Istri Bukan Perempuan Tak Berguna

Istri Bukan Perempuan Tak Berguna
11


__ADS_3

"Selamat datang," seorang pelayan restoran menyambut Gerald dan istrinya ketika sepasang suami istri itu telah tiba di sebuah restoran yang sebelumnya telah direservasi oleh Gerald lewat salah seorang temannya.


"Halo," ucap Ayu sambil tersenyum pada sang pelayan restoran.


Sementara Geral, Dia berkata, "reservasi atas nama Gerald."


"Silakan ikuti saya," ucap sang pelayan restoran sambil menunjukkan jalan pada kedua orang itu hingga Gerald bersama-sama dengan istrinya segera mengikuti sang pelayan restoran.


Sambil berjalan beriringan dengan suaminya, Ayu pun menoleh melihat suaminya, "Sayang, kenapa reservasi restorannya atas namamu dan bukan atas nama temanmu?" Tanya Ayu yang merasa aneh bahwa mereka datang ke tempat itu karena undangan dari teman suaminya, tetapi Mengapa orang yang memesan tempat duduk adalah suaminya?


Saat itu, Gerald tersenyum sambil mempererat genggaman tangannya pada tangan istrinya, "hm, Sebenarnya tadi aku berbohong Karena aku tahu ibu tidak akan membiarkan kita ke luar rumah kalau aku mengatakan kita akan pergi ke restoran. Kau juga pasti akan menolak kalau kita datang ke tempat seperti ini karena kau akan bilang kita membuang-buang uang, tapi aku benar-benar akan menjadi seorang pria yang buruk kalau tidak bisa membuat istriku masuk ke sebuah restoran. Meski saat ini aku menggunakan uangmu juga untuk membawamu ke restoran, tapi aku harap ini pilihan yang tepat," ucap Gerald.


Mendengar ucapan suaminya, maka Ayu menghentikan langkahnya sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kacanya, "Aku tidak marah, aku justru merasa sangat senang. Lagi pula, uang itu bukan sepenuhnya uangku, seandainya bukan kau yang pergi menjual guci tersebut mungkin saja nilainya akan jauh lebih rendah," ucap Ayu.


"Terima kasih sayang," kata Gerald langsung menarik Ayu kepelukannya dan mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala istrinya sebelum mereka melanjutkan langkah mengikuti pelayar yang dari tadi menunggu mereka.


Maka mereka pun segera tiba di sebuah meja yang terletak di lantai 3 dan menyajikan pemandangan yang sangat bagus.


Di atas meja dinyalakan lilin yang begitu romantis dan juga suasana di tempat itu benar-benar romantis, bahkan ketika Ayu memperhatikan sekitarnya ia merasakan ketenangan di tempat itu sangat terasa dan musik juga mengalun dengan begitu indah dengan dua orang sedang berdansa di atas panggung.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau suka?" tanya Gerald sambil memperhatikan istrinya yang tampak terpukau melihat tempat mereka berada.


Ayu pun menganggukkan kepalanya, "ya, Tentu saja sangat suka. Tapi semua orang di sini menggunakan pakaian yang sangat bagus," ucap Ayu sambil menunduk menatap bajunya yang terlihat kusam, sangat tidak serasi dengan tempat di mana mereka berada.


Gerald juga mengetahui apa yang ada di pikiran istrinya, sehingga pria itu mengulurkan tangannya memegang tangan istrinya, "jangan khawatir, besok kita bisa keluar rumah dan membeli beberapa pakaian," ucap Gerald langsung membuat Ayu mengangkat wajahnya menatap suaminya.


Ayu lalu berkata, "membeli pakaian? Aku tidak yakin kita bisa melakukannya meskipun kita punya uang, ibu akan sangat marah kalau dia mengetahui--"


"Aku sudah memikirkannya, aku akan berhenti menjadi suami yang pengecut, karena kupikir saat ini kita memiliki uang setidaknya 30 juta, sebaiknya kita keluar dari rumah dan mencari kontrakan. Istriku sangat pandai memasak, kita bisa membuka warung kecil-kecilan menggunakan modal uang yang kita miliki saat ini. Aku juga bisa bekerja lebih keras lagi dan memberikan semua gajiku padamu," ucap Gerald yang tidak mau lagi membuat istrinya selalu menderita karena harus tinggal di rumah orang tuanya dan terus dihina oleh ibunya serta diperlakukan seperti pembantu.


Ayu sangat terkejut mendengar ucapan suaminya hingga perempuan itu tertegun di tempatnya selama beberapa saat sebelum dia berkata, "sayang, kau bicara yang sesungguhnya?"


Ayu pun melihat pelayan yang meletakkan makanan di hadapan mereka sebelum dia kembali menatap suaminya sambil berkata, "Tentu saja aku mau, tapi bagaimana kalau Ibu tidak mengizinkan? Aku tidak ingin hubunganmu dengan ibumu menjadi buruk karena aku."


Gerald menggelengkan kepalanya, "dulu Aku belum menikah, aku harus mendengarkan semua perkataannya supaya aku menjadi anak yang berbakti padanya. Tetapi sekarang Aku adalah seorang suami, aku adalah pemimpin rumah tangga kita, jadi aku harus bisa memposisikan diriku sebagai seorang pemimpin.


"Tidak mungkin aku membiarkan istriku terus menderita dalam hidupnya, kau sudah 100% menjadi tanggung jawabku, Tidak ada orang lain yang bisa memikirkan kebahagiaanmu lebih dari aku. Meskipun Ibu marah kalau kita pindah dari rumah, tapi aku yakin kemarahan Ibu tidak akan berlarut-larut, dia pasti akan menyetujuinya juga," ucap Gerald yang tidak mau lagi membuat istrinya menderita menahan hinaan dari keluarganya.


Mata Ayu berkaca-kaca mendengarkan ucapan suaminya, karena dia tak menyangka kalau ternyata suaminya benar-benar peduli padanya dan adalah seorang suami yang bisa memposisikan dirinya dengan baik dan tepat.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Ayu dengan rasa harunya.


"Hm, sekarang ayo makan. Malam ini kau harus menikmati makanannya karena aku tidak yakin ke depannya kita masih punya uang untuk datang ke restoran mewah seperti ini," ucap Gerald.


Ayu menganggukkan kepalanya dengan sangat antusias, "ya,, kau juga harus menikmati makanannya," ucap Ayu sambil mengambil sendok dan garpunya lalu kedua orang itu mulai makan meski Ayu begitu kikuk menggunakan dua alat makan yang ada di tangannya sebab biasanya dia makan menggunakan tangannya.


Gerald pun menyadari kesulitan yang dialami oleh istrinya sehingga dia berkata, "makan punyaku."


Ayu ngerasa agak malu, tetapi perempuan itu tetap menyerahkan makanannya pada suaminya sehingga mereka bertukar makanan dan Ayu memakan makanan yang telah diiriskan oleh suaminya.


Maka setelah itu, keduanya makan sambil berbincang-bincang, tetapi perbincangan mereka jauh dari sesuatu yang buruk, keduanya hanya membincangkan masalah kebahagiaan mereka sambil menikmati momen makan malam romantis mereka pada hari itu.


Cukup lama mereka menghabiskan waktu mereka di restoran sampai akhirnya mereka meninggalkan restoran menggunakan sebuah taksi untuk kembali ke rumah.


"Sayang, Bagaimana kalau kita lewat di supermarket untuk membeli sesuatu? setidaknya Besok aku harus membuatkan mu sarapan yang enak," ucap Ayu langsung membuat Gerald menganggukkan kepalanya.


"Boleh," kata Gerald sambil melirik ke arah sang supir dan lanjut berkata, "tolong lewat di supermarket."


"Baik," jawab sang sopir.

__ADS_1


__ADS_2