ISTRI CEREWETKU

ISTRI CEREWETKU
NGIDAM


__ADS_3

Semenjak kehamilannya berlangsung. Istriku luar biasa manjanya. Bahkan hanya karna salah warna pakaian yang ku pakai dia akan berdakwah sampai aku selesai makan dan bersiap.


"Mas, itu loh kemejanya yang warna navy. Kenapa si harus pakai warna merah. Navy aja itu kan lebih enak di lihat. Mau rapi dan ganteng terus selama kerja memang buat di lihat siapa si, Mas." gerutunya sambil cemberut.


"Bukan begitu, Dek. Kemaren sudah kemeja salur warna navy. Masa iyo sekarang pakai warna navy lagi. Nanti di kira Mas mu ini gak punya baju lain, Dek." ucapku. Aku malu harus berurutan memakai baju navy selama seminggu. Jika bajunya ada empat, maka sisanya akan berulang ke baju awal di pakai sampai hari Sabtu.


Minggu kemarin warna putih dan sialnya aku punya kemeja warna putih hampir semua polos. Semua teman kantorku menatapku dengan tanya. Sedangkan aku hanya bisa diam dan tersenyum. Berbeda dengan sebagian kawanku yang sudah tau kondisiku, setiap hari pasti jadi bahan tertawaan dan godaan mereka, panas rasanya telingaku.


"Wah wah.. Seragamnya tema apa ini, Mas." goda Rita.


"Tema kesucian.." ucap Hendra dengan senyum sumringah dan nada mengagungkan yang terdengar lebih membuat hatiku kesal.


Aku malas menjawab, aku hanya diam melirik. Mereka hanya tertawa terbahak bahak melihat responku.


Hari ini pasti ada lagi lelucon yang akan keluar dari mulut mereka. Apa lagi ini warna navy, tema apa lagi yang akan mereka lontarkan. Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.


"Lah kan beda, Mas. Itu kemarin salur, ini polos. Siapa yang bilang sama? sini aku ajari dia perbedaannya." ucapnya sambil merebut kemeja yang sedang aku rapihkan.


Aku hanya bisa pasrah memakainya.


"Nah kan gitu tampah ganteng toh, Mas." ucapnya sambil tersenyum cerah.


"Iya sayang.. ya sudah Mas mu ini pergi kerja dulu ya." aku menyodorkan tanganku untuk bersalaman dengannya dan mengusap perut istriku. Berpamitan pada dua kecebong yang masih asik di dalam sana.


"Jangan nakal ya, Nak. Jaga ibumu dengan baik dan jangan banyak permintaan yang aneh ya, Nak. Pusing kepala Ayah." aku mengusap perut istriku dengan lembut.


"Hati hati, Mas." ucapnya sambil melambaikan tangan melepas kepergian ku.


****


"Wah, kayanya aku tau ni, Mas. Mas Baskoro ini tema seragamnya apa." celoteh Rita si biang kerok.


"Apa Rit.." teriak Hendra yang gak kalah ribet.

__ADS_1


"Bendera Amerika.." tawanya terbahak bahak.


Aku mengerutkan keningku.


"Kemarin putih, sekarang Navy, nanti merah ya kan, Mas." ucapnya bertanya tanpa dosa padaku.


Aku berpikir, benar juga ucapannya.


Kemarin aku seminggu pakai putih, sekarang Navy, jangan sampai Minggu depan warna merah. Aku menggelengkan kepalaku sambil mengusap keningku.


Mendengar mereka tertawa terbahak bahak.


"Ya beginilah kalau sayang, istri." ucapku asal.


"Ya, ya, ya.." mereka menjawab kompak membuatku tambah kesal.


Tapi setelah mereka puas meledekku di pagi hari saat aku datang, kami akan bekerja dengan profesional setelah itu.


"Sebenarnya berapa lama ya, wanita ngidam." guman ku di depan ponsel. Mencari cari jawaban di aplikasi pintar.


Aku menoleh ke arahnya yang duduk di bangku depanku.


"Katanya ada yang ngalamin cuma sebentar, ada juga yang lama, Mas. Harus sabar, Mas. Kalau misal anak satu aja dua bulan ngidam, apa lagi istri Mas, mengandung anak kembar, pasti lebih lama." ucapnya sambil tertawa.


"Kamu tuh sebenernya menenangkan ku atau mau semakin bikin kusut pikiranku." aku melempar pulpen ke arahnya.


Dia tertawa terbahak bahak.


Mana ada hubungannya dengan anak kembar atau tunggal. Kalau berhubungan begitu, apakah anak kembar akan lahir dua x lebih lama dari masa kehamilan. Aneh aja jawabannya, tidak masuk di akal.


"Bercanda, Mas." ucapnya sambil mengusap air matanya. Tertawa begitu senang sampai menangis. Kalian senang di atas kekesalanku.


TRING ...

__ADS_1


[Pesan Masuk Istriku❤️]


"Mas, nanti pulang tolong beliin buah yang kulitnya dua warna ya, Mas. Yang manis.. Harus dua warna ya Mas, yang lucu 😍".


Aku mendengus kesal, membuang nafasku dengan panjang sambil mengelus dada.


"Apalagi ini, astaga.. buah dua warna.." gumam ku.


"Kenapa, Mas?." Rita bertanya padaku, mungkin dia dengar gumaman ku.


"Hah, aku bingung Rit. Bumil minta buah dengan kulit dua warna. Sudah kaos kaki ku selalu dua warna, sekarang buah yang harus dua warna, yang manis, yang lucu, katanya." aku menepuk jidatku.


Rita ternganga dan ketawa.


"Sabar, Mas. Sabar ya.." dia terpingkal pingkal sambil memegang perutnya.


Aku berdecak pusing, harus mencari buah apa yang dua warna dan manis.


"Tenang, Mas. Pepaya dua warna, kan. Kulit hijau daging oren. Hmmm.. atau apel, Mas. Biasanya yang warna pink itu ada putih di kulitnya, atau apel hijau suka ada pink di kulitnya." wajah Rita antusias menyebutkan beberapa nama buah. Aku mendengar sambil memikirkan dan sesekali menggaruk kepalaku.


"Sabar, Mas. Pasti ketemu kok dan ada jalannya. Yang penting jangan minta dua ayah.." dia tertawa terbahak bahak kembali.


Aku menatap tajam kearahnya. Dia tidak takut dan bahkan menjulurkan lidahnya.


"Maaf Mas, maaf." dia mengatupkan tangannya di hadapanku.


"Mau aku bantu carikan, Mas? Kebetulan tetanggaku tukang buah, barangkali ada buah apel atau apa gitu yang dua warna." ucapnya sambil mengusap air matanya.


"Ya, tolonglah. Jika ada langsung suruh antar kesini ya, nanti aku bayar sama ongkosnya sekalian." pintaku.


Dia mengangguk langsung mengambil ponsel di sakunya.


Aku teringat belum membalas pesan istriku, aku langsung membalasnya.

__ADS_1


[Pesan Keluar Istriku❤️]


"Iya, sayang. Nanti Mas carikan ya, semoga dapat yang manis dan lucu."


__ADS_2