Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 15.wanita pertama yang bertahta.


__ADS_3

POV.Jordan Harison.


Saat aku melihat nata datang dia sangat cantik saat mata lentiknya mengerjap ah sangat indah.


Dulu wanita ini sangat gemuk sekarang sangat langsing dan body kalah gitar spanyol.


Apalagi saat ia cemburu sangat lucu, dia mengelak tak cemberut tapi ia bertindak selayaknya orang cemburu, apa tadi ia bilang Isti haha aku memang kaget tapi hatiku sudah bedebar campur dengan girang karna bahagia dia secara tak langsung mengaku istriku.


💮💮💮💮💮


Malam ini aku tidur dirumahnya ah aku tak mau membuang kesempatan untuk memeluknya layaknya guling hehe.


Setelah berganti dan membersihkan aku keluar pandangan ini tertuju pada wanita yang aku cintai sedang tidur dengan wajah teduh dan polosnya.


"Aku ditinggal tidur olehnya"gumamku menuju ranjang dan berbaring disampingnya.


Aku mengkat kepalanya menjadikan lenganku bantalnya lalu ku rengkuh ia menutup badan kami dengan selimut.


"Natallya kamu wanita pertama yang bertahta di hati ini, bahkan bersama Laras dulu aku tak merasa debaran hati, lain dengan dirimu"gumamku mencium pipinya.


"Good night baby"bisikku ditelinganya.


Akupun ikut menyusulnya kealam mimpi untuk ikut berdayung di alam bawah sadarnya.


💮💮💮💮💮💮


Pagi harinya aku terbangun tak menemukan Natallya akupun mencium aroma masakan mengunggah selera ini, akupun bangun dan mencuci wajah.


Saat aku turun melihat nata sedang masak


'Pantas saja bau masakan enak rupanya ia masak tak salah aku memilih dia lebih dari apapun sangat sempurna.'batinku.


Aku memeluk nata dari belakan ada lonjakan kaget yang ia rasakan.


"Hmm harum sekali baby, kamu membutuhkan bangun dengan mencium masakanmu"ucapnku berbisik di samping tengkuknya daguku aku sandarkan di pundaknya dengan berjongkok sedikit, kanra Natallya pendek tapi gemoy hehe.


"Mas kamu mengagetkanku, jangan memeluk aku syang bagaimana aku bisa masak."ucapnya kesal padaku.


"Biar begini Baby aku sangat mendambakan ini sejak dulu, belum jadi istri saja kamu sudah selayaknya istri beneran, aku jadi tak sabar untuk pergi melamarmu depan kakekmu"ucapnku kekeh tak mau melepaskan pelukanku aku malah mendusel-duselkan wajahku ke ceruk lehernya karna wanginya yang harum seperti bayi, karna ia memakai bedak bayi dan minya telon.


"Huffff bagaimana bisa aku masak nanti malah gosong"uconya sebal, ia sangat kesal padaku haha sangat lucu.


Akupun berfikir untuk menggodanya lagi, rasanya akan jadi kebiasaan bagiku mengganggu wanita ini.

__ADS_1


"Biar saja tak usah masak kita pergi buat anak saja untuk stok nanti saat sudah jadi pasutri"ucapku jenaka, jelas aku becanda dan itu sukses membuat ku mendapatkan imbalan.


"AW awwww kenapa perutku dicubit baby?"tanyaku meringis merasa sakit seperti gigitan nyamuk, walau aku bisa menahannya.


"Habis kamu mau bikin anak aku belum sah jadi istrimu"ucapnya ketus ia merajuk dan memayungkan bibirnya ah sangat manis.


Akupun membalikan badannya dan mencium bibirnya, saat kami saling tatap ada bau gosong tercium di Indra penciuman kami.


"Astagah masakanku gosong mas ini gara-gara kamu sih"ucap nata buru-buru mematikan kompornya, lalu menatapku tajam seperti musuh.


Aku merenges mendapat tatap tajam dari wanita yang kucintai, niat mengoda dan bercanda malah mendapat tatapan permusuhan.


Naseb-naseb sial dah aku pasti gak akan bisa manja lagi.ucapku dalam hati.


"Maaf syang aku tak sengaja"ucapku menaru tangan ku di kedua daun telinga ku seperti bocah yang kenak marah emaknya dan meminta maaf memegang anting daun telinga.


"Hah untung yang gosong ayam yang baru sekali di goreng."ucapnya menarik nafas, ia ingin marah padaku tapi di tahanya hehe makin sayang deh.


"Ya sudah goreng lagi baby,aku akan menunggu di pantri mini bar ini"ucapku Tampa dosa hehe aku tak mau menggodanya lagi.


"Hmm"gumamnya pasti ia kesal.


Setelah menggoreng ayam ia mencicipi supaya.


"Boleh mas, aku setuju"ucapnya Tampa menoleh.


"Baby"panggilku lagi.


"Ya ada apa mas"ia menjawab sambil fokus membalikan ayam yang ia goreng.


"Tau gak bedanya kamu sama kopi?"tanyaku konyol huh dasarnya emang gak bisa romantis.


Seketika ia berhenti sebentar dan berfikir dan balik kearaku membawa ayam goreng di tangannya.


"Gula terbuat dari tebu, sedangkan aku manusia."jawabnya dengan polosnya.


Aku tersenyum ia menatapku aneh.


"Bukan baby"tukasku langsung membuat ia kebingungan.


"Lalu apa mas?"tanya nata penasaran.


"Gula memang manis tapi tak bisa menandingi manismu baby"ucapku dan seketika membuatnya Malu pipinya bersemu merah merasa malu dengan ucapanku.

__ADS_1


"Mas kamu jangan gombal"ucapnya salah tingkah.


"Bukan gombal baby tapi kenyataan sayang"ucapku lalu dengan sigap membantunya menyiapkan sarapan kami.


"Ternya bukan harum saja yang enak, tapi rasanya tak kalah enak, bisa-bisa aku betah dirumah nanti"ucapku yang membuat nata tersenyum senang.


Aku tak memuji, memang kenyataannya masakan nata enak, tapi heran saja lelaki bernama ferry itu membuang wanita sempurna seperti Nata ini.


"Mas bisa ajah, jika enak makanlah yang banyak."ucapnya dengan tersenyum lembut penuh keibuan.


"Tentu, apalagi calon istriku ini memanjakan lidah dan perutku"jawabku cepat, dengan melahap makananku.


"Kalau begitu aku akan masakan lagi", ucapnya dengan nada nakal.


"Ja-ngan na-nti pe-rutku tak ku-at na-mpung."ucapku terbata karna mulut penuh makanan.


"Makan dulu mas baru jawab"nasehatnya.


Baru kali ini aku dimanja bahkan aku dilayani seperti suami, ah di depanku ada sebuah susu 1 gelas aku seperti dimanjakan oleh nata.dia mirip sekali dengan momyyku, yang memanjakan aku seperti bocah umur 6 tahun.


"Hahaha"nata tertawa terbahak-bahak.melihatku entah apa yang ia tertawakan, aku heran dengan tawanya.


"Kenapa baby?"tanyaku berhenti makan dan memandangnya heran.


"Hupsss sekitar bibirmu penuh dengan nasi"ucapnya menahan tawanya.


Buru-buru aku mengapai bibirku dan benar saja banyak nasi yang melekat karna Sakin lahapnya aku makan.


"Jangan tertawa baby"ucapku menatapnya tajam, aku bukan marah lebih tepatnya aku malu dengan tingkahku.


💮💮💮💮💮💮


Esok harinya kami berada di Indonesia dan sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Kusumo kakek Natallya.


"Sayang kenapa diam saja?"tanya nata padaku.


"Tak apa, nata jika kakekmu tak setuju kita menikah dan menolak ku, apa kamu tak meninggalkan aku?"tanyaku, jelas ada rasa khawatir aku takut tak bisa menggapai wanita yang bertahta di hati ini. Walaupun aku memiliki segalanya.


"Tenangkan dirimu mas, kakek pasti menerima mu, kamu lelaki baik dan tak mungkin ditolak"ucapnya meyakinkan tersenyum lembut padaku.


"Baiklah Baby aku akan berjuang"ucapku mantap


"Berjuang apa sayang bertemu saja belum"jawab nata mengejek ku.

__ADS_1


"Liat saja nanti aku akan memenangkan hati kakekmu bukan seperti mantanmu yang bodoh itu"cibirku pada wanita yang aku cintai ini.


__ADS_2