Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part.5. Sekeluarga memang benalu.


__ADS_3

Masih terasa sakit, seburuk itukah aku, aku memang tak cantik tapi akulah yang membiayai mereka.


"Haha syukurin kamu durhaka sih"mama mengejekku.


" Hihi Iyah mama yah, dasar kakak ipar gajah,ups MANTAN KAKAK IPAR"mereka semua tertawa sinis ke arahku.


"Pergi kamu dari sini jangan harap membawa apa-apa kecuali bajumu silahkan kemas bajumu."ucap mas Ferry menunjukku dengan tangan.


"Dasar anak tidak jelas miskin, gak bisa kasih anak lagi"hinaan mama mertuaku.


"Cih kamu fikir kamu perempuan cantik yang harus aku pertahankan"mas Ferry masih menghina ku dengan berdecak.


"Jangan memandangku rendah mas"ucapku pelan.


"Kamu memang rendahan nata"sahut mama mertuaku.


"Mungkin dia dulu pelacur ma"Liana ikut nimbrung.


"Kalian fikir uang yang kalian makan dari siapa selama ini?"aku bertanya memandang sinis mereka satu persatu.


"Darimu lah, tapi sekarang kami membuang mu, padahal sayang masih bisa kami peras, tapi aku sudah punya calon menantu yang jauh lebih kaya dan cantik"sahut mama mertuaku pongah.


"Kalian memang muka tembok tak tau malu" hardikku.


"Hey pergi kemasi barang mu tak usah banyak omong dasar gajah"hina mas Ferry, liat saja mas kamu akan tau akibatnya membuang ku.


Aku berjalan mengambil bajuku dan semua barang pentingku, dari emas dan jelas dompet ku yang berisi kartu Tampa limit itu ku simpan dibawah rahasia koperku agar mereka tak melihat jika nanti mereka mengotak Atik barangku.


Dalam tas selempang ku bawa ponsel jadul yang ku pakai selama ini ponsel ku yang asli ku sembunyikan di Tangsel koperku yang tak di tau, mereka tak tau saja koper ku itu mahal dan canggih.


"Sini kami periksa dulu nanti kakak membawa barang-barang berharga kak Ferry."sahut Liana menarik paksa koperku dan tas selempangku.


"Betul juga apa kata kamu Liana"lalu mama mertuaku pun ikut menarik.

__ADS_1


"Tak ada ku bawa apa-apa, aku tak Sudi mengambil hak orang"sahutku ketus dan sinis kearahku mereka sekalian aku menyindir.


"Kamu fikir kami percaya"lalu mas Ferry mengambil dan mencari apa yang mereka cari dalam koperku, mereka beradu pandangan.


"Ternyata kamu jujur juga nata, dan kemasi baju gajah mu bawalah pergi"ujar mas Ferry.


'haha tak akan bisa kamu melihat barang berharga itu mas, karna aku jauh lebih pintar dari mu.'batinku tertawa akan kebodohan mereka.


"Heh dengar tidak menantu buruk rupa, dasar bodoh"maki mama mertua.


"Semoga kalian bahagia, Sekeluarga memang benalu."sahutku sinis.


"Jangan sombong kamu nata, kamu akan jadi gembel, dan tunggu surat cerai dari pengadilan aku sendiri yang akan memberikannya."teriak mas Ferry meneriaki diriku yang berjalan keluar.


"Tenang saja mas bahagia kah dulu di atas penderitaanku dan segala luka ini"gumamku tersenyum kecut.


Akupun menaiki mobil driver online menuju kontrakan ku.


Ternyata sudah ada mobil kakek di depan rumah kontrakan itu, yah aku menghubungi kakekku di dalam mobil tadi.


"Maafkan nata kek, ayok bicara di dalam, nata juga ingin bercerita dan memiliki misi balas dendam."jawabku memeluk kakek setelah ku Salim tangannya.


Kamipun duduk di dalam ruang tamu yang memiliki sofa kayu kecil itu.


"Apa yang terjadi nata, sehingga meminta kakek datang kesini malam-malam begini?" Aku takut kakek mulai bertanya.


Aku menghela nafas panjang, dan bercerita semua tentang kejadian dari 1 tahun awal menika sampai kejadian tadi.


"Mereke sangat keterlaluan berani sekali menghina cucu Kusumo."rahang kakek menegas amarahnya meluap-luap.


"Kek tenangkan diri kakek, nata punya rencana."aku menenangkan kakek agar tak emosi.


"Apa rencanamu?" Tanya kakek dengan alis bertautan tanda ia bingung.

__ADS_1


"Aku akan mengurus Kusumo company kek, aku akan mengurus semua bisnis kita, dan sebelum itu aku akan mengurus anak cabang perusahaan kita yang di tempati mas Ferry, soal perusahaan Ferdinand mantan mertuaku aku yang urus, setelah surat cerai turun dan status ku sah jadi janda, aku akan pergi memperbaiki fisik ku selama 1 tahun di Texsa."ucapku menggebu-gebu, tak sabar bermain mas.


Kakek menghela nafas panjang.


"Baiklah kakek juga sudah sangant geram pada mereka, kamu sudah jadi Putri di rumah utama, mereka memperlakukan mu seperti babu cucuku."sahut kakek dengan suara normal, sudah tak marah lagi.


"Baiklah kakek bisa pulang 1 Minggu lagi aku akan ke rumah utama untuk pindah menghindari keluarga benalu itu, yang langkah awal aku akan menunggu surat cerai, tentu saja dengan harta Gono gini"jawab ku tersenyum kecil


"Kamu memang cucuku sayang"sahut kakek.


"Kakek pulang dulu kamu jangan lupa jaga diri"lanjutnya. Lalu berdiri berjalan keluar aku mengikuti dari belakang.


"Iyah kek hati-hatilah jaga kesehatan, nata tak akan menangisi lelaki itu"sahutku.


"Ya sepantasnya begitu air matamu berharga cucuku"kakek mengusap pucuk kepalaku dengan sayang.


Kakek lalu menaiki mobil pribadi miliknya di kursi penumpang, kakek memang ta membawa sendiri karna kakek menghindari kecelakaan maklum sudah langsia, Alhasil ditemani supir pribadi.


Mobil kakek menghilang dibalik gang, aku masuk kedalam membersihkan diriku, yah walau badanku gemuk tapi badanku putih tak lecet sedikitpun.


Aku mengambil ponsel pribadiku yang Ki sembunyikan.


"Hallo nona natallya."sahutnya disebrang sana.


"Ya hallo Levis"


"Ada apa nona menelpon saya malam-malam?"tanyanya.


"kamu cari informasi tentang 1 keluarga Ferdinand dan Larasati jika tak keberatan dengan keluarganya juga."to the point ku.


"Baik nona 2 hari saya akan memberikannya pada anda"sahut Levis.


"Oke"aku mematikan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


"Liat saja mas sakit hati ini sangat besar kau buat, bahkan harta Gono gini untukku sebesar kekayaan keluarga mu"gumamku sendiri.


"Aku harus menghacker data perusahaan mantan papa mertua Ku itu, tak ada waktu sekarang, semua datanya harus ku amankan, liat saja kalian"gumamku tersenyum devil.


__ADS_2