
Hah masih bisa dia menghinaku.
Terlihat wajah heran mas Ferry dan Laras yang tegang dengan wajah putih pucat.
"Memang apa yang kamu lakukan perempuan sundal"ucap Laras menginaku dengan lantang.
Lihatlah emosinya tak terkendali, aku sangat menikmati raut wajah ini.
"Jangan menghina calon istriku jika tak ingin berurusan dengan aku"ucap mas Jordan, ah lelaki ini sedari tadi bersikap romantis dan melindungi diriku meleleh aku tuh mas.
"Kamu mebela wanita gajah dan murahan ini, sudah berapa kali kalian bercinta hingga kamu tunduk Jordan"hardik Laras kepada mas Jordan.
"Oh how jangan terlalu emosi, simpan saja dahulu emosimu itu, aku punya pertunjukan untukmu"ucapku santai lalu berjalan menuju panggung mengambil mixc yang di berikan MC yang sudah kubayar.
"Para hadirin yang saya hormati, saya meminta sedikit waktu kepada kalian mohon perhatiannya saya punya pertunjukan yang sangat menarik untuk kedua mempelai sebagai kado pernikahan untuk mereka, semoga mereka langgeng"ucapku dengan memberikan senyuman termanis.
"Ya untuk calon suamiku bisakah kamu berdiri denganku disini"panggilku kepada mas Jordan dan disambut senyuman hangatnya, ia berjalan dan berdiri di sampingku.
"Baik terimakasih sayang, dan selamat' malam para tamu undangan maaf menganggu ketenangan saat acara ini berjalan"lanjutku dan membungkuk sebentar sebagai hormat, dan berdiri dengan anggun.
Banya pasang mata yang menatap kagum kepadaku dan mas Jordan, banyak juga yang menatap heran, dan salah satunya adalah keluarga toxic itu.
"Perkenalkan nama saya Natallya, dan ini calon suami saya Jordan Harison."ucapku membuat semua orang membelalakkan matanya termasuk mantan kedua mertuaku membulat sempurna matanya.
Banyak yang bertepuk tangan.
"Oh hey pengantin kenapa berdiri di sana silahkan naik keatas pelaminan kami sepasang insan ini akan memberikan kejutan dan kado spesial"ucapku dengan candaan sedikit.
Banyak yang tertawa dan bertepuk tangan.
"Baiklah mari saya tunjukkan filem yang paling hits jaman naow dan akan membekas di ingatan, saya harap tak ada yang merasa kebaratan bagaimana semua?"tanyaku sedikit peofokatif.
"Tidak masak"jawab mereka semua serempak, kecuali keluarga toxic itu hanya bungkam dengan tanya tanya.
"Levis ambil LCD, tayangkan"perintah aku kepada orang kepercayaan ku yang sudah berdiri dalam salah satu anggota tamu.
Lalu ia memasang LCD dan menayangkan video 11 menit itu.
Semua orang tercengang, ada yang menganga mulutnya, ada uang serius menonton ada juga yang tak percaya dan syok.
"Nata jangan sembarang menayankan video palsu kamu"elak Laras yang sudah emosi, terlihat dari wajah merah padam.
"Kurang ajar apa benar itu LARAS"hardikas Ferry menekan nama Laras.
"Ti-tidak mas dia bohong itu editan"kilahnya yang masih mengelak.
Yah video yang di tonton adalah video Laras saat melayani pelanggannya.
"Heh wanita sialan wanita ****** jangan kamu fitnah aku"ucapnya meneriakiku, aku hanya tersenyum mengejek.
Banyak komentar menghujat Laras, belum apa-apa sudah banyak yang berkomentar apalgi yang lain.
"Ih amit-amit dapat yang model begitu"ucap salah satu tamu pria.
"Murahan sekali ternyata kupu-kupu malam"ucap ibu ibu.
"Jangan bilang cantik karna hasil haram."
__ADS_1
"Ah aku mau coba boking ah"
Banyak lagi komentar miris soal Laras.
"Oh how masih belum selesai masih banyak lagi, ayok kita main main dahulu aku akan memberi wawasan luas untuk Laras, baru target selanjutnya mas Ferry tentukan dari 3 orang dalam keluarga mas"ucapku tersenyum Devils.
"Levis yang pertama"perintahku lagi.
"Baiklah perhatian ini foto calon suamiku dan Laras, mereka memang sepasang kekasih tapi mas Jordan ini tak tau jika wanita yang ia anggap polos itu ternya wanita liar"ucapku sambil menjelaskan foto dalam tayangan lalu menunjuk Laras.
"Selama itu mas Jordan hanya jadi sapi perasan Laras saja dan Tampa mas Jordan ketahui Laras bermain gila di belakangnya, hingga akhirnya detik kemarin Laras tertangkap basa sedang onew night stand bersama pria lain"ucapku lantang dengan mixc.
"Pembohong jangan percaya wanita sialan ini yang ****** ia yang menjual diri pada mas Jordan"ucap Laras memaki ku, hah tak tau diri.
"Next"ucapku.
"Apa kamu kenal lelaki ini mas Ferry?"tanyaku kepada mantan suamiku.
"Papa"ucapnya refleks dan menatap tajam kearah papanya.
Beda dengan Liana, Liana melotot penuh kecewa, dan mama Rida menatap horor suaminya seperti ingin menerkam.
"Apa begini kelakuanmu dengan menatumu?"tanya mama Rida menatap tajam suaminya.
"Tunggu dulu, pak Ferdinand apa anda tau siapa wanita itu?"aku berpura-pura bertanya.
Papa Ferdi mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras, matanya tajam metap entah kesiapa dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak.
"Larasati istri dari Ferry Maryadi yang baru saja di gelas pasutri, hah miris sekali anak tak tau jika bapaknya sendiri adalah pebinor."ucapku menjeda.
"Mas Ferry apa kamu tak tau jika Laras dan papamu itu berhubungan, yah lebih tepatnya Laras sugar baby dan papamu sendiri sugar Daddy"ucapku menatap wajahnya.
"AAAAKK lepaskan,aaakkk aku tak salah lapamulah yang meminta aku diam, ampun mas ampun."jawab Laras berusaha rambutnya ia tarik kembali.
'hah belum apa-apa tapi aku sudah senang, tuhan. Apa aku salah bahagia di atas penderitaan orang' batinku menatap manusia-manusia sampah itu.
"Hikss...hiksss..tega kamu pa tega, APA KURANG AKU PA?"ucap mama Rida terisak sambil memukul suaminya itu dengan tasnya.
"Maafkan papa ma"ucapnya papa Ferdi hanya bisa pasrah.
"PAPA BIADAP"teriak Liana penuh kecewa.
"Masih ada lagi"ucapku lagi, seketika semua mentapku lagi.
"Next"ucapku.
"Ini Adalah kamu Laras lihat kamu yang menyebutku ****** tapi dirimu lebih dari itu, aku bahkan seumur hidup hanya tidur dengan 1 pria yang itu adalah mas Ferry suamiku dahulu, kamu sudah menenbar dirimu pada lelaki lain, dan itu dua lelaki sekaligus kamu layani, ada satu kabar buruk untukmu." ucapku lirih tapi terdengar karna aku memakai micx.
"Next"ucapku.
Terlihat foto keterangan dokter dan itu baru 3 hari yang lalu.
"Surat keterangan dokter, surat apa itu Natallya"tekan mas Ferry yang mulai gusar.
"Surat keterangan ini atas nama Larasati, yah aku diam-diam meminta orang kepercayaanku memantau keadaan 4 hari yang lalu Laras mengecek keadaannya yang di jawab oleh dokter kepercayaan ku dengan sakit biasa, tapi nyatanya Laras terjankit penyakit HIV AIDS"ucapku santai.
Tak ada rasa empati padanya, yang ada rasa marah.
__ADS_1
"Tidak aku tak mungkin terkena penyakit itu"pungkas Laras yang tak mau menerima kenyataan.
"Wajar terkena kan kamu suka coba sana sini colok lubangmu ke orang"komentar sadis itu tujuannya kepada Laras.
"Jangan main-main nata, jangan berbohong"ucapnya geram padaku.
"Apa kamu lupa kamu melakukan itu dengan siapa 1 Minggu yang lalu?"tanyaku santai, tersenyum sinis.
"Aku-aku melakukan itu dengan Robert dan papa Ferdi"ia mengakui terakhir berhubungan dengan seseorang.
"Hmm yah yang terjangkit dan menularkan penyakit itu ialah Robert, dia salah satu pasien HIV AIDS "ucapku menghela nafas berat. "Dan untuk anda pak Ferdi saya tak tau, anda tertular atau tidak karna berhubungan dengan Laras, tapi saya sarankan silahkan cek kondisi anda"ucapku menatap mantan mertua itu.
"DASAR WANITA SIALAN KAMU LARAS, KAMU SANGAT LIAR BAHKAN TAK PUAS DENGANKU DAN FERRY MASIH MAIN GILA"teriak papa Ferdi kalang kabut dengan kenyataan itu, entah taku atau bagaimana.
Buru-buru Laras berlindung di balik seseuatu. Takut dengan papa Ferdi yang emosi, mama Rida hanya terisak menangis dengan putrinya.
"sudah cukup aku sangat benci kamu Natallya"geram Laras.
"Jangan menyalakan orang Laras kamu sendiri yang salah"ucap mas Jordan menatap tajam Laras.
"Hah aku sangat membencinya, dia merebut mu dan mas Ferry Sekarang dia penyebab semua kekacauan ini"pekinya ia berteriak histeris.
PLAKKKK
PLAKKKK
Semua orang terpanah dan tercengang melihat aku yang menampar Laras.
yah aku menampar nya sudah geram sekali rasanya dia menghina mencaci makiku, dan ia mengalahkan aku atas semua yang terjadi padanya, atas dasar apa ia menyalahkan ku.
"Ingat Laras kamu yang bercinta kesana kemari dan mendapatkan penyakit itu dari klien mu apa ada sangkut paut denganku?, Jika pun mas Jordan milikku sekaran itu karna dulu ia kamu sia-siakan kamuntak cukup dengan harta, aku mengiklankan mas Ferry untukmu, bahkan kalian berdua sangat cocok"hardikku dan mencibir mas Ferry yang berdiri diam terpaku.
"Oke lanjut untuk mama Rida next"ucapku memberi aba-aba.
"Hallo mertua, UPS salah mantan mertuaku, lihatlah surat-surat perjanjian atas surat hutang mu itu, kamu memberikan sertifikat rumahmu itu, jadi akulah pemilik rumahmu itu sekarang hutangmu membengkak dari 100jt sekarang 500jt karna anda tak membayar ansuran."ucapku tersenyum menang.
"A-apa?"bukan mama Rida yang syok tapi papa Ferdi dan mas Ferry, sedang Liana ia malah menangis memain ponselnya.
"Yah jadi setelah dari sini aku beri waktu 1 hari untuk kosongkan rumah itu, ingat tak boleh membawa isi karna isinya jaminan bunga."ucapku tegas.
"Nata mama mohon biarkan kami tinggal disana sementara waktu mama mohon"ucap mama Rida menyatukan kedua tanganya.
"Ingat kalian menyakitiku dahulu tapi ribuan kali aku balas"ucapku sinis.
"Next"ucapku.
"Liana lihat sini jangan bermain mi chat terus"sindirku pada gadis yang masih saja membalas kliennya.
"Lihat depan"ucapku yang akhirnya membuat ia mengangkat pandangan.
"LIANA APA BENAR VIDEO ITU?"teriak mama Rida.
"DASAR ADIK KURANG AJAR DIKULIAHKAN UNTUK DAPAT GELAS SARJANA MALAH JADI OPEN BO"Teriak mas Ferry.
Plakkkk.
"Kamu membuat mama malu anak SIALAN"ucap mama Rida dengan emosi dada naik turun.
__ADS_1
"SALAHKAN SAJA AKU, AKU JUGA BEGINI KARNA KALIAN, MAMA SAMA PAPA SIBUK URUSAN SENDIRI KAKAK JUGA SIBUK SENDIRI AKU HANYADI ANGGAP ANAK KECIL YANG KALIAN TAK BERI UANG"bukannya meminta maaf Liana malah berteriak dan memaki keluarganya.
Wahh ini jadi azang totonan semua orang, bahkan semua orang heran dan tak tau akan merespon apa.