayu sangat sibuk dari jam sarapan sampai makan siang, hingga pada pukul 03.00 hampir seluruh makanan yang ia buat telah habis sehingga hanya tersisa beberapa saja di atas meja dan hanya beberapa orang yang datang ke warungnya hingga Ayu tidak terlalu sibuk.
"Hari ini hari Kamis, aku harus mencoba jam tangan ini bukan?" Ucap Ayu ketika ia melihat warung sudah sepi karena hanya tersisa dua jenis makanan yang ia jual, bahkan porsinya hanya tersisa untuk satu orang saja.
Maka Ayu pun duduk di kursi sambil melihat keluar tenda, beberapa saat kemudian perempuan itu pun mengulurkan tangannya dan memutar-mutar waktu pada jam tangannya.
__ADS_1
"Aku penasaran dengan tahun saat perang terjadi," ucap Ayu dalam hati langsung menyetel pada tahun 1920.
Tetapi ketika ia hendak mengunci waktunya, perempuan itu cemas dia akan terluka di tempat itu dan tidak bisa kembali untuk menemui suaminya sehingga Ayu menggelengkan kepalanya dan memilih menyetelnya di tahun setelah kemerdekaan.
Tek!
Begitu waktunya dikunci, Ayu pun langsung merasakan pusing yang luar biasa dengan mata yang dipejamkan namun tetap melihat cahaya putih yang sangat menyilaukan.
Byur!!
Ayu tiba-tiba merasakan tubuhnya masuk ke dalam air yang dalam sehingga perempuan itu dengan cepat berusaha berenang, Tetapi dia kesulitan untuk berenang karena dia memang tidak tahu cara berenang.
Bluuupp blup...
"Ugh!!"
'Tolong!!' teriak Ayu dalam hati sambil meronta-ronta dalam air.
__ADS_1