
"Pemisi!" Seorang pria memasuki salah satu warung tenda untuk membeli makanan.
"Selamat datang," ucap Ayu menyambut pria tersebut dengan sebuah senyum ramanya.
"Saya mau tahu kecap 10.000, ayam goreng saus 20.000 dan nasi 10.000 masing-masing dibuat menjadi dua porsi," ucap sang pria langsung membuat Ayu menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja, silakan duduk," ucap Ayu langsung membuat sang pria duduk di salah satu kursi yang tersedia dalam tenda tersebut lalu dia menunggu makanannya selesai disiapkan oleh Ayu.
Setelah beberapa saat, teman pria itu pun datang ke tempat tersebut lalu makan bersama-sama disusul beberapa orang yang juga memasuki warung tenda milik Ayu hingga warung tenda tersebut menjadi ramai.
'syukurlah ternyata usaha ini sepertinya akan menjadi usaha yang sukses,' ucap Ayu dalam hati sambil mengelap daun pisang yang ia gunakan sebagai pengalas tempat makan.
Maka ayu terus berjualan dari pagi sampai akhirnya sore hari ketika suaminya kembali dari tempat kerja.
"Sayang," ucap Ayu menyambut suaminya yang memasuki tenda.
__ADS_1
"Lho, jualanmu sudah habis?" Ucap Gerald yang terkejut melihat semua tempat makanan yang ada di warung tenda tersebut telah habis.
"Iya," jawab Ayu sembari mengambil piring kotor yang ada di atas meja.
Saat itu, beberapa mahasiswa memasuki warung tenda itu dan raut wajah mereka langsung berubah tidak senang ketika melihat makanan yang dijual oleh Ayu telah habis.
Ayu pun langsung berkata, "Maaf sekali, kami sudah tutup."
Para mahasiswa itu hanya menganggukkan kepala mereka sebelum semuanya keluar dari tenda.
Setelah tiba di tempat mencuci piring, Ayu menatap suaminya sambil berkata, "Kau pergilah mandi lalu makan malam, biar aku yang membereskan semua ini."
"Tidak, Ayo pergi mandi bersama lalu makan malam bersama dan membereskan ini bersama," kata geral yang jelas tahu bahwa istrinya juga kelelahan karena harus bangun subuh-subuh menyiapkan semua jualan sebelum berjualan dari pagi sampai sore hari.
"Ah, baiklah," ucap Ayu mengganggukan kepalanya karena dia tahu suaminya tidak akan membiarkannya bekerja sendirian hingga kedua orang itu pun segera meninggalkan dapur.
__ADS_1
Keduanya bersama-sama melakukan semua pekerjaan rumah sampai akhirnya pada malam hari Gerald dan istrinya sudah berada dalam kamar dan terbaring di tempat tidur.
Keduanya berpelukan di balik selimut dengan Gerald yang memainkan rambut istrinya.
"Apa kau mau dipijat?" Tanya geral.
"Tidak, aku hanya mau tidur sekarang. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana rencanamu untuk mengubah rekening penerima gajimu?" Tanya Ayu pada suaminya yang memang beberapa waktu yang lalu suaminya telah merencanakan hal tersebut karena tidak ingin gajinya malah masuk ke rekening Dira.
"Jangan khawatir, tadi aku sudah mengisi formulirnya dan katanya Mereka yang akan mengurus sisanya." Jawab Geral membuat Ayu merasa lega.
"Baguslah, tetapi aku rasa kalau kita memiliki rezeki yang lebih, kita harus tetap memberikan uang pada ibu mertua," kata ayu sambil menatap suaminya dengan mata yang dipenuhi ketulusan.
Melihat kebaikan istrinya, maka Gerald pun menjadi sangat bahagia melihat istrinya sehingga pria itu mendaratkan ciuman di bibir Ayu sambil berkata, "tentu saja kalau ada rezeki, tetapi setelah aku membuat istriku tidak perlu lelah lelah bekerja untuk membantuku mencari nafkah."
"Iya," jawab Ayu dengan suara lembutnya sambil mengeratkan pelukannya pada suaminya.
__ADS_1