Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part. 9. bye Indonesia wait for me 1 year later.


__ADS_3

#sampai jumpa Indonesia tunggu aku 1 tahun kemudian.#


Sesegera mungkin aku mengemasi baju-bajuku di kontrakan ini aku akan memperbaiki fisikku di Texas agar tak ada yang tau ataupun curiga, tunggu aku akan membalas penderitaanku selama 1 tahun, nikmatilah hidup senang kalian selama 1 tahun bencana akan datang di 1 tahun kedepannya.


Di bulan Desember 2022 ini aku akan pergi untuk merawat diriku, sudah lama rasanya tak terfikir diriku dulu yang mengira bahwa masih ada lelaki yang menerima apa adanya itu bullshit.


Akupun menghubungi kakekku untuk mengantarku sampai Bandara internasional Soekarno Hatta.


"Hallo kakek"sapaku awalnya.


"Hallo cucuku sayang, bagaimana apa sudah ada kabar baik?"tanya kakek to the point.


"Aku sudah resmi berpisah dengan lelaki pengecut itu kek, sekarang aku akan menuju bandara, apakah kakek tak mengantarku?"aku menjawab pertanyaan kakek dan berhati-hati menyakan apa kakek mau mengantarku pergi, karna tinggal kakek lah keluargaku.


"Tentu cucuku, kakek akan menyusul mu kita bertemu di Bandara, ingat harus kuat kamu adalah pewaris utama Kusumo company."ucap kakek menegaskan aku agar aku tak lemah.


"Tenang saja kek, sudah dulu yah aku akan naik mobil travel hehe"ucapku tekekeh karna seumur hidup baru kali ini naik travel.


"Uh kasihan sekali cucuku ini, ya sudah kamu lanjutlah kakek juga akan bersiap"ucapnya prihatin dengan kondisi diriku.


"Yah kek Samapi ketemu di sana"jawabku mematikan telepon.


"Mommy Daddy maafkan anakmu ini yang membangkang terhadap kakek, Sekaran aku baru menyesal, benar kata pepatah biarlah nasi sudah menjadi bubur, ini ku tabu akupula yang menuai."gumamku lirih.


Sekarang dalam perjalanan aku perhatikan jalanan dan kota ini yang padat, masih lama lagi aku akan melihat kota ini.


Sesampainya aku ternyata kakek sudah sampai dan berdiri dengan bodyguard 4 orang 1 asisten pribadi bernama Juna.


Kakek tersenyum menyambutku.


"Penerbangan apa kamu ambil nata, apa untuk kelas 1?".tanya kakek.

__ADS_1


"Kelas 2 kek kelas ekonomi"jawabku cengengesan.


Kakek menghela nafas panjang.


"Mengapa tak pakai pesawat pribadi kita saja, kau ini selalu memilih yang sederhana."ucap kakek mengomeli ku sepanjang jalan Hinga aku sampai tempat check-in tiket.


"Tak apa kek, selama aku pergi kakek jaga diri agar kakek bisa lihat diriku yang memimpin perusahaan utama nanti"ucapku merayu kakekku agar ta menggerutu terus.


"Hah baiklah yang terpenting kau sadar diri jika kau telah membuang tanggung jawab yang daddymu tinggalkan itu kepada kakek,kakek ini sudah tua, bahkan Juna sudah umur 35 ini harus menunda menikah karna mu yang sering menhindari tanggung jawab ini."ucap kakek mengomeli ku, sempat juga menyindir kak Juna yang tadi tertunduk Sekarang membuatkan bola matanya.


"Maaf tuan, saya hanya ingin menemani anda agar tanggung jawab saya tak saya lalaikan"sanggah kak Juna tegas.


"Kau ini membantahku saja sama persis dengan kau Natallya, kakek di penuhi cucu durhaka, kau tak usah formal begitu Juna"ucap kakek jengkel terhadapku dan kak Juna, aku tertawa kecil melihat kak Juna kenak imbas juga.


"Lihatlah nata gara-gara kamu nikah sama tuh lelaki penjahat kelamin, sejak saat itu akulah yang jadi umpannya"ucapnya kak Juna cemberut terhadapku.


"Salah sendiri kak siapa suruh betah dengan kakek"sahutku pura-pura acuh padahal aku sudah tak kuat menahan untuk tidak tertawa.


"Ya mau bagaimana lagi jika bukan aku kakek tak akan hidup"ucap kak Juna keceplosan, hingga kakek membelalakkan matanya.


"awsss sakit kek"ringis kak Juna merenges disemprot dan di pukul.


Hahahaha haha


Aku tertawa terbahak-bahak hingga banyak pasang mata yang melihat kearahku kakek tekekeh kecil kak Juna cemberut memayungkan bibirnya beberapa senti.


Pemberi Tahuan penerbangan ke Amerika pun terdengar aku mengatur nafasku agar tak tertawa lagi.


"Kek aku pergi dulu maafkan nata yang tak menurut ini, dan kak Juna jaga kakekku baik-baik aku akan kembali tahun depan"ucapku pada kedua lelaki beda umur dan generasi ini.


"Yah hati-hatilah di negara sana kakek akan menyambut mu tahun depan"ucap kakek memelukku dan mengelus punggungku.

__ADS_1


"Aku akan menjaga kakek, karna kakek juga kakek ku"jawab kak Juna dengan lembut mengelus pucuk kepalaku.


Ya kak Juna sebatang kara, dia di temukan kakek di pinggir jalan sedang memunguti sisa makanan akhirnya kakek mengadopsi dan menyekolahkan kak Juna hingga sarjana, kak Juna mengabdi pada keluargaku dan disuruh mengurus perusahaan kedua tapi ia tak mau, katanya


'aku tidak mau kek aku tak mau banyak merepotkan dan menjadi banyak utang Budi orang akan mengira aku memanfaatkan kebaikan kalian semua, aku akan jadi asisten pribadi kakek menjaga kalian dari orang sebagai tanda bakti ku.'ucapnya kala itu.


Aku melepaskan pelukan itu dan berjalan menuju check-in tiket, kulihat kearah kakek berdiri dan kak Juna, mereka memandangku sedih.


"bye Indonesia wait for me 1 year later."


gumamku lirih.aku lanjut berjalan melambaikan tanganku pada kakek dan menghilang di balik pintu menuju ke pesawat.


Aku duduk di kelas 2 untuk ekonomis, dan daoat di kursi 4B dekat dengan jendela.


"Permisi nona apa bisa tas nona dipangku atau di simpan dibagasi tempat penyimpanan barang?"tanya suara bariton yang tak ku kenal.


Aku mendongak melihat siapa yang berbicara seorang lelaki dengan rahang tegas hidung mancung dan mata biru setajam mata elang.


"Ah Iyah maaf tuan saya kira tak ada yang menempati karna pesawat hampir deadline."jawabku canggung tak enak hati.


"Ya tak masalah"jawabnya singkat dingin sekali.


"Apa anda menuju ke Amerika juga?"pertanyaan konyol itu lolos dari mulutku.


Lelaki itu mengalihkan pandangannya dan melihat kiri kanan lalu kembali melihatku.


"Apa nona berbicara dengan saya?"tanyanya lagi.


Aku mengangguk ragu.


"Yah jelas saya menuju Amerika karna penerbangan pesawat ini menuju kesana"jawabnya Tampa menoleh.

__ADS_1


'Dilihat-lihat ia lelaki yang kaya tapi mengapa naik kelas ekonomis.'pikirku dalam hati.


Dalam perjalanan aku hanya diam tak berbicara, takut aku bertanya hal konyol pada lelaki sebangku pesawat ku ini.


__ADS_2