ISTRI CEREWETKU

ISTRI CEREWETKU
CEMILAN


__ADS_3

Aku di ajak makan bersama ibu ibu komplek.


Dari usianya masih terbilang Mama muda semua.


Bu RT memiliki anak bayi usia kurang dari satu tahunan. Wajahnya kecil imut, hidung mancung, mata sedikit sipit, berkerudung, cantik.


"Assalamualaikum... Bu RT.." teriak Mpok Rodiyah.


"Wa'alaikum salam..." sahut dari dalam rumah.


"Eh sudah datang ya, silahkan.." mempersilahkan kami duduk di tikar yang sudah di siapkan di depan rumahnya. Rumah Bu RT dua kali lebih luas dari rumah ku dan Mpok Rodiyah.


"Bentar ya, Bu Sukro. Bu Basreng belum datang.." ucapan Bu RT membuat mataku membulat sempurna. Apa lagi basreng.. cemilan, kah. Lantas kenapa pake, Bu?.


Aku menggaruk kepalaku yang tidak terasa gatal sebenarnya.

__ADS_1


"Iya gak apa, Bu RT. Oh iya, ini tetangga baru kita. Bu Baskom." Mpok Rodiyah memperkenalkan diriku dengan menyebut Bu Baskom. Membuatku menatap dan mengangkat alisku ke arah wajahnya.


"Iya, Baskom lah Mbak. Baskoro dan Kokom." dengan tersenyum entengnya Mpok Rodiyah menyingkat namaku dan suami jadi, Baskom.


"Oh iya iya, salam kenal ya Mbak..Saya Bu Santu," beliau menyodorkan tangannya, aku meraihnya dan bersalaman.


"Kokom.." jawabku.


"Jangan di ambil hati ya Mbak, kami di sini memang menyingkat panggilan kami sendiri agar terlihat lebih akrab dan lucu." kekeh nya.


"Iya, kalau Bu RT panggilannya Bu Sate. Santi dan Teguh." Mpok Rodiyah menyambung. Aku mengangguk dengan cuma mengikuti alur perkenalan yang aneh ini.


"Maaf Bu RT, Mpok Rodiyah.. saya mau pamit.." ucapan ku membuat ke dua "cemilan" itu menoleh ke arahku.


"Mau kemana.. udah di sini aja, sebentar lagi Bu Basreng datang sama ibu ibu yang lain. Kita makan di sini, tadi katanya laper." sahut Mpok Rodiyah. Langsung nusuk ke jantungku. Biasa gak si Mpok gak usah di sebut laparnya.

__ADS_1


"Iya hehe.. tapi saya gak enak Mpok." ucapku sambil menunduk, merah pipiku malu sekali ini perkenalkan pertama paling memalukan.


"Gak enak kenapa, Bu.." tanya Bu RT.


Aku gak berani menjawab. Cuma tersenyum dengan pipi merah ku.


"Gak enak karna dia gak bawa makanan ya, Bu.." ucap Mpok Rodiyah. Ingin ku bungkam mulutnya yang ceplos ceplos itu. "Padahal mah, biasa aja kite mah ya, Bu.." sambungnya.


Bu RT tersenyum memegang tanganku, "Gak apa Bu, nanti lain kali ibu yang dapat jatah bawa makanan banyak yang enak ya.." ucapannya menenangkan hatiku yang sudah berburu karna rasa kesal dan malu. Aku mengangguk tersenyum.


Kami berbincang bincang saling mengenalkan diri. Sesekali mulut ceplos Mpok Rodiyah masih terus membuatku kaget dengan apa yang dia ucapkan. Aku harus terbiasa, karna Mpok Rodiyah orang baik dengan kelebihan ucapannya yang terlalu jujur.


Sampai akhirnya Bu Basreng dan Bu kurap datang. Aku jadi ikut menggunakan nama aneh itu. Aku menggelengkan kepalaku.


"Assalamualaikum,," ucap mereka yang baru datang. Aku belum tau yang mana Basreng yang mana Kurap. Kami menjawab bersamaan.

__ADS_1


"Lama banget ini Bu Basreng, kita udah laper." sahut Mpok Rodiyah.


"Ya lah, Mpok. Maklum aja kita punya orok kan nunggu tidur dulu." balas salah satu ibu. Yang tinggi lebih dari kami bertiga, kulitnya gelap, rambut keriting kecil kecil, matanya bulat dan bibir tebal.


__ADS_2