Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
9


__ADS_3

Setelah membersihkan rumput di halaman belakang, maka Ayu kembali ke kamarnya untuk mandi setelah dia penuh keringat karena terik matahari yang menyinarinya saat mencabuti rumput.


Begitu selesai mandi, ayu keluar dari kamar dan duduk di sebuah kursi yang di depannya ada meja dan sebuah cermin kecil yang diletakkan di atas meja.


Cermin itu hanya seukuran 1 telapak tangan yang menjadi satu-satunya tempat Ayu bisa melihat wajahnya.


'Entah kenapa selama beberapa waktu terakhir ini Aku merasa wajahku semakin tua saja,' pikir Ayu dalam hati sambil menghela nafas dan melihat meja riasnya yang begitu kosong tidak ada satupun alat perawatan wajah di atas meja tersebut.


Meski begitu, Ayu tidak terlalu memikirkannya dan beralih membuka laci pada meja lalu mengambil jam tangan dari dalam laci.


'Haruskah aku mencoba jam tangan ini lagi?' Pikir Ayu dalam hati sambil memandangi jam tangan yang sedang bergerak dengan sangat normal.


Setelah beberapa saat terus memandanginya, Ayu akhirnya memutuskan untuk mengatur waktunya, hanya mengatur tahunnya saja, tetapi kemudian tidak terjadi apa-apa sehingga Ayu kembali mengatur waktunya juga.


Tetapi saat itu, sama sekali tidak ada perubahan hingga membuat Ayu kebingungan, "kemarin bisa, tapi kenapa sekarang tidak bisa lagi? Apakah jam tangan ini hanya bisa digunakan Satu kali saja?" Pikir Ayu dalam hati sambil membolak-balikkan jam tangan tersebut untuk melihat Jika saja ada petunjuk pada jam tangan itu.


Benar saja, Ayu tiba-tiba melihat di bagian bawah jam tangan itu ada sebuah tulisan.


"Kamis," ucap Ayu sambil berpikir, "kemarin hari Kamis, apa jangan-jangan jam tangan ini hanya bisa membawaku ke suatu masa kalau aku mengaturnya Pada hari Kamis?"


Ayu sangat terkejut, tetapi perempuan itu tetap saja senang sehingga dia dengan hati-hati menyimpan jam tangan tersebut bahkan masih membungkusnya dengan sesuatu yang bisa melindungi agar jam tangan itu tidak rusak.


Setelah itu, Ayu kembali keluar dari kamarnya lalu dia melanjutkan pekerjaannya sehari-hari.


Ayu bekerja seperti biasa sampai pada malam hari ketika semua orang selesai makan malam, Ayu pun membersihkan meja makan dan terkejut ketika suaminya tiba-tiba saja menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Cup!


Sebuah ciuman diibaratkan di pipi Ayu hingga membuat Ayu kebingungan menatap suaminya, "ada apa sayang? kau terlihat bahagia sekali," ucap Ayu.


Gerald tersenyum, "Tentu saja aku sangat senang!!" Gerald kembali mendaratkan sebuah ciuman di pipi istrinya, "biar ku bantu kau membereskan semua ini," ucap Gerald segera mengambil piring-piring kotor dari tangan istrinya lalu pria itu membawanya ke dapur untuk dicuci.


Ayu pun mengikuti suaminya, "Jangan lakukan itu, pakaianmu bisa kotor!!!" tegas Ayu yang tentunya mereka tidak memiliki uang untuk membeli pakaian kerja baru untuk suaminya kalau sampai pakaian suaminya menjadi terkena noda dan tak bisa lagi dibersihkan.


Tetapi Gerald dengan cepat membuka lemari lalu mendapatkan satu buah celemek dari dalam lemari lalu dia menggunakannya dan menggulung lengan bajunya sebelum dia mengambil sabun dan mulai mencuci piring-piring kotor.


Ayu merasa begitu bingung melihat suaminya, karena tidak biasanya suaminya pulang begitu cepat sehingga Ayu berkata, "sayangku, kenapa hari ini kau tiba-tiba saja pulang sangat cepat?"


"Aku akan mengajakmu makan di luar, sekarang pergi mandi dan bersiap-siaplah, nanti aku akan menyusulmu setelah menyelesaikan ini!" ucap Gerald langsung membuat wajah ayu memperlihatkan ekspresi kebingungannya.


"Apa yang kau katakan? Kenapa kita mau pergi makan di luar? Hari ini masih ada beberapa makanan sisa yang kudapatkan dari meja makan, kita bisa memakannya bersama-sama, kalau kau punya uang lebih, kita bisa menabungnya saja," ucap Ayu yang yakin kalau suaminya tidak akan punya uang, tetapi perempuan itu berpikir suaminya mungkin mendapatkan bonus tambahan dari bos mereka karena bos mereka sedang merayakan hari kelahiran.


Sebab bagaimanapun, mereka hanya punya kesempatan makan enak ketika ada undangan untuk suaminya di luar rumah tetapi itu sangat jarang terjadi bahkan mungkin hanya sekali dalam setahun.


"Di mana rumah temanmu? Apakah jauh? Apakah kita harus menggunakan taksi untuk pergi ke sana?" tanya Ayu yang kini bersikap waspada, karena kalau mereka menggunakan kendaraan umum, maka mereka tidak akan punya uang untuk membayar kendaraan umum tersebut.


Lagi pula kalau mereka punya uang untuk membayar kendaraan umum, lebih baik uang itu ditabung saja mungkin akan berguna di masa depan jika jumlahnya jauh lebih banyak.


Melihat istrinya yang tampak sangat perhitungan, maka Gerald menghela nafas sambil berkata, "jangan khawatir, hanya perlu naik sepeda saja, sekarang Cepat pergi mandi, nanti kita terlambat!!!"


"Baik!!" tegas Ayu merasa sangat senang hingga perempuan itu pun langsung berlari keluar dapur.

__ADS_1


Namun Ayu menghentikan langkahnya ketika ia melihat ibu mertuanya hendak memasuki dapur dan saat ini tatapan yang diberikan Ibu mertuanya pada Ayu benar-benar tatapan yang mengerikan.


"Kenapa kau meninggalkan dapur?! Lalu kenapa Putraku kau suruh mencuci piring kotor itu?!!" bentak Dira pada menantunya.


Ayu pun langsung terdiam di tempatnya, sementara Gerald, ia melihat ibunya sambil berkata, "Ibu jangan marah-marah, istriku harus cepat-cepat bersiap-siap karena kami mendapatkan undangan makan malam dari temanku! Lagi pula Apa salahnya kalau aku membantu istriku mencuci piring?"


"Apa?!!" Dira melototi putranya sambil berkata, "Kalian mau pergi makan malam di luar?! Kalau begitu, Ibu saja yang pergi Ayu tinggal saja di rumah!!!"


Hati Ayu langsung tersayat-sayat mendengar ucapan Ibu mertuanya karena dia yakin saat ini dia tidak akan diizinkan untuk keluar sehingga perempuan itu hanya bisa menghela nafas lalu kembali mengikat tali celemeknya sambil berjalan mendekati suaminya.


"Kau pergilah bersiap-siap, biar aku yang membersihkan ini semua," ucap Ayu dengan mata berkaca-kacanya.


Tetapi perempuan itu terkejut ketika Gerald kembali menatap Dira sambil berkata, "Ibu, bukan ibu yang diundang ke sana tetapi istriku lah yang diundang!! Semua istri teman-temanku pergi ke sana Jadi aku juga akan membawa istriku karena kami semua sudah berjanji untuk membawa istri masing-masing! Lagi pula, istriku belum makan, jadi--"


"Apa?! kau mau membawa istrimu yang butek itu untuk diperkenalkan pada semua orang?!! Kau ingin mempermalukan keluarga kita kalau kau memiliki seorang istri yang jelek?!!" bentak Dira Yang tak habis pikir dengan kelakuan putranya.


Sementara Gerald yang mendengar ucapan ibunya, dia sangat marah, "ibu!!! tahan ucapan ibu, bisa-bisanya Ibu mengatakan hal seperti itu di depan suami dari perempuan yang Ibu hina?!! Selama ini kami cukup sabar menghadapi Ibu, tetapi saat ini aku benar-benar tidak tahan lagi, ibu benar-benar kejam memperlakukan istriku!!!" ucap Gerald sambil meletakkan piring di tangannya lalu pria itu mencuci tangannya sebelum dia melepaskan celemeknya.


Dira kesal, "Memangnya Apa yang bisa kau lakukan?!! Memangnya kau bisa mengubah wajah istrimu menjadi cantik? Memangnya kau bisa mengubah penampilan istrimu menjadi cantik kalau dia memang sudah jelek seperti itu?! Ibu hanya mengatakan kebenarannya saja, tapi kau--"


"Ibu cukup!! Aku sudah tidak tahan lagi!" sela Geral sambil merangkul istrinya keluar dari dapur mengabaikan ibunya yang menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


"Mau ke mana kalian?!!!" Teriak Dira pada Putra dan menantunya, tetapi dua orang itu tidak ada yang menjawab teriakannya hingga membuat Dia sangat kesal sambil melirik ke arah piring kotor yang belum selesai dicuci.


'Hah,, dasar, aku pikir dia pulang cepat hari ini karena ada sesuatu yang baik yang terjadi, tetapi dia malah membuatku bertengkar dengannya!!!' gerutu Dira yang tadinya berpikir dia mau berbicara pada putranya untuk meminta uang karena Ini pertama kalinya ia melihat putranya pulang lebih awal, Tetapi yang terjadi malah keributan seperti ini.

__ADS_1


Sementara Gerald yang pergi bersama istrinya, pria itu menghela nafas sambil menggerutu dalam hati, 'inilah yang ku kesalkan hingga aku pulang lebih awal dan pergi bekerja lebih lambat, karena tidak ingin mendengar ibuku menghina istriku. Tapi ternyata, aku benar-benar lelaki pengecut, bisa-bisanya aku malah menghindari hal-hal seperti itu dan membiarkan istriku sendirian menanggung semua kata-kata menyakitkan dari ibuku.'


Gerald merasakan matanya menjadi sangat panas dan ia sangat malu pada istrinya Karena dia sudah menjadi laki-laki yang pengecut.


__ADS_2