Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 17. Restu.


__ADS_3

Saat aku sedang duduk bersantai dengan kakek dan mas Jordan hpku berdering.


Hanya bergetar karna aku menyilet hpku.


Rupanya Levis yang telpon saat aku melihat, akupun izin sebentar kedalam dan mengangkat telponnya.


"Hallo nona"ucap Levis.


"Ya hallo, bagaimana perkembangan mereka?"tanyaku to the point.


"Mereka akan menikah 2 hari lagi nona, dan Ferry berencana mengundang nona"ucap Levis memberi laporan sekian kalinya, selama ini aku menyuruhnya memantau pergerakan keluarga toxic itu.


"Rupanya mereka akan serius juga selama melakukan zina"ucapku sanggar.


"Akhirnya Meraka kawin dan nona akan mencapai sedikit lagi"tukas Levis.


"Haha bukan Levis kawin Iyah sering tapi tak Nikah- nikah dan baru sekarang mereka menikah"jawabku garing membenarkan ucapan Levis.


"Haha anda benar juga nona, dan bodohnya lagi lelaki itu di bodohi calon dan ayah kandungnya"ucap Levis memaki mas Ferry.


"Yah sama bodohnya dengan mamanya, itukah kenapa ia selalu bersembunyi dibawah ketiak mamanya"ucapku mengingat kelakuan mereka.


"Kalo begitu untuk undangan anda akan mereka kirim, nona tunggu saja"ucap Levis memberi tahu tentang undangan.


"Baiklah dengan senang hati aku menunggu"jawabku santai.


"Baik nona kalo begitu saya izin dahulu, saya akan menyiapkan perintah nona yang kemarin"ucapnya pamit aku mematikan sambungan.


Ya peringaku adalah menyuruh memasang LSD dekat MC dan akan menyuarakan langsung kebusukan Laras dengan sekeluarga toxic itu.


"Tunggu saja mas, bahagia lah dahulu."gumamku.


"Sayang ayok kita istirahat"tiba-tiba mas Jordan memelukku dari belakang.


"Kamu membuatku kaget, untung aku tak jantungan mas"ucapku kesal karna sering kali kebiasaan ia memeluk dari belakang.


"Hehe maaf Baby aku hanya ingin memberikan kehangatan, aku sudah mencari mu ternyata disini"ucapnya cengengesan dan mendusel-duselkan wajahnya pada ceruk leherku, aku merasa geli dengan bulu-bulu halus di rahangnya tipis tidak tebal.


"Kenapa mencari aku sayang, apa tak berbicara dengan kakek lagi?"tanyaku lembut, aku tak bisa kesal dan marah terlalu lama padanya ia terlalu manis.


"Kakek sudah pergi kekamarnya beristirahat, dan menyuruh aku menyusul mu, mengajak kamu istirahat dikamar mu baby"jawabnya dengan mengeratkan pelukannya.


"Apa kakek menyuruhmu tidur 1 kamar denganku?"tanyaku tak percaya aku sudah di buat terkejut berkali-kali hari ini.

__ADS_1


"Tentu saja, toh aku calon suamimu"jawabnya santai.


"Aaaakk"pekikku saat tubuhku melayang seperti di awan.


Tiba-tiba saja ia mengangkat diriku seperti ala briday dengan memandang ku, sepasang mata kami bertemu.


"Turunkan aku mas, jangan bengini nanti ada yang liat"ucapku panik campur kaget.


"Tidak mau Baby, Dimana kamar mu aku akan menggendong kamu sampai sana"jawabnya dengan memegang pinggang ku kuat-kuat, aku seketika merangkul lehernya agar tak jatuh.


Mau tak mau aku harus menunjukkan arah kamar, bagaimana tidak aku sudah di kagetkan dengan datangnya tiba-tiba lalu ia yang ingin tidur di kamar belum lagi dia mengangkat aku.


Kami sampai depan pintu kamar dia berhenti dan entah menunggu apa.


"Baby buka pintunya gak peka sekaki kamu ini"ucapnya polos, aku tertawa pantas saja dia tak masuk-masuk.


Aku membuka pintu dan ia menutup pintu degan kakinya lalu berjalan menaruh diriku diatas ranjang dengan hati-hati selayaknya diriku bahan antik.


"Terimakasih mas sudah mengendongku"ucapnku malu-malu.


"Tak masalah baby aku ingin bahas sesuatu"katanya serius.


"Apa itu?"tanyaku.


"Aku kira apa mas"ucapku Tekekeh geli.


"Bagaimana kamu Panggil aku sayang jangan mas aku tak suka"ucapnya mengerucutkan bibirnya.


"Oh tuhan please mas jangan begitu, sungguh tak cocok dengan dirimu, kamu yang berwibawa sahaja dengan wajah datar dan dingin tak cocok cemberut"tegurku dengan tersenyum geli.


"Habis kamu baby yang membuatku begini"ucapnya ketus.


"Baiklah bagaimana aku panggil Daddy?"tanyaku memberikan ide.


Seketika wajahnya berbinar-binar dan mengembangkan senyum manisnya di bibirnya.


"Ide bagus baby, aku suka"ucapnya antusias, semangat sekali dirinya.


"Kamu mirip bayi besar sayang"kataku polos aku terpaku melihat sifatnya, selama ini dia menunjukkan sifat dingin datarnya tapi sekarang sifatnya seperti bocah manja sekali, hatinya juga seperti sutra lembut.


"Tentu bayi ini akan menyusu pada mu nanti"jawabnya enteng makin mengembangkan senyum bahagianya, membayankan entah apa itu.


Aku tercengang membolakan mataku, bagaimana tida jujur sekali lelaki dewasa ini

__ADS_1


Mungkin pipiku sudah merah seperti tomat.


"Jangan aneh-aneh Daddy kita belum halal"peringatku padanya dengan pandangan waspada.


"Haha belum sekarang baby, jika nanti sudah sah aku akan memintanya"jawabnya santai dan tertawa terbahak-bahak.


Ah aku kira ia akan melakukan itu sekarang.


"Pasti kamu berfikir aku melakukan itu, apa kamu sudah tak tahan baby?"tanyanya dengan mendekatkan wajahnya padaku.


Dag-dig-dug hatiku berdebar kencang wajahku pias karna hanya 1 Senti wajahku dan mas Jordan dekat, ah aku gugub.


"Tidak ada,apa yang kamu lakukan Daddy"pungkasku cepat, aku harus menunjukkan wajah santai kalo tidak mas jordan akan mengodaku habis-habisan.


"Ingin membuat anak"bisiknya di telinga kananku dan meniup leher jenjangnya.


Aku rasanya kaku tak bisa menjawab atau bergerak dengan kata-kata yang ia katakan barusan.


"Haha tidak sayang aku hanya bercanda" ucapnya lalu pergi kekamar mandi.


Sudah 1 jam dia dalam kamar mandi apa yang ia perbuat, akupun sudah mengantuk.


Kreakkk


Dia berjalan kearahku dengan tersenyum lembut.


"Apa kamu lakukan dalam kamar mandi Daddy?"tanyaku penasaran kenapa ia lama sekali didalam sana.


"Aku hanya menuntaskan sesuatu baby, kenapa belum tidur hmm?"ucapnya bertanya kepadaku.


"Aku menunggumu."jawabku malu-malu


"Ayok tidur aku akan memelukmu"ucapnya.


menaiki ranjang tidur di samping diriku, tanganya ia letakan kebawah untuk bantalku


Lalu menariku merangkul aku hangat.


Begitu romantis lelaki ini, sikap hangat dan lembut serta ketenangan kenyamanan yang selalu ia perioritaskan untukku.


"Ayok tidur aku akan memelukmu sampai lagi"ajaknya tidur.


Aku mengangguk menjawabnya dan memejamkan mata hingga tertidur pulas.

__ADS_1


"Ia sangat lucu cepat sekali tidurnya bahkan pulas, good night baby"ucapnya mencium kepalaku.


__ADS_2