
Hari pernikahan Ferry dan Laras pun tiba, selama 2 hari aku melakukan perawatan agar tampil maksimal di acara pernikahan mantan.
"Kamu akan menyesal mas aku melakukan ini bukan semata-mata untuk menjeratmu lagi, tapi membalasmu"gumamku.
Ya walaupun aku merasa nyaman dan hati ini sudah terisi mas Jordan, tetap saja hati ini masih ragu aku memberikan kesempatan agar cintanya berkembang seutuhnya dalam hati ini.
Dan nama mas Ferry sama sekali sudah tak ada dalam hati dan hanya menyisakan luka dan balasan untuknya.
"Bagaimana baby apa sudah siap?"tanya mas Jordan datang menemui diriku yang sedang bercermin.
Aku membalikan badan dan ia menatapku Tampa berkedip dan dari mata lengsa biru itu ia melihat seperti terpikat dan terpesona.
Aku tersenyum melihatnya seperti patung saja dan tak berkedip dan mulut menganga, astagah lelaki ini sangat beda dengan lelaki kulkas freezer ku.
"Apa sudah puas menatapku Daddy?"tanyaku menyindirnya dengan tawa geli dengan tampan polosnya.
"Eh ah itu apa sudah siap?"bukannya menjawabku dia malah bertanya dengan tingah kaku-kikunya.
"Seperti yang kamu lihat Daddy"cibirku terkekeh dengan pertanyaan konyol yang ia beri.
"Ah aku tak melihatnya baby, aku melihat kamu yang sama tapi fersi lain, kamu sangat mempesona hingga aku tak bisa pangling"jawabnya dengan sedikit gombalan.
Brakkk
Brakkk
Brakk.
"Hey kalian sedang apa, cepat keluarlah apa belum selesai juga"ucap seseorang menggedor-gedor pintu.
"Sial kakek mu selalu merusak suasana romantis baby"ucap mas Jordan kesal, tapi ia tak lama-lama membukakan pintunya.
"Hey apa harus aku robohkan pintu kamar kenapa lama sekali pasti kau mencari kesempatan dalam kesempitan yah"semprot kakek.
"Sabar kek apa harus menganggu kami akan tetap turun kebawah"jawab mas Jordan kesal.
__ADS_1
Kak Juna hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kakek dan mas Jordan yang tak akur ini, seperti Tom&Jerry.
Aku hanya terkekeh geli bagaimana tidak dua orang ini sangat menghibur.
"Hah baru saja ingin modus sudah di ganggu"gumam mas Jordan.
"Apa kamu bilang?, Kamu bilang aku penganggu"tanya kakek dan memukul pantat mas Jordan dengan tongkatnya.
"Awwws tidak aku hanya bilang kakek sangat pengertian, aku dan nata akan menghadiri acara nikahan mantan cucumu yang bodoh itu"tukas mas Jordan cepat dan langsung berlari turun.
"Hey aku mendengar katamu tadi mengelak saja, yang menikah juga mantanmu"teriak kakek meneriaki mas Jordan yang hilang dari pintu.
"Sudahlah kek apa kakek akan marah-marah terus begini"ucap kak Juna dengan Suara menenangkan.
"Hah apa kamu, bukannya mencari wanita untuk dinikahi malah menempel denganku terus menerus"kak Juna yang bertujuan menenangkan malah kenak imbas dan semprotan kakek.
Aku hany bisa menahan tawa agar tak membuat kak Juna dongkol.
"Hah tak penting punya istri"jawab kak Juna.
"Sekarang kau bilang begitu, jika ada wanita nanti yang masuk ke hatimu, mungkin kamu seperti orang stress"ucap kakek mendelik.
"Kamu sangat cantik seperti ibumu cucuku, semoga tuhan melindungimu, kakek senang lelaki kulkas freezer itu ada di sisimu"ucap kakek lembut mengelus pucuk kepalaku dengan sayang.
"Huh liatlah nata, kakek berbicara lembut padamu, padaku selalu teriak-teriak."adu kak Juna padaku.
Akupun tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah memelas lelaki dewasa itu.
"Siapa suruh tak menikah, kan kenak semprot, jika sudah ada istri ia yang akan membela mu"jawabku tertawa mengejeknya.
"Yaya aku hanya tak mau salah memilih, toh jika aku menikah aku tak tinggal disini lagi"ucap kak Juna.
"Heh siapa bilang, kamu dan istrimu akan disini menemaniku, tak boleh pergi jauh"sela kakek ikut berbicara.
"Nah dengar sendiri kan, kakek tak mau kakak pergi maka disini kah, karna kakek sudah menganggap dirimu cucu kandung, kau seperti Abang bagiku, kita ini keluarga."sahutku menegaskan kata keluarga.
__ADS_1
Terlihat mata kak Juna berembun, ia lalu memeluk ku dan kakek, yah ia sejak kecil melindungi diriku dari apapun.
"Terimakasih kalian menjadi keluargaku, aku sangat terharu dengan semua ini"ucap kak Juna memeluk kami.
"Hah sudahlah, aku sesak nafas kau peluk badanmu saja besar masa seperti perempuan cengeng."ucap kakek yang merusak suasana haru, kakek ini memang paling anti soal beginian bukan tak sayang tapi ia tak tau cara berekspresi.
Lalu kami turun bersama.
"Katanya jangan lama-lama ini kakek yang lama"ucap mas Jordan memulai berargumen dengan kakek.
"Terserah ku aku kakeknya"jawab kakek acuh.
"Baiklah aku ngalah"jawab mas Jordan lalu menatapku. "Ayok sayang kita berangkat, kita buat mantan suamimu itu menyesal sampai akar malunya ilang"lanjutnya dan di anggukkan olehku.
"Hati-hati modus cucuku"ucap kakek tersenyum mengejek mas Jordan.
"Iyah buaya"sahut kak Juna lagi.
Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka, aku dan mas Jordan pergi keacara itu berbekal rasa percaya diri aku mulai bangkit.
Dalam perjalanan aku memikirkan banyak hal, apa langkah awal ku membuat keluaga toxic itu jera.
"Baby jangan melamun, ingat apa tujuanmu, aku akan bantu kamu, apa kamu lupa aku mantan Laras."ucap mas Jordan mengingatkan, aku merasa gugup untung saja mas Jordan memberikan penanang.
"Tenang saja mas, aku tak merasa gugup atau takut, aku hanya memikirkan caraku awalnya nanti"jawabku cepat sebelum mas Jordan berfikiran buruk.
"Ada aku, kamu hanya perlu percaya diri, usahakan terlihat anggun dan memikat lelaki bodoh itu agar ia menyesal nantinya"ucap mas Jordan lagi.
"Yah Daddy, aku sangat tenang saat begini kamulah penenang ku"jawabku memeluk mesra lengannya.
Tak lama kami sampai depan hotel, terlihat ballroom hotel ini dihias semegah mungkin berbeda pernikahan ku dulu.
"Rupanya ia punya uang juga untuk menyewa tempat ini, dan acara pernikahan megahnya"ucap mas Jordan.
"Apa kamu siap baby?"tanya mas Jordan.
__ADS_1
Belum sempat aku menjawab ada mobil pengantin yang datang dan sedang berhenti berhadapan dengan mobil yang kami tumpangi.
Yah turunlah mas Ferry sekian lama kami tak bertemu dia terlihat bahagia, di susul Laras, dengan di sambut bridmed.