
POV. Papa Ferdinand.
'yang penting bukan uangku yang digunakan, mending aku gunakan buat jajan di luar uangku, tapi kenapa nama perempuan itu mirip dengan nama sugar babyku?, Ah sudahlah mungkin orang lain.'batin papa Ferdi tersenyum menyeringai.
Aku ketar ketir sejak istriku menyebut nama Larasati, pasalnya dia ku kenal apa mungkin dia orang yang sama, Laras sangat matre, wajar karna ia dari keluarga kaya, aku tak tau kenapa ia ingin jadi simpananku.
"Gawat ini jika benar Laras yang di maksud Ferry adalah selingkuhan ku maka akan berakhir sudah rumah tangga ini, walaupun aku tak mencintai Farida, tapi dari dialah semua yang ku dapat ini."gumamku memikirkan caranya.
"Apa Laras mencintai Ferry sehingga ia main di belakang ku tak mungkin dia tak ada hubungan dengan Ferry jika tak mencintainya"gumamku lagi.
"Mas kamu sedang apa dari tadi melamun, sejak tadi kamu tak jadi keluar kah?"tanya Farida padaku yang duduk di ruang tamu.
"Ah Iyah sayang, mas ingin keluar sekarang."aku tak ada acara hanya ingin keluar pergi ke klub malam, aku sangat tak betah di rumah pasalnya Farida hanya menghabiskan uang saja.
"Mas pergi dulu, kamu tak apa sendiri di rumah?"aku mencoba bertanya agar ia tak curiga.
"Aku tak apa, toh aku ingin melihat barang-barang branded ku"jawabnya acuh, kadang aku berfikir aku ini suami apa pesuruhnya, untung aku selama ini mengelapkan uang hasil perusahaannya itu.
"Baiklah aku pergi dulu"aku berjalan mengecup keningnya lalu melenggang pergi.
"Hmm."hanya deheman balasannya.
Tak sengaja aku melihat Ferry dengan perempuan depan hotel, jika tak salah mirip sekali dengan Laras.
Aku mendekat mobilku mesra sekali Ferry dengan perempuan itu, anak itu memang tak punya malu.
"Sialan kamu Laras ternyata lelaki yang kau ceritakan selama ini yang kau idamkan anakku sendiri, Laras, sugar babyku.
Kau sangat pintar memikat lelaki, akan aku bahas ini dengan mu nanti."gumamku penuh emosi dengan perempuan jal@ng itu.
__ADS_1
Akupun pergi mengendarai mobilku pergi ke klub terbesar di kota ini.
sesampainya di klub diskotik aku masuk dan langsung terdengar suara datuman musik di bas yang keras.
sudah lama aku menjalani hidup jajanku ini, farida sangat membosankan, jika bukan karna hartanya tak Sudi aku menikahinya, dandanan yang menor tak becus mengurus suami itulah kenapa aku lebih suka jajan di luar ketimbang bersama perempuan malas itu.
"Argggghhhh sialan kenapa kebetulan sekali laras harus menjadi menantuku, ini tak mungkin bagaimana jika rahasia ia adalah sugar babyku kebongkar."emosiku meluap kala duduk di ruang VVIP room.
biarlah dahulu akau akan bahas ini dengan mu laras.
Lalu datang perempuan malam yangku sewa, akupun menghabiskan malam ku dengan minum wine yang paling mahal.
Dan pergi bermain dengan 2 perempuan ****** sekalian.
Paginya setelah membayar 2 perempuan malam, aku berniat menghubungi Laras.
Panggilan berlangsung tak ada jawaban.
"Arggh sialan kau ******, tak mengangkat telpon ku. Akan ku kirim pesan saja dulu mungkin ia dengan Ferry, anak bodoh itu membuang tambang emas hanya demi perempuan lacur itu"emosiku meluap luap.
[Laras temui Daddy di kafe biasa Daddy ingin bicara penting dengan mu]chatku centang dua langsung saja terlihat tanda biru tanda ia sudah baca.
[Ok Daddy tunggu sebentar aku akan menemui mu]balasannya.
"Yah kau harus datang menemui ku Laras jika kau ingin selamat"gumamku lirih.
Selama 40 menit menunggu akhirnya terlihat Laras berjalan kearahku.
"Maaf Daddy lama menunggu"ucapnya cipika-cipiki sambil tersenyum genit.
__ADS_1
"Ya tak masalah"jawabku membalas cipika-cipikinya.
"Apa yang ingin Daddy bicarakan?, Tak biasanya Daddy ingin bertemu denganku disiang hari bagini"tanyanya bingung dengan permintaan ku untuk menemuiku siang hari.
"Apa kamu sedang dekat dengan Ferry Maryadi baby?"tanyaku balik.
Terlihat ia sangat kaget dengan pertanyaanku, pasalnya aku tak pernah ikut campur urusan privasi sugar babyku ini.
"Y-yah Daddy aku memang berniat serius dengannya"jawabnya ragu dan gugup.
"Tenang baby aku tak akan melarangmu, tapi yang harus kau tau aku adalah papa dari kekasih idamanmu itu"kataku mengintimidasi dan menelisik perempuan di depanku.
Tentu saja ia kaget dengan cengongnya dia membelalakkan matanya hingga bulat sempurna.
"Apakah Daddy serius, lalu bagaimana ini mengapa semua kebetulan sekali!" Jawabnya dengan perasaan panik.
"Tenang baby aku hanya ingin kita melakukan kesepakatan saja, agar hubungan kita aman tak di ketahui istriku dan anakku yang kamu idamkan itu"jawabku santai tersenyum menyeringai.
"Apa itu Daddy?"tanyanya dengan melihatku lekat.
"Cukup kita bersandinwara depan mereka kamu tak mengenalku dan Daddy tak mengenalmu baby, semua akan aman kamu akan mendapatkan Ferry dan kita akan tetap berhubungan diam-diam tanpa di ketahui mereka"jawabku memberikan kesempatan padanya.
"Ide yang sangat luarbiasa Daddy, aku juga tak mau kehilangan mas Ferry, selain dia aku juga mendapatkan mu Daddy"jawabnya antusias di luar dugaan, ternyata gadis ini sangat liar pantas saja sikapnya persis seperti ****** murahan.
Aku hanya tersenyum kecut.
"Yah itu lebih baik, dan ingat kita tak boleh kecolongan"jawabku memperingati.
"Oh tentu aku tak akan kecolongan ini sangat menarik"jawabnya berbinar-binar.
__ADS_1
Lalu kamipun berpisah di kafe itu, aku kembali kerumah untuk mandi beristirahat karna hari ini aku tak masuk kantor.