Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 2. Anehnya keluarga mas Ferry.


__ADS_3

Setelah 50 menit akhirnya aku sampai di kostku, yah selama ini aku ngekost dan kakek pun mengijinkan itu, mungkin kakek tak mau mengekang ku.


Selesai aku beberes dan istrahat aku menonton drakor judulnya my serceen. Sambil ngemil dan tiduran, bagaimana tak gemuk badanku hihi


Derrrt


Derrrt


Bunyi hpku dilihat sang penelpon ternyata sang pujaan hati mas Ferry.


"Hallo sayank..."sahutnya


"Ya hallo.."jawabku kesemsem sendiri


"Kamu dimana yank?"tanyanya.


"Oh aku lagi di kost yank, kenapa?"jawab ku bertanya di akhir kalimat.


"Gapapa kok cuman mastiin siapa tau kamu masih di luar masih di tempat kerjamu"sahutnya mas Ferry di seberang.


"Aku udah pulang dari tadi yank, malah cepat jam 3 sorean tadi"ucapku malu-malu.


Yah aku memang bekerja tapi bekerja di restauran cabangnya kakekku aku berjabat sebagai menejer di sana.


Bisa saja klo aku Mau jadi CEO di pusat perusahaan raksasa company Kusumo.


Tapi aku tak mau.


"Ah iyakah kenapa tak kabari aku, agar aku jemput kita makan di luar"sahutnya.


"Maaf yank tadi buru-buru karna aku juga nyampe kost beberes kost"jujurku, yah aku berberes baju-baju yang ku bawa.


"Baiklah, oh yank aku mau minta tolong boleh?"tanya mas Ferry


"Apa yank?"pensaranku.


"Aku mau minjam uang kamu 5 juta yank, mama lagi sakit mau aku bawa cek kondisi tekanan darahnya mungkin karna stress mikirin acara kita yank, kan aku tak punya uang buat acara megah"lirih mah Ferry


Loh pinjam lagi, ini bukan yang pertama mas Ferry pinjam yang lalu pun begini juga. Jika Ku tanya ia akan jawab kita kan akan menikah sayank.


"Apa yank mama kamu sakit?" Tanyaku panik.

__ADS_1


"Iyah yank klo tak percaya besok kesini saja cek kondisi mama"ujarnya.


"Baiklah mas berapa tadi?"tanyaku, toh mas Ferry dan aku akan menikah.


"5 juta yank, klo kamu tambahin buat aku 1 juta jga gapapa"sahutnya terkekeh.


" Oke aku transfer 6 juta yah".


Ku dengar ia girang sekali di seberang sana.


"Besok aku main kerumah mu yah, kebetulan aku libur besok yank"terus terangku.


"Iyakah?, Okelah besok aku jemput yah yank"mas Ferry menawarkan diri, aku jelas bahagia.


"Iyah masku sayank"ucapku malu-malu kucing.


"Sudah dulu yah aku mau liat mama dulu"ucapnya


"Iyah mas salam buat mamamu dan papamu dengan kak Lina"ucapku.


"Iyah yank see you."


"See you to bay"


Beginilah min jika sudah kasmara lupa deh sama segala halnya.


💮💮💮💮💮💮


Pagi ini aku dijemput mas Ferry karna hari ini aku akan main kerumahnya.


Pip pip pip..


"Iyah mas tunggu sebentar aku tutup kost dulu sama ambil tas"teriakku dari dalam kost


"Cepat dikit yah, mama nungguin tuh"ada nada suara ketus ku rasa, tapi biarlah


"Yuk mas aku dah siap"kataku saat sudah di dalam mobil duduk di samping pengemudi.


"Hmm"dehemnya.


Dalam perjalanan kami tak berbicara, karna mas Ferry fokus mengemudi dalam kecepatan tinggi.

__ADS_1


Setelah 30 menit akhirnya sampai dirumah mas Ferry.


"Kemana semua orang mas?"tanyaku pasalnya rumah ini sepi kayak tak ada orang lain.


"Mungkin masih di luar yank, tunggu ajah"jawab mas Ferry acuh.


"Hmm baiklah"


"Aku ke kamar dulu yah"ucap mas Ferry pamit ke kamar, aku mengangguk tanda jawab.


Ceklek pintu rumah utama sudah terbuka terlihat tante Rida menenteng Tate bag yang banyak, dandanannya juga glamor sekali.


'loh bukanya kata mas Ferry mamanya saki, ini kok malah kayak habis shopping sih, apa mas Ferry boong soal pinjam uang tadi malam, ah aku harus positif thinking ajah'batinku.


"Oh Hay sayang, sudah sampai yah?"sapa Tante Rida.


"Iyah nih Tan baru ajah nyampe"sopanku.


Lalu kami cipika-cipiki.


"Loh kok kamu sendiri sayang, mana Ferry?"


Tanyanya celingukan melihat aku sendirian di ruang tamu.


"Di kamar tan baru saja izin ke kamar"jawabku tersenyum kepada Tante Rida.


"Liana, om Ferdi kemana Tan?"tanyaku.


"diluar kapan sayang"jawabnya


"Oh yah nata, terimakasih yah uang yang kami kasih kemarin sayang, kata Ferry kamu loh yang kasih buat Tante shopping"sambungnya sumringah.


"Ah Iyah Tante"sahutku bingung.


'apa Iyah begitu, berarti Tante Rida Ndak sakit dong, nanti saja ku tanya mas ferry.', batinku.


"Nata masak gih buat kita makan siang ini bareng"sahut mas Ferry yang baru turun dari tangga.


"I-iya mas"jawabku terpaksa, pasalnya aku ini tamu kok di suruh masak.


"Itung-itung belajar jadi mantu yah sayang"ikut Tante Rida menimpali.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum kecut saja.


Lalu berjalan ke arah dapur, selalu saja begini, datang kesini di suruh masak terus.


__ADS_2