Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
23


__ADS_3

Setelah mendaftarkan ketiga barangnya untuk dilelang, maka Ayu dan suaminya mendapatkan kartu akses untuk mengikuti pelelangan dengan uang dalam kartu aksesnya mencapai 50 juta sebagai nominal awal yang diberikan oleh pelelangan.


Nominal tersebut akan bertambah kalau barang lelang yang dibawa oleh Ayu telah terjual.


Oleh sebab itu, Ayu dan suaminya segera duduk di dua kursi yang ada di dalam ruang pelelangan dan Ayu melihat ada banyak orang yang menghadiri acara pelelangan tersebut.


"Banyak sekali orang, Aku harap ada di antara mereka yang membeli barang kita dengan harga memuaskan," ucap Ayu yang saat ini merasakan jantungnya berdegup amat kencang.


"Hm, semoga saja sayang," kata Geral.


Maka keduanya pun mulai duduk, lalu setelah beberapa menit menunggu, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh keduanya kini telah tiba yaitu pelelangan mulai dibuka oleh sebuah lukisan milik Seorang pelukis terkenal yang telah meninggal 1 tahun yang lalu.


Juru lelang langsung memberikan penawaran harga 7 juta, lalu seorang pria yang duduk tak jauh dari Gerald dan Ayu langsung menekan tombol yang ada di hadapannya sambil berkata, "20 juta!"


Mulut Ayu langsung menganga mendengar ucapan sang pria karena tak menyangka kalau lukisan yang sangat sederhana dihadapannya akan langsung dinaiki lebih dari 100% dari harga awal pelelangan.


Namun Ayu dan Gerald lebih terkejut lagi ketika salah seorang pria yang duduk di kursi paling depan tiba-tiba saja berkata, "50 juta!"


Keduanya terbengong di kursi mereka dengan harga yang dikatakan oleh pria itu, bahkan seorang petugas pelelangan yang sedang berteleponan dengan salah satu klien juga mengangkat papannya sambil berkata, "60 juta!"


Juru lelang menjadi semakin semangat lagi, Ia pun dengan segera menjelaskan lagi apa cerita dibalik lukisan itu hingga membuat beberapa orang semakin menaikkan harga hingga kini harganya telah mencapai 150 juta royal.


Maka Ayu bersandar ke sandaran kursinya sambil berbisik ke telinga suaminya, "sayang, aku rasa aku akan terkena penyakit jantung mendengar mereka semua melelang lukisan itu sampai 150 juta, padahal harga pembukaannya hanya 7 juta saja!"


Gerald mengangguk, "Kau benar, tetapi pelukis yang telah meninggal itu memang sangat terkenal, bahkan ada lukisannya yang laku sampai harga 1 miliar, jadi aku rasa pengelola pelelangan hanya membuka harga yang sangat kecil untuk lukisan tersebut." Ucap Gerald yang saat ini juga sangat terkejut dengan harga lelang yang saat ini mencapai 150 juta.


Ayu menggelengkan kepalanya dengan pelan, "Aku tidak akan pernah menghambur-hamburkan uang sebanyak itu hanya untuk membeli lukisan. Lebih baik membeli tanah, atau membeli apartemen," ucap Ayu yang tidak mengerti mengapa orang-orang kaya menghambur-hamburkan uang mereka hanya untuk sebuah barang pajangan saja.


Gerald hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya dan tidak mengomentari perempuan itu. Ia terdiam sampai akhirnya asbak rokok yang dibawa oleh istrinya kini dibawa ke panggung pelelangan.


"Sayang, itu asbak rokok kita!" Ucap Gerald sembari menunjuk ke arah seorang perempuan yang membawa asbak rokok ke atas panggung. .


Maka Ayu dengan cepat mengikuti arah telunjuk suaminya, dan jantungnya semakin berpacu kencang melihat sang perempuan yang kini berjalan ke arah tempat penempatan barang lelang lalu meletakkannya di atas meja.


Semua orang memperhatikan barang lelang tersebut Lalu juru bicara pelelangan berkata, "ini adalah asbak rokok dan bukan sembarang asbak rokok. Ini diproduksi pada tahun 1980 oleh perusahaan xx. Ini iuga,,"


Juru lelang belum selesai berbicara, tetapi Ayu dan suaminya sudah melihat ada banyak orang yang mengangkat papan mereka sehingga membuat keduanya kebingungan.


"Sayang, Aku tidak tahu ada banyak orang yang meminati asbak rokok antik tersebut!" Ucap Ayu.


Gerald pun menganggukkan kepalanya sambil mengambil ponselnya lalu dia mencari tahu tentang asbak rokok tersebut dan juga perusahaan yang memproduksinya hingga pria itu melongo mendapati koleksi-koleksi dari puluhan tahun yang lalu laku dengan harga yang begitu mahal.


Sementara juru lelang yang dari tadi terus memaparkan deskripsi asbak rokok tersebut, ia menutup ucapannya dengan berkata, "kami juga harus memberitahu kalian semua kalau asbak rokok ini tidak memiliki kecacatan yang artinya masih berada dalam keadaan utuh 100% seperti barang baru!! Dan keasliannya juga telah diverifikasi dengan kode serial yang berada di belakang asbak rokoknya! Penawaran harga dibuka dari 10 juta royal!"


Mata Ayu langsung melotot ketika ia mendengar penawaran harga yang diberikan oleh pelelangan ternyata mencapai 10 juta, yang artinya bahwa dia sudah untung atas uang yang ia keluarkan untuk pergi ke masa lalu.


"10 juta!" Ucap Ayu bersamaan dengan seorang pria yang menekan tombol pelelangan yang ada di hadapannya.


"50 juta!" Ucap sang pria tersebut kembali membuat mulut Ayu terbuka lebar menatap sang pria yang baru saja berbicara.


"Sayang!" Ucap Gerald segera memegang tangan istrinya dengan begitu erat.


"50 juta!" Ucap Ayu pada suaminya bersamaan dengan salah seorang perempuan yang sedang berteleponan dengan seseorang kini menekan juga tombol di depannya.


"60 juta!"


"70 juta!"

__ADS_1


"75 juta!'


"100 juta!"


Harga lelang terus naik, dan masih banyak orang yang mengangkat papan mereka, tetapi tidak dapat berbicara secara bersamaan karena sistem mengatur Siapa yang lebih cepat menekan tombol setelah akses tombol dibuka barulah orang itu bisa berbicara.


Sementara Ayu yang mendengarkan pelelangannya, ia kini merasa lemas di tempatnya dan keringat dingin membasahinya karena tak menyangka perjalanannya ke masa lalu akan memberikannya uang sebanyak itu.


Gerald pun memperhatikan istrinya dan dia dengan cepat mengambil minuman untuk istrinya lalu membantu istrinya minum.


"Kau baik-baik saja? Apa kau membutuhkan sesuatu yang lain?" Tanya Gerald yang kini merasa waspada pada istrinya karena saat ini dia melihat keringat istrinya begitu banyak membanjiri kening perempuan itu, sementara ketika Dia memegang tangan Ayu, Dia merasakan tangan perempuan itu begitu dingin.


Ayu pun menggelengkan kepalanya setelah meminum beberapa teguk air lalu dia mendengar harga pelelangan masih terus naik padahal itu hanya sebuah asbak rokok kecil.


"Aku rasa kita menunggu di luar ruangan saja," ucap Ayu pada suaminya yang merasa tidak tahan harus terus berada di tempat itu mendengar harga lelang yang terus naik yang membuatnya mengalami senam jantung yang cukup berat.


Gerald pun dengan cepat mengganggukan kepalanya hingga Dia membantu istrinya keluar dari ruangan tersebut dan ketika mereka sudah berada di pintu, keduanya terkejut saat seorang pria tiba-tiba saja melelang asbak rokoknya dengan harga 500 juta.


Saat itu juga, kaki Ayu menjadi terasa seperti agar-agar yang tak mampu menahan tubuhnya sehingga perempuan itu terjatuh, tetapi untungnya ditimbang oleh suaminya hingga Gerald membawa istrinya keluar dari tempat lelang dengan cara digendong.


Setelah mereka tiba di tempat istirahat, geral mendudukkan istrinya di kursi sambil mengelus-ngelus tangan istrinya yang terasa begitu dingin.


"Apa kau sudah baik-baik saja atau kita perlu ke rumah sakit?" Tanya Geral yang sangat cemas dengan keadaan istrinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya sangat terkejut," ucap Ayu.


Gerald pun menganggukkan kepalanya sambil terus memperhatikan istrinya supaya kalau terjadi sesuatu yang sudah tidak bisa ditangani, dia bisa segera membawa istrinya menuju rumah sakit.


Setelah beberapa menit, Ayu akhirnya merasa lebih baik terlalu perempuan itu duduk sambil bersandar pada bahu suaminya sampai seorang perempuan datang di depan mereka sambil menelpon.


"Ayah, kita mendapatkan asbak rokoknya, tetapi dengan harga 610 juta. Aku baru saja selesai melihat barangnya dan itu memang asli dan masih terlihat sangat baru. Apa mau langsung kukirim ke rumah?" Tanya sang perempuan pada orang di seberang telepon membuat Ayu mengangkat sebelah alisnya karena dia berpikir asbak rokok yang dibicarakan oleh perempuan itu adalah asbak rokok miliknya.


"Baiklah, tapi aku juga mendengar bahwa masih ada dua barang lainnya yang dibawa oleh orang yang membawa asbak rokok tersebut, Ayah cepat-cepatlah datang kemari dan lihat barangnya, juga selain asbak rokok itu, ada juga dua barang lain yang Ayah cari," ucap Sang Perempuan sebelum perempuan itu menutup panggilan teleponnya lalu duduk sambil memainkan ponselnya.


"Ayah pasti sangat senang karena sudah mendapatkan barang yang selama ini ia cari-cari. Sayang sekali barang itu sudah diincar oleh banyak orang hingga harus membelinya dengan harga yang sangat mahal," ucap sang perempuan.


Ayu yang mendengar itu pun kini menatap suaminya sambil berbisik pelan, "Apakah yang dimaksud perempuan itu adalah asbak rokok milik kita?"


"Entahlah, Tapi tidak perlu membicarakannya di sini," ucap Geral yang mana pemilik barang lelang memang selalu dirahasiakan untuk melindungi sang pemilik.


"Iya," jawab Ayu dengan singkat sambil terus duduk sampai akhirnya seorang petugas dari pusat pelelangan tersebut menghampiri mereka.


"Tuan dan nyonya, tolong ikut saya sebentar," ucap petugas tersebut langsung membuat Ayu dan Gerald segera berdiri lalu mengikuti petugas tersebut sehingga mereka tiba di sebuah ruangan yang sangat mewah dengan seorang pria telah menunggu mereka berdua.


Maka Gerald dan Ayu langsung duduk di depan pria tersebut dengan keduanya merasa bingung dan heran mengapa mereka dipanggil.


"Perkenalkan namuaku Hardison. Aku sudah mendengar bahwa kalian berdua yang telah membawa ketiga barang lelang yang mana salah satunya telah laku dengan harga 600 juta. Aku adalah pemilik pelelangan ini dan juga museum xx, Aku ingin mengetahui secara jelas Dari mana kalian mendapatkan ketiga barang itu. Karena ketiga barang itu memiliki bentuk yang terlihat begitu baru dan tidak seperti sudah sangat lama Namun ketiganya memang asli. Ini seperti barang tersebut tidak pernah disentuh selama bertahun-tahun lamanya," ucap sang pria sedikit membuat Ayu merasa gugup.


Tetapi karena dia yakin tidak akan ada orang yang mempercayai kalau dia mengatakan yang sebenarnya, maka Ayu hanya bisa berkata, "itu pemberian seseorang beberapa tahun yang lalu, jadi aku tidak tahu bagaimana barang itu dijaga Selama ada di tangannya. Lagi pula, orangnya juga telah meninggal, jadi aku juga tidak tahu bagaimana barang itu dijaga selama ini."


"Begitu ya, sayang sekali kita tidak bisa mengetahuinya, Padahal aku menanyakannya agar kita bisa menyimpan barang-barang lain yang sangat berharga dengan teknik yang ia gunakan menyimpan barang tersebut agar tidak termakan oleh usia. Tapi, ketiga barang itu sangatlah langkah dan mahal, kenapa baru dibawa ke pelelangan hari ini juga?" Tanya sang pria yang merasa penasaran dengan alasan pemiliknya menahan-nahan untuk menjual barang antik seperti itu.


"Ah, itu Karena saya hanya orang awam, Saya tidak tahu kalau barang-barang antik seperti itu akan laku di pelelangan. Saya baru tahu beberapa waktu yang lalu Ketika saya membuka internet dan melihat barang yang sama dengan yang saya miliki ternyata memiliki harga yang sangat tinggi," ucap Ayu.


"Begitu ya, Kalau begitu, bolehkah kita bertukar nomor ponsel supaya nanti kalau kalian memiliki barang-barang lain untuk dijual bisa langsung menghubungi saya." Ucap sang pria langsung membuat Ayu menatap suaminya untuk mengetahui pendapat Gerald.


"Ah, aku rasa itu ide yang bagus," ucap Gerald akhirnya membuat Ayu memberikan nomor ponselnya pada pria yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


Setelah bertukar nomor ponsel, maka sang pria berkata, "Kalau begitu, jika di masa depan kalian memiliki kesulitan, tolong langsung hubungi aku, aku pasti akan membantu kalian berdua. Lalu salah satu barang yang kalian miliki itu, bolehkah aku membelinya saja dengan harga 1 miliar royal? Aku ingin meletakkannya di museum dan mengejutkan semua orang. Sebagai imbalan tambahannya, jika kalian setuju, maka aku juga akan memberikan kartu VIP pelelangan ini dan juga museum terhadap kalian dan beberapa lagi usaha lain yang tertulis atas Namaku."


Ucapan pria di depan mereka membuat Gerald dan Ayu sangat terkejut karena tak menyangka mereka akan mendapatkan satu miliar ditambah kartu VIP.


Maka kedua orang itu langsung bertetapan satu sama lain sebelum Ayu kembali menatap pria yang ada di hadapan mereka sambil berkata, "Apakah yang anda katakan itu benar?" Tanya Ayu.


"Tentu saja benar, barang yang ingin saya ambil ialah barang ketiga yang kalian daftarkan." Ucap sang pria langsung membuat air kembali menatap suaminya. 


Gerald terdiam beberapa saat sebelum dia ikut berbicara, katanya, "Apakah tidak terlalu mahal untuk harga 1 miliar royal?" 


Sang pria yang bersama-sama dengan Gerald dan Ayu langsung tersenyum mendengarkan ucapan Gerald, "Tentu saja tidak, barang yang kalian miliki itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan kualitasnya juga sangat baik, dan akan melengkapi pajangan kami di museum Kalau kami mendapatkannya. Meskipun juga kalian tidak memberikannya, maka aku tetap akan melelangnya di pelelangan, namun aku memberikan penawaran yang khusus untuk kalian berdua karena aku pikir kalian layak mendapatkannya."


Mendengar ucapan sang pria, maka Ayu menatap suaminya sambil berkata, "sayang, aku serahkan keputusannya padamu."


Gerald terkejut mendengar ucapan istrinya karena tak menyangka dialah yang akan diberikan kekuasaan oleh istrinya untuk memutuskannya, padahal barang tersebut adalah milik istrinya dan harga yang ditawarkan oleh pria di depan mereka benar-benar tidak main-main. 


Oleh sebab itu, Gerald berpikir selama beberapa saat sebelum dia berkata, "Kalau begitu, kami akan menerima penawaran anda."


"Bagus! Kalau begitu kita sudah sepakat," ucap sang pria sambil mengulurkan tangannya hingga Ketiga orang yang ada di dalam ruangan langsung bersalaman. 


Setelah bersalaman, seorang sekretaris memasuki ruangan tersebut dan memberikan berkas-berkas yang kemudian ditandatangani oleh ketiganya, namun tak lupa juga Gerald memperhatikan berkas-berkas itu, sebab meskipun dia hanya bekerja di pabrik, Tetapi dia tetap memiliki pendidikan yang berkualitas sebab sejak muda dia telah bekerja untuk menyelesaikan pendidikannya di S1. 


Maka berkas-berkasnya dengan cepat diurus lalu mereka pun mendapat sebuah kartu VIP yang terlihat begitu mewah di mata Ayu karena Ini pertama kalinya barang seperti itu ada di tangannya. 


Sekretaris pun menjelaskan pada mereka tentang keuntungan kartu tersebut hingga mengejutkan Ayu bahwa saat ini dia telah resmi menjadi seorang perempuan yang memiliki akses luar biasa untuk beberapa perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh pria bernama hardison di depan mereka. 


Maka setelah perbincangan itu, keduanya pun langsung keluar dari ruangan hardison dan mereka diberikan ruang istirahat yang begitu mewah dan juga makanan yang sangat mewah.


"Sayang,,, aku belum pernah melihat makanan seperti ini di hadapanku, bahkan biasanya hanya melihatnya di TV saja," ucap Ayu ketika ia melihat makanan mewah yang ada di hadapannya, bahkan di bagian atasnya diberikan kertas emas yang bisa dimakan. 


"Kau benar, Ayo biar ku suapin kau," kata Geral segera menyuapi istrinya hingga membuat wajah Ayu langsung meleleh merasakan nikmatnya makanan yang sedang ia makan. 


"Hm,, ini memiliki kenikmatan yang berkali-kali lipat dari masakan yang kubuat. Sayang sekali porsinya sangat sedikit," ucap Ayu. 


"Kau benar," kata geral juga mencicipi makanan yang ada di atas meja hingga pria itu juga sangat terkejut karena rasanya memang seenak yang dibicarakan oleh istrinya. 


Maka kedua orang itu mencicipi semua makanan yang ada di atas meja sampai beberapa waktu kemudian seorang perempuan mengetuk pintu ruangan tempat mereka berada.


Tok tok tok...


Gerald dan Ayu langsung menatap ke arah pintu yang kemudian terbuka memperlihatkan seorang perempuan yang merupakan sekretaris Tuan hardison memasuki ruangan. 


"Sesi lelang telah selesai, dan ini adalah kartu yang berisi semua uang yang telah kalian dapatkan hari ini dari hasil pelelangan dua barang dan satu lagi barang yang telah disepakati harganya bersama Tuan hardison. Total keseluruhan uang dalam buku tabungan ini yaitu 2 miliar 310 juta. Kalian bisa memindahkan uangnya ke rekening kalian lewat bank," ucap Sang Perempuan menyerahkan buku tabungan beserta dengan cap dari pusat pelelangan mereka. 


"Te,, terima kasih," ucap Ayu Mengambil buku tabungan tersebut dengan tangan yang gemetar karena tak menyangka bahwa saat ini mereka memiliki uang dalam jumlah miliaran. 


"Astaga, sayang," kata Ayu langsung menatap suaminya dengan rasa tak percayanya. 


Gerald juga tak menyangka kalau ternyata 3 barang yang mereka bawa dari rumah akan membuat mereka kembali dengan tabungan yang begitu gemuk. 


Geral tidak mengatakan apapun ketika Ayu langsung memeluknya hingga dia pun membalas pelukan istrinya dengan perasaan menggebu-gebu. 


Kedua orang itu berada dalam kelinglungan mereka selama beberapa waktu sampai akhirnya keduanya melepaskan pelukan mereka lalu Ayu menatap suaminya dengan seksama. 


"Sayang, menurutmu apa yang harus kita lakukan dengan uang ini?" Tanya Ayu yang kini pusing harus menggunakan uang itu untuk hal apa saja. 


"Hm, itu adalah uangmu, Jadi kau yang harus menentukannya." Ucap Gerald yang tentunya tidak ingin bersikap diktator untuk uang yang dimiliki oleh istrinya. 

__ADS_1


Tetapi Ayu dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil berkata, "tidak! Kita sudah menikah, jadi uangku adalah uangmu juga, kalau kita berbelanja harus memutuskannya berdua."


"Hm, kalau begitu, kita bisa membicarakannya saat sampai di rumah, sekarang sudah larut malam. Aku cemas kau masuk angin kalau kita pulang terlambat." Ucap Geral dijawab anggukan Ayu sehingga kedua orang itu segera keluar dari ruangan untuk kembali ke rumah mereka.


__ADS_2