ISTRI CEREWETKU

ISTRI CEREWETKU
CEMILAN 2


__ADS_3

Kalau yang hitam manis itu di panggil Basreng, gak salah lagi yang di sampingnya Kurap.


Namanya aneh aneh, bahkan namaku di ganti baskom. Padahal dari fisik mereka cantik cantik semua dengan versi masing-masing. Bahkan anak anak mereka menggemaskan.


Sukro


Sate


Basreng


Kurap


Baskom


Rupanya nama cemilan bukan di toko aja, di perumahan ini pun ada. Aku terkekeh dalam hati. Menu menu makanan sudah juga sambal terasi, lalap rebus daun singkong, ikan asin yang baru di hidangkan oleh Bu Basreng, membuat air liurku menetes.

__ADS_1


Acara makan makan kami selalu terganggu dengan jeritan anak anak gemuk yang bermain. Sesekali bertengkar, menangis bahkan ada yang pipis. Makan penuh dengan hambatan tapi tidak mengurangi porsi makan kami. Bu Sukro mengunyah sambil teriak, di saat anaknya lari kejalan.


"Nabila.... sini nak, awas banyak motor lewat." mulutnya penuh tapi suaranya tetap lantang. Mpok Rodiyah gitu Loch.


Seperti ini rupanya perjalananku nanti menjadi seorang ibu. Bu kurap yang sedang hamil makan sambil bersandar punggung di tembok. Dia makan sedikit, tapi semua menu ada di piringnya.


Air teh hangat, es sirup dingin, kerupuk, emping juga lengkap tersedia. Baru kali ini aku makan dengan menu selengkap ini. Dengan orang orang asing yang baru ku kenal.


Sehabis makan kita berbincang santai, bergosip ria membicarakan suami kita masing-masing.


"Alah Bu, laki kita mah ribet. Kita sudah beliin kolor banyak yang di pake itu lagi itu lagi. Ampe koyak itu kolor." Mpok Rodiyah curhat sambil menguapi Nabila.


"Enaklah, kalian gak usah beli beli buat mereka. Beli aja buat diri sendiri sama anak anak, ya kan. Simpel itu jangan ambil pusing." timbal Bu Rengganis tengah asik menyusui anaknya yang masih bayi.


"Ya tapi kita malu ya Bu, Mpok. Kalau keluar di liat itu itu aja." suara Bu Kumala yang lembut sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk angguk dan tersenyum mendengar keluhan para ibu ibu muda ini.


Mungkin kalau aku sudah lama menikah, aku juga akan seperti ini. Pengalaman apa yang aku dapatkan nanti ya. Aku jadi tidak sabar ingin ikut bercerita.


Para suami sibuk kerja, para istri sibuk bersenang ria.


"Besok jadikan kita senam.." ucap Bu Kumala.


"Insha Allah Bu, kalau suami suami kita libur." jawab Bu RT.


"Hem.. memang senam nya di mana Bu?" aku berusaha masuk ke obrolan mereka. Toh aku juga harus beradaptasi.


"Di rumah senam, di depan jalan kota itu Loch yang gedungnya ungu, Neng." Mpok Rodiyah yang jawab.


"Harus ikut ya, Bu. Biar cepet hamil." timpal Bu Rengganis.

__ADS_1


Aku berpikir sejenak. Ini senam biasa atau senam program hamil. Aku mengangguk angguk saja, cari aman.


Setelah selesai makan, aku membantu membawa tumpukan alat makan yang bertumpuk. membawa baskom pulang ke rumah Mpok Rodiyah. Membantu menyapu rumah Bu RT. Walau capek tapi ada rasa senang tersendiri. Aku berpikir akan sulit beradaptasi di lingkungan yang baru untukku, tapi ternyata semua di lewati dengan mudah. Orang orang di sini ramah dan baik, semoga aku bisa cepat akrab dengan mereka.


__ADS_2