Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part.10. Bertemu ke2 kalinya(Jordan Harison)


__ADS_3

POV. Jordan Harison.


Saat sedang didalam pesawat aku memperhatikan perempuan gemuk yang menyimpan tasnya kursi penumpang lain.


"Permisi nona apa bisa tas nona dipangku atau di simpan dibagasi tempat penyimpanan barang?"tanyaku mengalihkan pandangannya dari jendela mendongak kerahkan.


"Ah Iyah maaf tuan saya kira tak ada yang menempati karna pesawat hampir deadline."jawabnya buru-buru mengambil tasnya.


Aku menaikan alisku sebelah heran dengan jawabannya pasalnya sejak kapan kursi pesawat tak penuh, apalagi ini kelas ekonomis.


Jika bukan karna menghindari laras tak mau aku naik dikelas ekonomis ini.


'argggh sialan kau wanita ******, aku harus mengalami ini karenanya, jika aku tau dia menghianatiku begini sudah lama aku buang, niat hati memberi kejutan tau-taunya dia main gila dengan lelaki lain'batinku emosi.


Laras perempuan pertama yang aku cintai dulu saat kuliah ia tak mendapat kasih sayang orang tua akhirnya akulah tempatnya bersandar saat aku memutuskan kuliah di Indonesia, aku mencintainya karna dia sangat pendiam dan tak punya siapa-siapa.


"Ya tak masalah"ucapku tak mempermasalahkan urusan itu.


"Apa anda menuju ke Amerika juga?"pertanyaannya membuatku menautkan alisku, pertanyaan konyol apa itu.


'apa wanita ini mengajakku berbicara?, Apa pertanyaan itu ditujukan untukku?.'berbagai macam pertanyaan ku tanyakan pada diriku sendiri.


"Apa nona berbicara dengan saya?"tanyaku padanya dan ia mengangguk ragu mungkin gugup.


"Yah jelas saya menuju Amerika karna penerbangan pesawat ini menuju kesana"jawabku datar Tampa menoleh.


Sehabis mendapatkan jawabanku wanita ini tak lagi berbicara ia diam dan tertidur, sehingga tampa sadar kepalanya bersandar dipundakku.


Ingin aku membangunkannya tapi tak enak ada rasa kasihan padanya dan tiba-tiba pemberitahuan pesawat akan mendarat mengagetkan wanita ini dan tak menyadari jika ia habis besandar di pundak ku.


'lucu sekali perempuan ini walaupun gemuk tapi manis, bahkan ia sangat polos, ah tidak -tidak apa yang kau fikir Jordan kau baru saja di khianati.'batinku pada diriku.


Selama 1jam dalam pesawat akhirnya sampai juga akupun cepat-cepat keluar dan menuju mobil pribadiku yang diantar supirku.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Hari ini hari liburku jadi akan aku habiskan waktu dengan pergi joging.


Tampa sengaja aku melihat seseorang yang pernah kulihat sedang keluar dari dalam rumah, posisi rumahku dan rumahnya berhadapan karna ini kompleks perumahan elite.


'apa aku salah lihat, karna memikirkan wanita itu kemarin, apakah betul itu ia?'batinku bertanya-tanya.


Akupun tak menegur lalu fokus pada tujuan ingin joging sekitar kompleks.


Tiba-tiba saja nada dering ponselku berdering.


Derrrt..... derrrt....


"Hallo sayang, kapan kamu akan kesini aku sudah sangat rindu padamu"sapa wanita itu dengan suara manja.


'muak sekali mendengar suaramu bicth'batinku malas, siapa lagi wanita yang menelpon adalah Larasati.


"Apa kau bilang ******?"tanyaku menekan kata ******.


"Sayang kenapa kamu kasar sekali?"ucapnya bertanya-tanya.


"Apa kamu belum puas dengan si tua Bangka itu dengan kekasihmu yang baru?, Kamu memang murahan"makiku emosi dengan suara dingin.


"A-apa mak-sudmu Jordan sayang aku tak melakukan apapun"elaknya terbatas.

__ADS_1


"Jangan memanggilku dengan sebutan sayang kau tak pantas untukku, dasar ****** murahan, kufikir kau perempuan polos yang tak berbau **** bebas, rupanya kau tak lebih dari wanita malam" ucapku menghina dan memakinya habis-habisan, akupun mematikan telepon sepihak.


Bug...


Aku tersentak ada yang menabrak punggungku untuk saja aku tak oleng.


"Awww sakit sekali jidatku"ucapnya meringis kesakitan.


Aku menoleh dan melihat kebawah, aku terhenyak rupanya wanita itu.


"Apa ada yang sakit?" Tanyaku memastikan.


"Tak ada tu-"ucapnya terhenti saat ia mendongak dan matanya membelalak melihatku kaget mungkin.


"Hay kita Bertemu ke2 kalinya."sapaku padanya.


"Ma-maafkan saya tuan saya tak sengaja menabrak anda karna tadi ada anjing mengejar saya"ucapnya gagap dan ia fokus kembali dari rasa syoknya.


"Ya tak masalah"jawabku singkat. Dan datar, aku sudah menyapanya tadi tapi tak dihiraukan.


Aku memperhatikan jidatnya merah akibat ia menabrak punggungku apalagi tingginya setinggi dadaku saja.


Terlihat ia salah tingkah aku perhatikan.


"Ka-lo be-begitu saya permisi"ucapnya hendak pergi, aku mencekal tangannya sehingga ia oleng dan hampir terpental kebelakang, untung aku menahan pingganya walau berat sih.


Seketika pandangan kami beradu dan ia buru-buru memutus kontak pandangan kami dan memperbaiki kondisi badannya.


"A-ada apa?"tanyanya memalingkan wajahnya.


"namamu?"tanyaku singkat.


"Siapa namamu?"ulangku lagi.


"Natallya"jawabnya ketus.


'namanya cantik tapi sayang badannya gemuk tapi ia manis juga.'batinku.


"Jordan Harison"ucapku padanya.


"Apa?"tanyanya bingung.


"Namaku Jordan Harison"ucapku, baru kali ini aku banyak bicara dan harus mengulang kata-kata.


"Ohh"jawabnya singkat.


'apa ia tak kenal aku?, Seluruh wanita tau akau adalah CEO dari company Harison, bahkan banyak wanta yang mengejarku'batinku heran melihat wanita di depanku.


"Kau tinggal disini?."tanyaku lagi, tak apa aku yang mengajaknya berbicara.


"Yah itu rumahku"jawabnya menunjuk rumah yang berhadapan dengan rumahku.


"Kita tetangga"ucapku tersenyum tipis kearanya.


"Ah benarkah!, Yang mana rumah anda tuan?"akhirnya dia nyambung juga.


"Berhadapan dengan rumahmu"jawabku menunjuk rumah yang ada di samping rumahnya.


"Ah pantas saja ia bilang tetangga"gumamnya lirih.

__ADS_1


"Ya kenapa?"tanyaku untuk memastikan pendengaranku.


"Oh tak ada tuan"jawabnya.


"Bisakah kamu tak usah formal panggil saja aku Jordan"ucapku risih di panggil tuan.


"Ah Iyah tuan, maksudku jor-dan."ucapnya kaku.


"Bagus itu lebih nyaman"ucapku membenarkan ucapannya.


Dia mengangguk untuk jawabannya.


"Apa jidatmu masih sakit?"tanyaku lagi.


"Ah sudah tidak"jawabnya tersenyum manis.


'entah kenapa aku tertarik pada wanita ini.'batinku.


"Kalo begitu aku pergi dulu Jordan, aku ingin joging"katanya pamit.


"Kenapa tak joging bersama!"aku menawarkan diri untuk joging bemana.


"Kalo begitu ayok"ajaknya.


1 jam kami berlari santai dan kami sekarang duduk di kursi kayu ditaman kompleks ini.


"Kamu akan kemana setelah ini?"tanyaku penasaran, sejak kapan aku jadi kepo begini, ada yang tak beres entah kenapa mulut ini berbicara saja.


Ia menoleh dan tersenyum hangat.


"Aku akan pergi ke gym untuk olahraga sampai sore nanti"ucapnya lalu meminum air mineral.


"Mengapa kamu memforsi untuk berolahraga?"lagi Mulut ini bertanya lagi.


"Apa kamu bercanda Jordan, lihatlah badanku gemuk, jelas aku melakukan olahraga untuk membentuk badanku haha."ucapnya memperlihatkan badannya dan tertawa kecut.


"Ah maaf jika aku menyingungmu, aku hanya ingin tau mengapa kau menyiksa dirimu"ucapku tak enak hati.


"Aku hanya ingin kurus, semua wanita menginginkan badannya yang langsing dan seperti gitar spanyol"jawabnya tersenyum kecut, ada yang ia pendam terlihat dari sorotan matanya.


"Ayok kita sarapan dahulu"aku mengalihkan topik agar ia tak sedih.


"Aku sudah makan buah tadi"jawabnya Tampa menoleh kearah ku


"Baiklah ayok pulang sudah hampir panas"ucapku mengajaknya pulang.


Kamipun sampai depan rumah.


"Natallya apa kamu mau aku ajarkan cara olahraga nanti siang di gym?" Tawarku.


"Jika tak keberatan baiklah."jawabnya.


"Oke ini kartu namaku ada nmrku disana, kamu bisa hubungi nanti jika ingin pergi"ucapku menyodorkan kartu nama yang selalu ku bawa dalam dompetku.


"Baiklah"ucapnya tersenyum manis.


"Aku pergi dulu"pamitku dan pergi kearah rumahku.


#maaf Bun panjang karna nanggung๐Ÿ™

__ADS_1


selamat membaca ๐Ÿค—


__ADS_2