
Namaku Natallya. Berumur 20 tahun. Aku sudah sebatang kara sejak kecil orang tuaku kecelakaan dan saat itu aku di asuh kakek ku sumormo Kusumo.
karna aku yang cucu satu-satunya dan anak tunggal akulah pemilih kekakayan Kusumo yang sah, tapi karna aku menemukan lelaki idamanku dan ia pun menerimaku aku apa adanya akupun dekat dengannya.
selama dekat dengannya aku mengenal keluarganya, tetapi ia ta tau aku punya keluaga yaitu kakek yang ia tau aku sebatang kara, biarlah akupun ingin liat dia cinta denganku atau tidak karna memang lelaki yang dekat denganku menerimaku karna harta bukan diriku, karna pasbody ku yang gendut.
lelaki itu adalah Ferry Maryadi ia anak dari pasangan Ferdinand dan Farida, iapun memiliki kakak perempuan Ferliana.
selama mengenal mereka tak ada masalah mereka baik padaku, akupun hanya memperkenalkan diriku apa adanya tak ku gunakan nama belakan keluarga agar mereka tak curiga aku tak mau mereka hanya ingin harta keluargaku, kakaknya Felina tak suka padaku entahlah mungkin karna buruknya badanku haha.
Hari ini ku tunjukan foto lelaki itu kepada kakek sumo.
"Kek liat lelaki ini adalah pacarku dia melamar ku ingin serius denganku."kataku dengan sumringah.
"coba kakek liat"jawab kakekku
__ADS_1
"bagaimana kek dia ganteng dan keluarganya baik padaku"sahutku, terlihat kakek menghela nafas panjang.
"apa ia tau kamu anak orang kaya nata?" pertanyaan kakek sangant mengejutkan ku.
"ia tak tau aku kaya kek aku bilang aku sebatang kara, aku taku ia mau dengan ku karna harta."jujurku menundukkan kepala.
"nata lelaki ini tak baik untuk mu."ucap kakek, aku kaget karna setauku mas Ferry baik bahkan keluarganya menyukai diriku.
"kakek tau dari mana?"tanyaku menelisik.
"kakek tak mau merestui mu dengannya, nata. ini demi kebaikan mu sayang" bagai tersambar petir kakek yang ku kira tak mau ikut campur urusan pribadiku tak menerima lelaki yang ku cintai.
"kek nata mencintainya, jikapun kakek tak merestui aku akan tetap dengannya"jawabku tegas.
kakek kaget dan memandangku dengan muka merah, 'apa kakek marah?'.
__ADS_1
"kamu tak tau ia anak berandalan dia sangant nakal NATALLYA"sahut kakek menekan namaku.
"aku tak perduli yang ku mau ia jadi pendampingku".jawabku acuh tak acuh.
"jika itu mau mu pergilah dengannya kamu akan menyesal karna membangkan ucapan kakek mu ini natallya, saat itu datang kamu datanglah kemari jika kamu membutuhkan kakekmu ini"ucap kakek lirih, ada kecewa di suaranya.
"terimakasih kek nata mencintainya, jika memang saatnya tiba nata akan kembali"cicitku memeluk kakekku.
"yah pergilah, kakek akan memantau mu, kaket tak datang nanti"ucapan kakek membuat reling hati ini sakit.
aku ke kamarku mengemasi barangku hanya baju tak ku bawa perhiasan dan yang lainnya.
"nata pamit kek"pamitku pada kakek dengan mengsalim ta'zim tangan kanan kakek.
"yah hati-hati nak"jawabnya tak melihat ku.
__ADS_1