Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 12.ternyata karenanya kamu sakit.


__ADS_3

Selama 5 bulan lebih aku latihan dibimbing jordan, dan selama itu pula aku dekat dengannya sebagaimana orang sepasang kekasih, tapi tak punya status apapun.


Ada seseorang yang membicarakanku, mengatakan bahwa aku perempuan tak tau diri, dan hanya mau hartannya.


"Ihhh siapa sih perempuan itu dia dekat dengan Jordan Tampa ada status teman bukan, saudara bukan, istri juga bukan, dasar perempuan murahan."ucap perempuan yang mengejar Jordan saat melihatku dan Jordan direstoran. Tapi aku tak sengaja mendengar ia berbicara.


Sejak awal aku tak pernah berniat mendekati Jordan hanya saja kebetulan kami bertemu dan sehingga akrab, ia begitu banyak tau tentang ku entah dari siapa ia ketahui, yang jelas aku tak pernah cerita tentang diriku padanya, akupun tak tau tentang dirinya, bahkan hanya mengetahui ia memiliki rumah depan rumahku, yang dalam kompleks elite ini.


Saat aku ingin pergi membeli buah seseorang mencekal tanganku, dan aku menoleh ternyata dia.


"Nata ada apa denganmu?"tanyanya, ya dia adalah Jordan.


"Maaf Jordan aku rasa kita tak bisa terlalu dekat aku bukan siapa-siapa bagimu, bahkan kamu rela melatihku setiap Minggu, jadi untuk itu aku berterimakasih, jika kamu meminta imbalan aku akan membayarnya berapapun itu"ucapku panjang lebar.


"Aku tak butuh imbalan Nat, hanya ingin tau kamu kenapa menghindari aku selama 1 Minggu ini?"tanyanya lagi dengan nada frustasi.


"Maaf Jordan berapa kali aku bilang aku bukan siapa-siapa bagimu, aku tak mau perempuan yang dekat denganmu menuduhku perempuan murahan dan mendekatimu hanya karna hartamu."ucapku padanya meninggikan suaraku.


Jordan terhenyak ia terdiam seketika hening aku merasa jahat padanya, tapi aku juga tak mau harga diriku di pandang rendah.


"Lebih baik jangan pernah dekat denganku, atau anggap saja kita tak saling kenal sejak awal."sambungku lagi membuat ia terbelalak.


Aku ingin berjalan kembali tapi kembali ia menahan dengan kata-kata yang membuat aku berhenti sejenak.


"Apa tak ada cinta untukku?"tanyanya seketika aku tertegun Dan melihat matanya menatap lekat mencari apa maksud dibalik kata-katanya.


"Natallya Kusumo, aku Jordan Harison mencintaimu sejak kita bertemu, aku tertarik padamu bahkan aku rela menemanimu membantumu dalam segala hal agar ada rasa cinta untukku dari dirimu, aku tak memperhitungkan itu untuk meminta imbalan, tapi aku mendekatimu dengan tulus"ucapnya penuh intimidasi tapi aku merasa ada ketulusan dalam ucapannya.


"A-apa ma-maksdumu?"tanyaku memastikan apa ini mimpi atau bukan.


"Aku mencintaimu Natallya"ucapnya lagi menatapku lekat dengan Suara memohon.


Sayangnya hati ini masih sakit untuk berhubungan dengan lelaki lagi, trauma dalam kegagalan rumah tangga membuatku waspada kepada semua lelaki.


"A-aku tak bisa Jordan"ucapku lirih menunduk tak berani melihatnya.


"Apa alasannya, apa karna perempuan yang mendekati aku atau ada yang lain?"tanya Jordan dengan menelisik wajahku.


"Aku aku belum bisa menerima laki-laki dalam hidupku"ucapku membuang mukaku agar tak menampakan uraian mata yang berkaca-kaca.


"Apa karna kamu masih mencintai Ferry?"tanya Jordan yang membuat aku langsung menatapnya dengan kaget.


"Dari mana kamu tau tentangnya?"tanyaku padanya dengan tak percaya.


"Aku tau kamu rela diet ketat dan membuat dirimu kesini demi lelaki itu"ucapnya tajam dan frustasi.


"Aku tak lagi mencintainya, dia tak pantas untuk cintaku"jawabku dingin tak Kusuka membahas lelaki brensek itu, cukup rasa cinta itu tergantikan benci.


"Lalu kenapa kamu tak menerima cintaku?"tanyanya penasaran dengan alasanku.


Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghelanya panjang.


"Beri aku waktu untuk menjawabnya Jordan aku masih takut tentang hubungan aku takut gagal lagi"ucapku lirih mengiba agar ia memberikan waktu.


"Baiklah aku menunggu jawabanmu hingga kapanpun itu, tapi beritahu aku kapan hari itu?"ucapnya bertanya diakhir kalimatnya.


"Beri aku waktu kapanpun kamu menanyainya"ucapku yakin, entah kenapa aku mau memberikan kesempatan padanya.


"Baik, asal kamu memberikan jawaban yang ku harapkan"jawabnya memaksaku, sifatnya pemaksa memang.


"Yah aku ingin keluar apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi?"tanyaku aku sudah sangat lelah melatih diri sehingga dari berat 90kg turun menjadi 52kg, sangat cepat dari perkiraanku.


"Apa aku boleh mengantarmu?"tanyanya meminta persetujuan.


Aku mengangguk tanda setuju.


Kami pergi menggunakan mobilku yang sudah aku siapkan tadi hampir saja keluar dari gerbang rumah, bukan garasi yah(◍•ᴗ•◍).


"Apa kamu tak malu berjalan beriringan denganku?"tanyaku memberanikan diri untuk bertanya aku sangat tak percaya diri berjalan denga lelaki sesempurna Jordan.

__ADS_1


Apa yang dalam fikiran lelaki ini hingga mau denganku yang hanya seongok karat, padahal lebih banyak berlian yang tertarik padanya karna pesona lelaki ini.


Tak kusangka lelaki dingin, cuek, datar dan, acuh di atas pesawat kini mengajakku menjadi kekasihnya.


"Untuk apa malu, kamu sekarang sudah cantik lebih penting hatimu lah yang cantik nata, lihat dirimu kamu audah menjadi berlian, bahkan lelaki bodoh itu akan menangis darah agar kamu mau menerimanya,aku tak mau kamu kembali padanya dan aku harus menyesal nantinya"tukasnya menggebu-gebu dengan nada serius.


"Hmm aku tak kembali padanya, toh ia sudah memilih seseorang."ucapku santai Tampa ada kesedihan.


"Apa aku boleh tau siapa wanita pilihannya itu?"tanyanya penasaran.


"Namanya Laras"ucapku yang membuat ia kaget setengah mati. Ada apa dengan reaksinya.


"Apa nama lengkapnya?"tanyanya serius dan masih terlihat syok.


"Larasati dia perempuan yang menjadi pilihan mas Ferry"ucapku memperjelas.


Citttt...


Tiba-tiba jordan merem mobilnya mendadak, hingga terdengar bunyi germicik ban mobil dan aspal, untung tak ada yang terluka.


"Maaf maaf aku terlalu syok"ucapnya merasa bersalah.


"Ada apa, kenapa kamu merem mobil mendadak?"tanyaku Tampa menjawab permintaan maafnya, aku sedit panik dengan reaksi yang ia tunjukkan setelah mengetahui nama perempuan itu.


"Apa kamu tau nata wanita yang merebut suamimu itu adalah mantan kekasihku, yang kukira setia ternyata dia main gila dengan lelaki tua"terlihat rahang itu tegas tanda ia menahan amarah.


Akupun terhenyak kaget dengan kenyataannya.


"Selama ini dia meminta apapun padaku selalu aku turuti karna cintaku padanya, setelah aku tau kelakuannya akupun tak mau berurusan dengannya.


Jika dia berlaku begitu padaku aku masih terima tapi jika ternyata karenanya kamu sakit, aku tak terima."sambungnya dengan ucaoan tulus kulihat ada sakit ia rasakan seperti merasakan sakitku.


"Ternya dunia sempit sekali, hingga aku tau 1 kebenaran ini lagi, apa kamu masih mencintai wanita itu?"tanyaku di akhir kalimat, memastikan lelaki ini masih mencintainya atau tidak aku tak mau jadi pelampiasan.


"Jangankan mencintainya"ucapnya terjeda menghela nafas panjang.


Deg..apa artinya dia mencintainya lebih dari apapun.


"Aku sangat jijik dengannya apalagi ia sudah terjamah lelaki lain yang berusia tua darinya"ucapnya merasa jijik dengan Laras.


Duarrrr


Aku merasa tersindir walau aku tak di jamah lelaki tua, tapi aku adalah janda yang sudah dipernah di jamah, apa ia masih menjaga perjakanya.


"Apa bedanya denganku"ucapku membuang pandangan aku merasa tak pantas bersanding dengan dia.


"Kamu beda nata, kamu wanita baik-baik dan kamu walaupun pernah dijamah, kamu melakukan itu dengan suamimu"ucapnya tulus padaku dan aku merasa menghibur ku sekalian.


"Sudah apapun itu kamu pilihan yang aku mau nata"lanjutnya menuatku meanatap manik matanya yang menatapku lekat.


Lalu ia menjalankan mobil lagi hingga kami sampai di minimarket.


Seusai berbelanja aku ingin membayar saat sampai depan kasir aku hanya menerima barang belanjaan ku saja, aku heran kenapa wanita penjaga kasir tak meminta uang bayarnya padahal aku menyodorkan kartu ATM ku di atas mejanya.


"Mengapa tak mengambil kartu ini mbak, bukankah orang berbelanja akan membayar?"tanyaku heran padanya.


"Maaf mbak belanjaan mbak sudah dibayar suami mbak barusan",ucapnya sopan menyangkutkan dua telapak tangannya.


Blusss


Pipiku bersemu merah merasa malu, apa dia bilang tadi suami.


"Tapi saya tak punya suami"ucapku merasa malu campur heran.


"Itu mbak yang bersandar di mobil lelaki itu yang membayar dan mengaku suami mbak"ucap mbak kasir menunjuk Jordan yang diluar minimarket melalui Didin kaca.


Aku tersenyum malu, merasa sangat malu karna di akui istri dan berdiri di antrian hingga membuat orang-orang yang antri mengatakan hal-hal yang membuatku merasa makin malu.


"Wahhh suaminya romanti, suamiku mana pernah"

__ADS_1


"Ah suaminya ganteng istrinya cantik"


"So sweet sekali"


Begitulah ucapan orang-orang.


Sampai depan mobil Jordan langsung meraih belanjaan ku dan membawanya ke bagasi mobil.


Saat kami duduk dalam mobil, aku merasa canggung dan malu.


"Emm berapa semuanya tadi?"tanyaku aku merasa kaku, pasalnya ini pertama kalinya ada lelaki yang membayarkan belanjaanku.


"Apa memang?"tanyanya Tampa menoleh.


"Belanjaanku"ucapku lagi dengan malu.


"Kenapa ingin menggantinya?"tanyanya padaku


"Iyah aku ingin menggantinya"ucapku.


"Tak usah, aku hanya minta satu saja untuk balasannya."ucapnya dengan tersenyum devil.


"Apa itu?"tanyaku.


"Cium aku"ucapnya dengan tersenyum nakal menaik turunkan alisnya.


Blusss,, pasti aku sudah merah padam merasa malu.


"Ishh apaansih gak gak itumah untung kamunya Jordan"ucapku kesalku.


"Haha tapi ciuman itu nikmat kata orang"ucapnya lagi dengan frontal.


"Huh mesum sekali kulkas ini"ucapku.


"Hey aku mesum padamu saja bukan pada orang dan hatiku yang dingin mencair dekat dirimu"ucapnya dengan serius nan lebut.


Blusss...


Aaaaa kenapa ia manis sekali, kata-katanya sangat menyentuh hati membuatku berkali-kali malu sendiri.


"Oke-oke aku minta kota dinner untuk kedekatan kita"ucapnya lagi dan meminta nya, huh kukira ikhlas ternyata ada maunya.


"Baiklah aku akan memberikan kesempatan untukmu"ucapku tersenyum manis semanis mungkin, kalah manis dengan madu maupun gula haha.


"Baiklah"ucapnya.


Sesaat hening hingga kami sampai dan pulang masing-masing kerumah, aku menawarkan ia masuk minum teh, tapi ia menolak.


"Apa mau mampir minum teh?"tawarku padanya.


"aku tak mau berdua denganmu takut aku tak bisa menahan diri, apalgi tak ada orang."pungkasnya, lalu berjalan pergi dengan cepat.


"Baiklah"ucapku tak memaksanya.


"Aku pergi dulu"pamit Jordan.


"Iyah"jawabku.


"Selamat malam"katanya.


"Iyah"


"Jaga hati"


"Apa?"tanyaku membulatkan mata. Tapi orangnya sudah kabur terlebih dahulu.


Aku tersenyum melihat tingkah absurnya yang pergi berburu-buru seperti menahan sesuatu.


"Dia tak sedingin yang ku kira, malah banyak tingkahnya yang menbuatku tertawa sendiri."gumamku.

__ADS_1


Hah aku tak bisa tidur malam ini memikirkan kata-kata yang ia ucapkan tadi.


Hingga akupun larut dan terlelap sendiri.


__ADS_2