
Pada keesokan harinya setelah Ayu selesai membereskan semua pekerjaan rumah, perempuan itu hendak pergi ke taman untuk merawat tanaman-tanamannya.
Tetapi ketika Ayu baru saja selesai menggunakan sarung tangan, Ibu mertuanya datang menemuinya, "ikut denganku ke pasar!!" Tegas ibu mertua langsung membuat Ayu menganggukkan kepalanya lalu dia pun mengikuti Ibu mertuanya dengan perasaan kesalnya.
Ayu jelas tahu bahwa dia disuruh mengikuti perempuan itu ke pasar untuk menjadi kuli panggul Ibu mertuanya, tapi dia tidak bisa menolak ucapan Ibu mertuanya hingga Ayu hanya bisa pergi bersama dengan ibu mertuanya.
Begitu mereka tiba di pasar, Ibu mertuanya langsung berbelanja untuk kebutuhan rumah mereka.
Semua barang belanjaan diberikan kepada Ayu hingga pada akhirnya Ayu tergopoh-gopoh mengikuti Ibu mertuanya yang kini berjalan ke dalam sebuah toko sepatu untuk membeli sebuah sepatu.
Sambil berjalan mengikuti Ibu mertuanya, Ayu memperhatikan sepatu-sepatu yang ada di sana Dan juga sendal yang dipajang, semuanya terlihat begitu mewah dan cantik, tetapi Ayu tidak bisa membeli satupun barang di sana Sebab Dia tidak memiliki uang.
Bahkan sekarang, Ayu hanya menggunakan sendal bekas adik iparnya yang sudah lusuh, bahkan semua sendal yang ia miliki adalah sendal bekas dari para perempuan penghuni rumah, dia tak pernah memiliki kesempatan untuk membeli sepatu karena seluruh gaji suaminya juga diambil oleh ibu mertuanya.
Setelah Ayu menemani Ibu mertuanya selama saat, ibu mertuanya akhirnya menjatuhkan pilihannya pada sebuah sendal berwarna hitam dengan hak 3 cm.
__ADS_1
Ibu mertuanya langsung membayar sepatu tersebut sebelum mereka keluar dari toko sepatu lalu berjalan-jalan di pasar.
"Jam tanganku juga sudah rusak, sebaiknya Hari ini aku membeli jam tangan," ucap Dira sambil berjalan ke sebuah toko jam lalu melihat-lihat jam yang ada di sana.
Ayu juga ingin cuci mata, sehingga perempuan itu membawa semua barang-barangnya dan melihat-lihat jam yang dipajang di etalase sampai seorang pria yang kasihan melihat Ayu kini menghampiri Ayu.
"Kau bisa meletakkan barang-barangmu di sana," ucap sang pria sambil menunjuk ke arah sebuah meja kosong.
Ayu pun hendak pergi meletakkan barang-barang itu ketika Dira yang mendengar percakapan menantunya dengan pria penjaga toko langsung menatap ke arah penjaga toko.
"Barang-barang itu tidak bisa diletakkan di sembarang tempat, nanti kotor!!! Lagi pula dia memang bertugas untuk membawa semua barang-barang itu Jadi tidak usah memperdulikannya!!" Tegas Dira langsung membuat Ayu menghentikan langkahnya dan hanya berdiri saja sambil menggigit bibir bawahnya.
Pelayan toko yang melihat perempuan itu telah pergi, ia langsung menghampiri Ayu sambil berkata, "Apa kau baik-baik saja? Siapa perempuan itu?"
Ayu tersenyum sambil melirik ke arah Ibu mertuanya, "dia ibu mertuaku," ucap Ayu.
__ADS_1
Pria Pelayan toko langsung mengerutkan keningnya melihat Dira yang masih bisa tersenyum berbicara padanya ketika perempuan itu menanggung beban yang sangat berat, Bahkan dia bisa melihat kalau barang-barang belanjaan yang ada di tangan Ayu hanya lah buah-buahan dan tak perlengkapan dapur lainnya.
Jadi tidak mungkin barang-barang tersebut tidak bisa diletakkan di tempat penitipan barang di toko mereka.
Pelayan toko juga bisa melihat kalau Ayu sangat tersiksa bersama ibu mertuanya meski ayu terus mengukir sebuah senyuman di wajahnya.
Hal itu membuat sang pria akhirnya merogoh akunya dan memutuskan menyerahkan sebuah jam tangan pada Ayu.
"Ini adalah jam keberuntungan, terima ini sebagai hadiah kecil dariku," ucap pria tersebut sambil memakaikan jam pada tangan Ayu.
Ayu merasa bingung dan hendak menolaknya tetapi jam itu telah terpasang di tangan Ayu hingga membuat Ayu merasa tidak enak.
"Terima kasih untuk pemberiannya, tapi berapa yang harus ku bayar untuk jam tangan ini?" Tanya Ayu yang meski Dia tidak punya uang dia berharap dia punya kesempatan untuk menabung uang dan membayar jam tangan tersebut.
Tetapi sang pria menggelengkan kepalanya, "tidak usah dibayar, itu adalah jam tangan yang sudah rusak tapi barusan ku perbaiki, dan sangat cocok denganmu. Lagi pula kalau aku menjualnya, itu tidak akan laku dengan harga rp10.000, akhir-akhir ini orang-orang tidak memperdulikan jam tangan lama lagi, mereka semua menginginkan jam tangan digital," ucap sang pria langsung membuat Ayu menganggukkan kepalanya sambil memperhatikan jam tangan di tangannya.
__ADS_1
Meski jam Itu tampak terlihat tua, tetapi tetap saja itu adalah jam tangan pertama yang ia miliki sehingga Ayu menjadi sangat senang.
"Terima kasih banyak, nanti aku akan membalas kebaikanmu hari ini," ucap Ayu dijawab anggukan pria Pelayan toko.