
Dua hari berlalu dan aku dapat undangan lewat kantor yang tempat aku bekerja yah kantor yang milik kakekku, aku menjabat menejer disana, dan mas Ferry mengira aku benar menejer saja.
Anak buah kakek mengantarkan kerumah yang tepat sekali akulah yang menerimanya.
"Apa itu baby?"tanya mas Jordan berjalan menuju aku yang berdiri depan pintu utama..
"Apa lagi undangan pernikahan mantanku dan mantanmu"jawabku memberikan undangan itu, aku terkekeh geli dari di sia-siakan orang kami bersatu.
"Hah mereka serasi Baby entah bagaimana reaksinya nanti melihat mu"ucap mas Jordan .
"Yang jelas Meraka akan pangling meliaht nata"sahut kakek yang baru saja ikut menyusul kami.
"Tentu saja kek, calon istriku ini sempurnanya melebihi bidadari surga"bukan aku yang menjawab tapi mas Jordan lah ia menyahuti ucapan kakek dengan kekehnya.
"Cucuku memang sempurna, hanya lelaki bodoh itu yang merusaknya"ucap kakek sedih dengan mata menerawang.
"Kakek tenang saja aku yang akan menjadi sandaran nata yang menjadi pelindung beserta lelaki satu-satunya menjadi miliknya dan ia milikku"jawab mas Jordan yang berjalan merangkul kakek.
Aku hanya diam tertegun campur senyum bahagia.
'ya tuhan aku hanya ingin mencintai orang yang benar-benar mencintaiku...
Yang takut kehilanganku seperti aku takut kehilangannya...
Aku percaya orang yang tulus menyayangi ku..tidak akan menyakitiku...'batinku berdo,a mengharapkan kebagiaanku yang ini tak akan berakhir sama denga dahulunya.
"Aku senang kamu menjaga cucuku nak, kakek mohon jika kamu tak mencintainya maka antarkan ia kembali padaku, dia lebih dari harta yang kakek punya, hanya nata kakek miliku sejak orang tuanya meninggal."ucap kakek tulus agar aku tak di sia-siakan lelaki yang menjadi bagian hidup baruku.
"Jangan bergitu kek, biar bagaimanapun aku tak akan menyakiti nata karna ia adalah sesuatu yang memiliki arti tersendiri didalam sini"ucap mas Jordan menunjuk dadanya sendiri
'hihi sejak kapan lelaki ini berbicara panjang' batinku tertawa geli.
"Sudah-sudah akubtak mau bersedih dalam lembaran baruku ini"selaku menengahi agar tak berlarut dalam kesehan mendalam.
"Hah cucuku ini sudah cinta mati padamu"delik kakek kearah ku dan mas jordan.
__ADS_1
"Biarkan saja itu yang aku mau agar dia terus menempel padaku"cibir mas Jordan.
Aku hanya geleng-geleng kepala heran dengan duo lelaki beda generasi ini, baru saja Meraka akrap sekarang harus saling menyindir lagi.
"Aku kira hanya wanita yang ribet ternyata laki-laki juga, apa secepat ini perubahan sikap mereka"gumamku terheran heran masih menyaksikan perdebatan duo lelaki yang aku sayangi ini.
💮💮💮💮💮
Di sini Ferry sedang berada di kantor tempat kerja Natallya tepatnya di parkiran ia ingin menghina nata dengan menunggunya sayangnya wanita yang ia tunggu tak muncul-muncul hingga akhirnya ia kesal sendiri dan pulang dengan wajah kesal.
"Habis dari mana kamu Ferry?"tanya mama Rida yang sedang duduk santai diruang tengah bersama putrinya Liana.
"Habis kasih undangan buat nata"jawab Ferry singkat.
"Oh yah, apa kamu bertemu dengan dia, bagaimana dengan badanya apa masih Segede gajah?"tanya mama Rida yang tertarik dengan topik itu.
Yah memang perempuan jika soal menghina dan nyiyir pasti antusias apalagi bergosip.
"Ia tak ada di kantornya, seharian aku menunggu, dan undangan itu aku berikan pada salah satu staf yang dekat dengannya dahulu."jawab Ferry menghempaskan bokongnya di sofa dekat Liana yang acuh dengan pembahasan Kakak dan mamanya ia fokus pada ponselnya.
"Kemana perginya wanita bodoh itu, suda hampir 6 bulan ia tak ada, kalo begini, mama tak bisa mamakinya"ucap mama Rida dongkol dengan kenyataannya, ia membayangkan akan mencercar manghina Natallya.
"Haisss orang ingin bersenang-senang, kenapa kamu sendirian mana Laras?"tanya mama Rida kesal pada anak lelakinya itu.
"Ia ke salon katanya ini mau aku hubungi ma"jawab Ferry menelpon Laras.
"Loh. Kok gak tanya mama, mama kan juga mau perawatan kesalon"ucap mama Rida dongkol lagi yang dibuat kesal.
Ferry memiliki menacuhkan mamanya jika tidak tak akan selesai pembahasan mereka, ia lalu menelpon sang tunangan.
"Halo" sapa Ferry.
"Ya Halo syang"jawab Laras disebrang saat panggilan terhubung.
"Kamu dimana sayang?"tanya Ferry yang duduk bersila kaki, padahal ada mamanya tak ada etika memang.
__ADS_1
"Aku sedang didepan rumahmu ini, baru sampai, tadi habis dari salon sayang"jawabnya manja seperti biasa wanita ini akan genit.
"Oh yah aku kira kemana ya sudah masuk saja aku sedang menunggu mu"ucap Ferry yang melirik mamanya yang memandang penuh tanya pada anak sulungnya.
Klikk sambungan telepon dilutus secara sepihak oleh Ferry sehabis berbicara menyuruh sang tunangan masuk.
"Ada apa?, Apa Laras kemana?"tanya mama Rida kepo memberondong anaknya dengan banyak bertanya.
"Laras ada di depan jadi mama jangan banyak tanya, nanti aku malu"jawab Ferry menekan pada mamanya.
"Is anak durhaka"maki mama Rida kesal.
"Hallo Tante, mas"sapa Laras yang baru datang, ia celingukan mencari sesuatu.
"Hallo sayang baru datang, kata Ferry kamu dari salon yah?"tanya mama Rida menampilkan raut sumringah dari wajah kesal dengan wajah sumringah, ia melihat banyak taterbag yang dibawa calon menantunya.
"Iyah ma, habis dari salon aku tadi mampir mall sama toko kue, oh yah ini ada baju sama kue cake dessert untuk mama"ucapnya tersenyum manis kearah camernya.
"Wahh terimakasih sayang kamu memang menantu mama"ucap mama ridah sumringah menerima taterbag itu.
"Aku kak ada gak?"sahut Liana, akhirnya gadis itu bersuara setelah sekian lama berdiam acuh memainkan ponsel, itupun ia bersuara menanyakan ada barang untuknya atau tidak, memang matre keturunan mamanya buah tak jatuh jauh dari pohonnya.
Laras memaksakan senyum manisnya, ia sangat jengah dengan kelakuan camer dan cadir nya itu.
"Ada dong ini aku beliin tas buat kamu ini branded loh limited edition, sama kayak tas mama yang sepasang sama baju"jawab Laras padahal baju dan tas itu ia beli di temannya semua itu kawe.
'dasar kampungan barang saja gak tau beda yang mana asli dan mana palsu'batin Laras tersenyum sinis tapi tak ada yang melihatnya.
Ferry diam tersenyum bahagia karna calon istrinya baik kepada keluarganya.
'tak salah aku pilih Laras selain cantik dan memuaskan aku dalam ranjang, ia juga penyayang pada keluarga'batin Ferry tersenyum bahagia.
"Duhhh repot-repot sekali calon menatu mama ini, mama jadi makin sayang"ucap mama Rida.
'senangnya punya calon mantu, yang sangat royal begini ah aku jadi tak sia-sia membuang menantu seperti Natallya"batin mama Rida tersenyum sumringah.
__ADS_1
'untung punya kakak ipar baru bisa di peras nih'batin Liana tersenyum menyeringai
Yah satu keluarga ini memang toxic, Meraka tak tau saja jika Laras adalah ular kobra yang mereka perlihara.